Intiperistiwa.com – Dugaan kekerasan dalam rumah tangga atau KDRT terjadi di Desa Sungai Deras, Kabupaten Kerinci. Peristiwa tersebut melibatkan perempuan berinisial NY, 48 tahun, dan suaminya, D, 60 tahun. NY mengalami luka setelah dugaan penganiayaan yang terjadi di rumahnya. Sementara itu, warga kemudian menemukan D meninggal di kawasan perladangan.
Peristiwa tersebut terjadi pada Senin, 10 Agustus 2026, sekitar pukul 19.15 WIB. Saat itu, saksi H, 46 tahun, dan F, 31 tahun, mendengar suara keributan dari rumah korban. Keduanya kemudian bersama warga mendatangi rumah tersebut untuk memastikan kondisi penghuni. Namun, warga menemukan pintu rumah terkunci dari dalam.
Karena khawatir, warga dan para saksi kemudian mendobrak pintu rumah tersebut. Setelah masuk, mereka menemukan NY dalam kondisi membutuhkan pertolongan medis. Warga kemudian membawa NY ke Rumah Sakit Umum M. Thalib. Sementara itu, D sudah tidak berada di rumah ketika warga masuk.
Korban Mendapat Penanganan Medis
Kasi Humas Polsek Air Hangat Timur, Ipda Marpau, menjelaskan proses evakuasi korban. “Warga kemudian segera membawa korban ke Rumah Sakit Umum M. Thalib untuk mendapatkan pertolongan medis,” ujar Ipda Marpau. Berdasarkan informasi rumah sakit, NY masih menjalani penanganan medis akibat luka yang dialaminya. Polisi juga mendalami penyebab luka serta alat yang kemungkinan digunakan dalam kejadian.
Usai kejadian, warga bersama petugas kepolisian mencari keberadaan D. Petugas mendapat informasi bahwa D meninggalkan lokasi setelah peristiwa tersebut. Pencarian kemudian berlanjut ke kawasan perladangan warga Desa Sungai Deras. Sekitar pukul 22.15 WIB, warga dan petugas menemukan D meninggal di atas pohon cengkeh.
Kasat Reskrim Polres Kerinci, AKP Very Prasetyawan, membenarkan penemuan D tersebut. “Terduga pelaku KDRT ditemukan meninggal di atas pohon,” kata AKP Very Prasetyawan. Namun, polisi masih mendalami rangkaian kejadian sebelum penemuan tersebut. Penyidik juga masih mencari kepastian mengenai penyebab kematian D.
Polisi Masih Mendalami Kasus
Hingga berita ini terbit, polisi masih menangani dan menyelidiki rangkaian kejadian tersebut. Penyidik mengumpulkan keterangan dari para saksi yang mengetahui peristiwa tersebut. Selain itu, petugas memeriksa bukti yang berkaitan dengan kejadian di lokasi. Langkah tersebut membantu polisi menyusun kronologi secara lebih lengkap.
Polisi juga mendalami dugaan penganiayaan yang membuat NY mengalami luka. Pada saat yang sama, penyidik mencari informasi mengenai kondisi D sebelum meninggal. Karena itu, polisi membutuhkan keterangan saksi dan bukti pendukung untuk memastikan rangkaian peristiwa. Penyidik juga akan memastikan penyebab kematian D melalui proses pemeriksaan lebih lanjut.
Peristiwa tersebut membuat warga Desa Sungai Deras merasa prihatin. Kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Warga juga diminta menyerahkan proses penyelidikan kepada pihak yang berwenang. Dengan demikian, informasi mengenai kasus tersebut dapat mengikuti hasil pemeriksaan resmi kepolisian. (iD/*)











Komentar