Intiperistiwa.com – Dokter sekaligus Direktur Teknis BDR Pharmaceuticals, Dr. Aravind Badiger, menegaskan risiko merokok tetap tinggi meski hanya sesekali. Ia menyampaikan peringatan ini menjelang Hari Tanpa Tembakau Sedunia. Selain itu, ia menyoroti banyak orang masih meremehkan dampaknya.
Lebih lanjut, Badiger menjelaskan setiap batang rokok membawa zat berbahaya. Zat tersebut meliputi nikotin, karbon monoksida, dan tar. Ketiganya langsung masuk ke tubuh saat seseorang mengisap rokok.
Dampak Langsung pada Jantung dan Paru-Paru
Selanjutnya, Badiger menekankan tubuh tidak menunggu lama untuk merespons paparan rokok. Sistem kardiovaskular dan pernapasan langsung menerima dampak paling cepat. Oleh karena itu, risiko kesehatan meningkat sejak konsumsi pertama.
Selain itu, penelitian menunjukkan perokok sesekali tetap menghadapi risiko penyakit jantung lebih tinggi. Bahkan, tekanan darah juga dapat meningkat secara signifikan. Kemudian, kondisi ini dapat memicu stroke dan serangan jantung.
Tak hanya itu, paparan jangka panjang memperbesar risiko kanker. Asap rokok membawa zat kimia beracun yang terus menumpuk dalam tubuh. Akibatnya, kerusakan organ dapat berkembang tanpa gejala awal yang jelas.
Risiko Kecanduan dan Dampak Lingkungan
Di sisi lain, Badiger menyoroti bahaya kecanduan nikotin. Zat ini bekerja sangat kuat pada sistem saraf. Karena itu, kebiasaan sesekali dapat berubah menjadi konsumsi rutin.
Ia juga mengingatkan banyak orang sering meremehkan potensi ketergantungan tersebut. Namun, tubuh dapat cepat menyesuaikan diri dan membentuk keinginan merokok lebih sering. Kondisi ini kemudian memperburuk kesehatan secara bertahap.
Selain perokok aktif, asap rokok juga membahayakan orang sekitar. Anak-anak dan lansia menghadapi risiko lebih tinggi terhadap gangguan pernapasan. Oleh sebab itu, lingkungan bebas rokok menjadi sangat penting.
Imbauan untuk Gaya Hidup Sehat
Untuk mengurangi risiko, Badiger mendorong masyarakat mencari cara lain dalam mengelola stres. Ia menyarankan pendekatan sehat tanpa bergantung pada rokok. Dengan demikian, kesehatan dapat lebih terjaga dalam jangka panjang.
Ia juga menegaskan pentingnya kesadaran kolektif di rumah dan tempat kerja. Lingkungan bebas rokok dapat menekan paparan asap berbahaya. Selain itu, kebiasaan sehat dapat terbentuk lebih konsisten.
Terakhir, para ahli menilai berhenti total dari produk tembakau menjadi langkah terbaik. Cara ini melindungi jantung, paru-paru, dan menurunkan risiko penyakit kronis. Oleh karena itu, masyarakat perlu mempertimbangkan keputusan tersebut secara serius. (id/*)










Komentar