Operasi Tulang Kaki di Turki demi Menambah dan Mengurangi Tinggi Badan Kian Diminati, Ketahui Prosedur dan Risikonya

Banyak orang menjalani operasi demi tinggi badan ideal, tetapi prosedur ini memiliki risiko besar dan masa pemulihan panjang.

- Jurnalis

Minggu, 26 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Operasi Tulang Kaki di Turki demi Menambah dan Mengurangi Tinggi Badan Kian Diminati, Ketahui Prosedur dan Risikonya. (Foto: cureindia)

Operasi Tulang Kaki di Turki demi Menambah dan Mengurangi Tinggi Badan Kian Diminati, Ketahui Prosedur dan Risikonya. (Foto: cureindia)

Intiperistiwa.com – Turki kini menarik perhatian banyak wisatawan yang ingin mengubah tinggi badan melalui operasi tulang kaki. Banyak orang memilih prosedur tersebut karena merasa kurang percaya diri dengan postur tubuh mereka. Sebagian pasien ingin memiliki tubuh lebih tinggi, sedangkan lainnya ingin mengurangi tinggi badan. Namun, tindakan medis tersebut membawa risiko yang sangat besar.

Prosedur Operasi Pemanjangan dan Pemendekan Kaki

Dikutip dari Daily Mail, dokter melakukan operasi pemendekan kaki dengan memotong tulang kaki lalu mengangkat sebagian tulang paha. Setelah itu, dokter menyambungkan kembali tulang tersebut dan memasang batang logam sebagai penyangga. Selanjutnya, dokter melepas batang logam setelah tulang menyatu dengan sempurna. Proses tersebut membutuhkan pemantauan selama masa penyembuhan.

Sementara itu, dokter menjalankan operasi pemanjangan kaki dengan memotong tulang kaki pasien. Kemudian, dokter memisahkan kedua bagian tulang secara bertahap selama beberapa bulan. Proses itu memicu pembentukan jaringan tulang baru pada celah yang terbentuk. Akibatnya, panjang kaki pasien bertambah sesuai target tindakan medis.

Alasan Pasien Menjalani Operasi

Kepala ahli bedah yang menangani prosedur tersebut, dr Yunus Oc, mengatakan sebagian besar pasien merupakan laki-laki. Menurutnya, banyak pasien menerima olokan dari lingkungan karena tinggi badan mereka. Kondisi itu kemudian memengaruhi kepercayaan diri dalam kehidupan sosial. Karena alasan tersebut, mereka memilih menjalani operasi.

“Pasien mungkin tidak dipilih oleh seorang wanita untuk menjalin hubungan. Pasien-pasien ini memiliki lebih banyak masalah mental dalam aktivitas sosial. Ketika kami menambahkan 8 cm atau 9 cm, mereka merasa lebih baik. Beberapa pasien berharap memiliki istri dan anak, tetapi mereka tidak menyukai tubuh mereka,” katanya.

Baca Juga :  Makan Telur Setiap Hari, Sehat atau Berbahaya? Ini Penjelasan Lengkapnya

Bertrand Darnamin, pria asal Prancis, mengetahui informasi mengenai operasi pemanjangan kaki melalui media sosial. Setelah itu, ia memutuskan menjalani prosedur tersebut demi meningkatkan rasa percaya diri. Menurut Darnamin, keputusan itu membuatnya merasa lebih nyaman dengan dirinya sendiri. Ia pun menyampaikan alasannya secara langsung.

“Agar saya merasa lebih baik tentang diri saya dan lebih percaya diri,” ungkap Darnamin.

Risiko Operasi Sangat Tinggi

Pasien dapat merasakan nyeri hebat setelah menjalani operasi tersebut. Selain itu, sebagian pasien membutuhkan kursi roda selama masa awal pemulihan. Mereka juga harus mengikuti fisioterapi selama beberapa bulan agar fungsi kaki kembali optimal. Karena itu, masa pemulihan membutuhkan waktu yang tidak singkat.

Salah satu klinik di Istanbul merekomendasikan masa pemulihan hingga enam bulan bagi pasien operasi pemendekan kaki. Sementara itu, Boston Children’s Hospital menjelaskan proses pemanjangan tulang umumnya berlangsung enam hingga sembilan bulan. Bahkan, proses tersebut dapat memakan waktu lebih lama sesuai target penambahan panjang tulang. Oleh sebab itu, pasien harus mempersiapkan proses pemulihan secara menyeluruh.

