Masih Sering Masukkan Makanan Panas ke Kulkas? Ketahui Risikonya Sebelum Terlambat

Makanan panas sebaiknya didinginkan terlebih dahulu agar tetap aman dan kualitasnya terjaga.

- Jurnalis

Senin, 13 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Masih Sering Masukkan Makanan Panas ke Kulkas? Ketahui Risikonya Sebelum Terlambat. (Foto: AI)

Masih Sering Masukkan Makanan Panas ke Kulkas? Ketahui Risikonya Sebelum Terlambat. (Foto: AI)

Intiperistiwa.com – Banyak orang langsung menyimpan makanan panas ke dalam kulkas agar lebih praktis. Namun, kebiasaan tersebut justru berisiko menurunkan kualitas makanan. Selain itu, kulkas juga harus bekerja lebih keras untuk menstabilkan suhu.

Penyimpanan di kulkas atau freezer memang membantu menjaga kesegaran makanan. Cara tersebut juga memperlambat pertumbuhan mikroorganisme penyebab pembusukan. Meski begitu, Anda tetap perlu mengikuti cara penyimpanan yang benar agar manfaatnya tetap optimal.

Karena itu, para ahli menyarankan agar makanan di dinginkan terlebih dahulu sebelum masuk ke dalam kulkas. Langkah sederhana ini dapat menjaga kualitas makanan sekaligus melindungi bahan makanan lain.

Mengapa Makanan Panas Tidak Boleh Langsung Masuk Kulkas?

Ahli gizi asal Bengaluru, India, dr. Anju Sood, menjelaskan makanan yang masih sangat panas dapat meningkatkan beban kerja kulkas. Selain itu, kondisi tersebut juga berpotensi memengaruhi kandungan nutrisi makanan.

Menurutnya, makanan yang sudah hangat atau suam-suam kuku masih aman di simpan. Namun, Anda sebaiknya menunggu hingga suhunya mendekati suhu ruang sebelum memasukkannya ke kulkas.

Ahli gizi FITPASS, Meher Rajput, juga menyampaikan pendapat serupa. Ia menyarankan agar makanan yang masih mendidih di dinginkan terlebih dahulu.

Rajput menjelaskan suhu tinggi dapat meningkatkan suhu di dalam kulkas. Akibatnya, telur, sayuran, daging, dan bahan makanan lain lebih mudah mengalami kontaminasi bakteri, termasuk Salmonella.

Jangan Biarkan Terlalu Lama di Suhu Ruang

Meski demikian, Anda juga tidak boleh membiarkan makanan berada di suhu ruang terlalu lama. Ahli gizi Shalini Manglani menyarankan penyimpanan maksimal dua jam setelah makanan selesai di masak.

Baca Juga :  Hasil SEA V Cup 2026: Timnas Voli Putra Indonesia Bungkam Kamboja, Awali Leg Kedua dengan Kemenangan Meyakinkan

Menurutnya, bakteri mulai berkembang biak ketika makanan berada terlalu lama pada suhu ruang. Karena itu, Anda perlu segera menyimpan makanan setelah suhunya cukup dingin.

Langkah tersebut membantu menjaga keamanan pangan. Selain itu, makanan juga tetap memiliki kualitas yang lebih baik saat di konsumsi kembali.

Gunakan Wadah yang Tepat

Konsultan gizi dr. Rupali Datta menyarankan pembagian makanan ke dalam beberapa porsi kecil. Cara tersebut membantu makanan lebih cepat dingin sehingga Anda bisa segera menyimpannya.

Selain itu, gunakan wadah kedap udara agar kelembapan tetap terjaga. Wadah tertutup juga membantu mencegah bau bercampur serta mengurangi risiko kontaminasi bakteri.

Datta juga menyarankan penyimpanan makanan matang dalam waktu maksimal dua jam setelah proses memasak selesai. Dengan demikian, kualitas makanan tetap terjaga.

Sementara itu, dosen senior regulasi keamanan pangan Johns Hopkins University, Kantha Shelke, merekomendasikan wadah kaca tempered. Wadah tersebut tidak mudah menyerap bau maupun noda. Selain itu, wadah kaca juga aman di gunakan kembali di oven dan microwave.

