Intiperistiwa.com – Tinggal di bawah laut seperti Sandy Cheeks dalam serial SpongeBob SquarePants kini bukan sekadar khayalan. Sebuah startup asal Inggris mulai mengembangkan habitat khusus untuk manusia. Karena itu, kehidupan bawah laut perlahan mendekati kenyataan melalui teknologi yang mereka kembangkan.
Startup bernama DEEP memperkenalkan proyek habitat bawah laut bernama Vanguard. Perusahaan tersebut merancang Vanguard untuk mendukung aktivitas manusia di lingkungan laut. Selain itu, DEEP menyiapkan habitat ini sebagai fasilitas untuk kegiatan penelitian bawah laut.
Vanguard menjalankan proyeknya pada kedalaman sekitar 17 meter di lepas pantai Florida, Amerika Serikat. Namun, fasilitas ini tidak menawarkan kemewahan seperti hotel berbintang. Habitat berbentuk tabung tersebut memiliki ukuran sekitar 10 x 2 meter.
Seperti Apa Fasilitas Vanguard?
Pada dasarnya, Vanguard menggunakan konsep mobil karavan yang mendapat modifikasi khusus. Habitat tersebut memiliki beberapa modul untuk menunjang kebutuhan penghuninya. Karena itu, DEEP membagi fasilitas Vanguard menjadi beberapa bagian utama.
- Ruang tamu menyediakan empat tempat tidur susun, sofa, dan dapur.
- Ruang lain menggabungkan kamar mandi dengan laboratorium.
- Area berikutnya menyediakan kolam renang sekaligus ruang selam.
- Pelampung pendukung memasok oksigen, listrik, dan komunikasi dengan dunia luar.
Berbeda dengan sejumlah habitat bawah laut lain, Vanguard menempel pada dasar laut. Sistem tersebut membuat pengelola tidak perlu mengangkat habitat setiap kali awak berganti. Dengan konsep itu, DEEP menunjukkan rencana pengoperasian Vanguard dalam periode yang cukup panjang.
Meski terdengar futuristis, habitat bawah laut sebenarnya bukan konsep baru. Aquarius Reef Base sudah menjalankan fungsi serupa jauh sebelum Vanguard hadir. Laboratorium tersebut berdiri sejak 1986 dan kini Florida International University masih mengoperasikannya.
DEEP Ingin Dorong Penelitian Laut
Director of Scientific Research DEEP Dawn Kernagis menjelaskan sejarah panjang penelitian habitat bawah laut. Ia menyampaikan pernyataan tersebut kepada NPR, seperti dikutip Futurism, Senin (10/8/2026).
“Sudah lebih dari 40 tahun sejak kita memiliki habitat bawah laut yang dibangun dan diluncurkan untuk manusia,” kata Dawn Kernagis.
“Kami benar-benar membangun ini di atas pundak para raksasa yang telah melakukan penelitian ini,” sambungnya.
Selain membangun habitat, DEEP juga ingin menjadikan Vanguard sebagai pusat penelitian bawah laut. Perusahaan tersebut menawarkan hibah hingga USD 50.000 atau sekitar Rp 890 juta. Bantuan itu ditujukan bagi peneliti yang membutuhkan dukungan untuk menjalankan eksperimen.
Saat ini, DEEP mencari peneliti dalam bidang restorasi terumbu karang dan kolaborasi manusia-mesin. Dengan begitu, perusahaan berharap Vanguard dapat mendukung penelitian dengan pendekatan yang lebih langsung. Para peneliti juga dapat memanfaatkan lingkungan bawah laut sebagai bagian dari eksperimen mereka.
Peneliti Bisa Tinggal Lima Hari
Menurut informasi di situs DEEP, peneliti dapat mengajukan proposal kepada perusahaan. Setiap tim boleh beranggotakan maksimal dua orang. Selanjutnya, DEEP akan memilih tim yang memenuhi persyaratan dan kebutuhan penelitian.
Peneliti terpilih mendapat kesempatan tinggal di bawah laut selama lima hari. Namun, mereka harus mengikuti pelatihan wajib selama dua minggu sebelum menjalankan kegiatan tersebut. Dengan skema itu, DEEP ingin memastikan setiap peserta memahami prosedur hidup dan bekerja di lingkungan bawah laut.
Pengembangan Vanguard menunjukkan bagaimana teknologi dapat membuka peluang baru untuk penelitian laut. Selain itu, habitat tersebut menawarkan cara berbeda bagi manusia untuk mempelajari ekosistem bawah laut. Jika pengembangannya berjalan sesuai rencana, konsep seperti Vanguard dapat memperluas aktivitas penelitian di laut.
Bagi penggemar SpongeBob SquarePants, konsep ini mungkin mengingatkan pada kehidupan Sandy Cheeks. Namun, Vanguard tetap memiliki tujuan utama yang berbeda, yaitu mendukung penelitian dan aktivitas manusia di bawah laut. Pada akhirnya, teknologi ini membawa gagasan hidup di bawah laut semakin dekat dengan kenyataan. (iD/*)











Komentar