Dikutip dari Mirror, banyak warga Inggris datang ke Turki melalui paket liburan yang mencakup operasi pemanjangan kaki. Namun, National Health Service (NHS) mengingatkan masyarakat agar tidak menjalani prosedur tersebut tanpa kebutuhan klinis yang jelas. Menurut NHS, tindakan itu memerlukan pertimbangan yang matang. Selain itu, pasien perlu berdiskusi secara menyeluruh dengan dokter.

Baca Juga :  2 Rumah Sakit, 21 Puskesmas, dan 1 Labkesda di Kerinci Berstatus BLUD, Layanan Lebih Fleksibel

“Ini adalah prosedur serius dan invasif yang dapat bermanfaat bagi pasien jika ada kebutuhan klinis yang nyata, tetapi membawa risiko yang signifikan dan memerlukan diskusi yang menyeluruh antara pasien dan ahli bedah,” kata Profesor Tim Briggs, ahli bedah ortopedi sekaligus Direktur Nasional NHS.

“Pasien menghadapi perawatan selama berbulan-bulan, yang bisa sangat menyakitkan, dengan kemungkinan infeksi, kerusakan saraf, pembekuan darah, dan bahkan kecacatan permanen,” tambahnya.

Kegunaan Operasi Menurut Medis

Dalam dunia medis, dokter umumnya melakukan operasi pemanjangan maupun pemendekan tulang kaki untuk menangani limb length discrepancy (LLD). Kondisi tersebut menyebabkan panjang kedua kaki berbeda. Menurut Healthline, selisih panjang tulang dapat mencapai beberapa sentimeter atau inci. Selain itu, kondisi tersebut paling sering terjadi pada kaki.

Pengidap LLD biasanya menyesuaikan cara berjalan selama beberapa bulan bahkan bertahun-tahun. Namun, kondisi tersebut dapat memicu berbagai komplikasi seiring waktu. Akibatnya, pasien berisiko mengalami nyeri, kesulitan berjalan, hingga kesulitan berlari. Karena itu, dokter biasanya mempertimbangkan tindakan operasi berdasarkan kebutuhan medis pasien. (iD/*)

Berita Terkait

Mimpi Saat Demam Terasa Aneh dan Menakutkan? Pakar Jelaskan Penyebabnya
Pasta Gigi SLS atau Non-SLS, Mana yang Lebih Baik untuk Gigi dan Mulut?
Mau Iuran BPJS Ditanggung Pemerintah? Ini Syarat dan Cara Pindah dari BPJS Mandiri ke PBI
Kencing Tak Tuntas Jangan Diabaikan, Dokter Ingatkan Dampaknya terhadap Fungsi Ginjal
Waktu Tidur Ideal Tak Selalu 8 Jam, Studi Ungkap Kebutuhan Tiap Orang Berbeda-beda
BPJS Kesehatan dan Asuransi Komersial Kini Bisa Dipakai Bersamaan, Begini Mekanismenya
2 Rumah Sakit, 21 Puskesmas, dan 1 Labkesda di Kerinci Berstatus BLUD, Layanan Lebih Fleksibel
Bahaya Asap Karhutla, Kemenkes Ingatkan Risiko Gangguan Pernapasan hingga Jantung
Berita ini 16 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 19:00 WIB

Mimpi Saat Demam Terasa Aneh dan Menakutkan? Pakar Jelaskan Penyebabnya

Senin, 7 September 2026 - 13:00 WIB

Mau Iuran BPJS Ditanggung Pemerintah? Ini Syarat dan Cara Pindah dari BPJS Mandiri ke PBI

Minggu, 6 September 2026 - 07:00 WIB

Kencing Tak Tuntas Jangan Diabaikan, Dokter Ingatkan Dampaknya terhadap Fungsi Ginjal

Sabtu, 5 September 2026 - 22:00 WIB

Waktu Tidur Ideal Tak Selalu 8 Jam, Studi Ungkap Kebutuhan Tiap Orang Berbeda-beda

Sabtu, 5 September 2026 - 07:00 WIB

BPJS Kesehatan dan Asuransi Komersial Kini Bisa Dipakai Bersamaan, Begini Mekanismenya

Berita Terbaru