Shelke mengingatkan agar Anda menyisakan ruang kosong pada bagian atas wadah. Ruang tersebut memberi tempat bagi cairan untuk mengembang saat membeku.

Sebaliknya, Anda sebaiknya tidak langsung menuangkan makanan panas ke wadah plastik. Suhu tinggi berpotensi memicu pelepasan bahan kimia seperti BPA, ftalat, dan PFAS, terutama pada wadah yang sudah rusak.

Jika Anda ingin menyimpan makanan di freezer, pastikan wadah memiliki label freezer-safe. Langkah ini membantu menjaga keamanan makanan selama penyimpanan.

Baca Juga :  Kerinci Raih Penghargaan Terbaik II Program 3 Juta Rumah, Dapat 250 Unit Bedah Rumah

Bagaimana Jika di Simpan di Freezer?

Freezer juga memerlukan perlakuan yang sama. Karena itu, makanan panas sebaiknya tidak langsung masuk ke dalam freezer.

United States Department of Agriculture (USDA) menjelaskan makanan yang cepat membeku setelah di dinginkan akan membentuk kristal es yang lebih kecil. Kondisi tersebut membantu menjaga tekstur makanan saat di cairkan kembali.

Daging dan makanan laut tetap terasa lebih berair. Selain itu, buah, sayuran, makanan bertekstur krim, dan keju juga lebih mampu mempertahankan kualitasnya.

Anda dapat mendinginkan makanan menggunakan air es atau menyimpannya terlebih dahulu di kulkas. Setelah itu, Anda bisa memindahkannya ke freezer.

Untuk makanan berkuah, sisakan ruang kosong pada bagian atas wadah. Sementara itu, makanan padat memerlukan ruang sekitar satu sentimeter agar wadah tetap tertutup rapat.

Saat Kulkas Penuh Makanan Sisa

Sisa makanan sering memenuhi kulkas setelah acara keluarga atau hari raya. Karena itu, Sarah Peavitt menyarankan agar Anda lebih dulu merapikan isi kulkas.

Menurutnya, tidak semua bahan makanan harus masuk ke dalam kulkas. Beberapa produk justru tetap aman berada di luar kulkas sebelum di buka.

Contohnya meliputi acar dalam botol yang masih tersegel, saus tomat, beberapa jenis buah dan beri, serta selai kacang. Dengan cara tersebut, ruang penyimpanan menjadi lebih efisien dan sirkulasi udara di dalam kulkas tetap terjaga. (iD/*)

Berita Terkait

Tak Harus Menyita HP, Ini Cara Melindungi Anak dari Bahaya Medsos Menurut Psikolog
Virus Shamonda yang Biasanya Menyerang Hewan Ternak Kini Terdeteksi pada Manusia untuk Pertama Kali
477 Rumah Oksigen Disiapkan Kemenkes untuk Tangani Dampak Karhutla
Asap Karhutla Tak Hanya Mengganggu Paru, IDAI Soroti Risiko bagi Kecerdasan dan Mental Anak
Melihat Orang Lain Ketakutan, Benarkah Kita Bisa Ikut Takut? Ini Faktanya
Hb Rendah? Ini 5 Cara Menaikkan Hemoglobin Sesuai Penyebabnya
5 Cara Mencegah Influenza A, dari Vaksinasi hingga Cuci Tangan
Katarak di Usia Muda: Kenali Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya
Berita ini 24 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Tak Harus Menyita HP, Ini Cara Melindungi Anak dari Bahaya Medsos Menurut Psikolog

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Virus Shamonda yang Biasanya Menyerang Hewan Ternak Kini Terdeteksi pada Manusia untuk Pertama Kali

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:00 WIB

477 Rumah Oksigen Disiapkan Kemenkes untuk Tangani Dampak Karhutla

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Asap Karhutla Tak Hanya Mengganggu Paru, IDAI Soroti Risiko bagi Kecerdasan dan Mental Anak

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Melihat Orang Lain Ketakutan, Benarkah Kita Bisa Ikut Takut? Ini Faktanya

Berita Terbaru