Intiperistiwa.com – Economist Intelligence Unit (EIU) merilis daftar kota paling layak huni dunia pada 2026. Kopenhagen, Denmark, menempati posisi teratas dalam pemeringkatan tersebut. Lalu, kota mana saja yang masuk jajaran terbaik dunia? Menariknya, Jepang membawa dua kota ke dalam daftar 10 besar.
EIU menggunakan Global Liveability Index untuk mengukur kualitas 173 kota dunia. Indeks tersebut menilai lebih dari 30 faktor kualitatif dan kuantitatif. Selanjutnya, EIU membagi faktor tersebut ke dalam lima kategori utama. Kelima kategori itu mencakup stabilitas, kesehatan, budaya dan lingkungan, pendidikan, serta infrastruktur.
Cara EIU Menilai Kelayakan Hidup
EIU menggunakan indikator kualitatif dan kuantitatif dalam proses penilaian. Untuk indikator kualitatif, analis internal dan kontributor lokal memberikan penilaian. Sementara itu, indikator kuantitatif mengacu pada kinerja relatif dari sejumlah data eksternal. EIU juga memakai data kuantitatif untuk membandingkan hasil penilaian kualitatif.
Setelah itu, EIU menggabungkan setiap skor berdasarkan bobot dalam masing-masing kategori. Hasilnya menghasilkan skor kategori dengan rentang 1 hingga 100. Skor 1 menunjukkan kondisi yang tidak dapat ditoleransi. Sebaliknya, skor 100 menunjukkan kondisi paling ideal.
Kemudian, EIU menggabungkan skor seluruh kategori dengan bobot masing-masing. Proses tersebut menghasilkan skor keseluruhan kelayakan hidup dengan nilai maksimal 100. Karena itu, skor akhir memberikan gambaran kualitas kehidupan setiap kota. Penilaian tersebut juga membantu pembaca melihat perbedaan kondisi antarwilayah.
EIU membagi hasil akhir ke dalam beberapa tingkat kelayakan hidup. Kota dengan skor di atas 80 masuk kategori dapat diterima. Sementara itu, skor di bawah 40 mencakup kategori dapat ditoleransi hingga tidak dapat ditoleransi. Berikut pengelompokan skor yang EIU gunakan:
- Dapat diterima: lebih dari 80 dari 100.
- Dapat ditoleransi, tidak nyaman, tidak diinginkan, atau tidak dapat ditoleransi: kurang dari 40.
Eropa dan Australia Kuasai 10 Besar
Global Liveability Index 2026 menunjukkan dominasi kota Eropa dan Australia. Masing-masing kawasan menyumbang empat kota dalam daftar 10 besar. Sementara itu, Jepang menyumbang dua kota dari kawasan Asia. Dengan demikian, Jepang menjadi satu-satunya negara Asia yang masuk daftar tersebut.
Kopenhagen menjadi contoh kota dengan tingkat kelayakan hidup tinggi. Kota tersebut mencatat nilai tinggi dalam layanan publik dan keamanan lingkungan. Selain itu, Kopenhagen menawarkan transportasi efisien serta layanan kesehatan yang baik. Faktor tersebut mendukung kualitas kehidupan masyarakat di ibu kota Denmark.
Kota-kota besar Australia juga mencatat kualitas kehidupan perkotaan yang baik. Selain itu, wilayah tersebut memiliki layanan publik yang luas dan sistem kesehatan yang baik. Tingkat konflik yang rendah turut mendukung kondisi kehidupan masyarakat. Kemudian, stabilitas politik dan akses layanan publik ikut memengaruhi kualitas hidup.
Daftar 10 Kota Paling Layak Huni 2026
Berikut daftar lengkap kota paling layak huni dunia berdasarkan Global Liveability Index 2026:
- Kopenhagen, Denmark — Skor 98
- Wina, Austria — Skor 97
- Melbourne, Australia — Skor 97
- Sydney, Australia — Skor 97
- Zurich, Swiss — Skor 96
- Geneva, Swiss — Skor 96
- Osaka, Jepang — Skor 96
- Adelaide, Australia — Skor 96
- Vancouver, Kanada — Skor 96
- Tokyo, Jepang — Skor 96
Osaka dan Tokyo menjadi dua kota Asia yang masuk daftar 10 besar. Keduanya berasal dari Jepang dan sama-sama meraih skor 96. Selain itu, Jepang menjadi satu-satunya negara Asia dalam jajaran tersebut. Pencapaian itu menempatkan dua kota Jepang sejajar dengan kota-kota unggulan Eropa dan Australia.
Kota dengan Tingkat Kelayakan Hidup Terendah
Di sisi lain, sejumlah kota menghadapi kondisi yang menurunkan tingkat kelayakan hidup. Tingkat konflik tinggi menjadi salah satu persoalan utama di sejumlah wilayah. Selain itu, ketidakstabilan politik dan tekanan ekonomi turut memengaruhi kehidupan masyarakat. Akses layanan publik yang sulit juga menjadi faktor penting dalam penilaian.
Beberapa kota masuk kelompok paling tidak layak huni pada 2026. Harare di Zimbabwe menjadi salah satu kota yang masuk kelompok tersebut. Selain itu, Port Moresby di Papua Nugini dan Lagos di Nigeria juga tercatat. Dhaka di Bangladesh serta Tripoli di Libya turut masuk kelompok kota dengan tingkat kelayakan hidup rendah.
Dengan demikian, Global Liveability Index 2026 memperlihatkan perbedaan kondisi kehidupan antarwilayah. Kopenhagen memimpin daftar dengan skor 98. Sementara itu, Osaka dan Tokyo menjadi wakil Asia dengan skor masing-masing 96. (iD/*)











Komentar