Intiperistiwa.com – Pemerintah menyiapkan 4.770 formasi sekolah kedinasan untuk kebutuhan CPNS 2026. Seleksi peserta didik rencananya mulai pemerintah umumkan pada Agustus 2026. Karena itu, calon peserta perlu mempersiapkan diri sejak sekarang. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini menyampaikan pesan tersebut kepada putra-putri Indonesia.
Menteri Rini meminta calon peserta mempersiapkan diri sebaik mungkin sebelum mengikuti seleksi. Menurutnya, sekolah kedinasan tidak sekadar membuka peluang menjadi ASN. Namun, peserta juga perlu membangun kompetensi, integritas, dan kedisiplinan. Nilai tersebut penting untuk mendukung pengabdian kepada masyarakat.
“Seleksi sekolah kedinasan bukan hanya tentang kesempatan menjadi ASN, tetapi juga tentang mempersiapkan diri untuk menjadi pribadi yang kompeten, integritas, dan disiplin dalam pengabdian untuk masyarakat,” ujar Menteri Rini, di Jakarta, Rabu (12/8/2026). Pernyataan itu menegaskan pentingnya kesiapan peserta dalam mengikuti seluruh tahapan seleksi. Selain itu, peserta perlu memahami bahwa proses seleksi menuntut kemampuan masing-masing individu.
Pendaftaran Melalui Portal SSCASN
Setelah pemerintah mengumumkan pembukaan seleksi, peserta dapat melakukan pendaftaran melalui portal SSCASN. Badan Kepegawaian Negara (BKN) menyediakan portal tersebut untuk proses pendaftaran. Peserta dapat mengakses pendaftaran melalui laman SSCASN BKN. Karena itu, calon peserta perlu memperhatikan informasi resmi saat pendaftaran mulai dibuka.
Tahun ini, sembilan instansi membuka formasi sekolah kedinasan di bawah naungannya. Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Perhubungan termasuk instansi yang membuka formasi tersebut. Kementerian Perhubungan bahkan menaungi 22 sekolah kedinasan. Selain itu, tujuh instansi lain juga membuka kesempatan melalui sekolah kedinasan masing-masing.
Sembilan instansi tersebut terdiri atas Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Perhubungan. Selanjutnya, ada Kementerian Keuangan serta Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Badan Pusat Statistik (BPS) juga membuka formasi sekolah kedinasan tahun ini. Kemudian, Kementerian Hukum, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, BMKG, serta BIN turut membuka formasi.
Formasi Sekolah Kedinasan 2026 Naik
Total formasi nasional sekolah kedinasan 2026 mencapai 4.770 formasi. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun 2025 yang mencapai 3.257 formasi. Dengan demikian, pemerintah menambah 1.513 formasi pada seleksi tahun ini. Data tersebut menunjukkan jumlah kebutuhan formasi sekolah kedinasan mengalami peningkatan.
Berikut rincian formasi sekolah kedinasan 2026 pada sembilan instansi:
- Institut Pemerintahan Dalam Negeri (Kementerian Dalam Negeri): 1.410 formasi
- 22 Sekolah Kedinasan di bawah Kementerian Perhubungan: 891 formasi
- Politeknik Keuangan Negara-STAN (Kementerian Keuangan): 1.000 formasi
- Politeknik Siber dan Sandi Negara (BSSN): 50 formasi
- Politeknik Statistika STIS (Badan Pusat Statistik): 564 formasi
- Politeknik Pengayoman Indonesia (Kementerian Hukum): 250 formasi
- Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan): 375 formasi
- Sekolah Tinggi Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG): 130 formasi
- Sekolah Tinggi Intelijen Negara (BIN): 100 formasi
Seleksi Tetap Menggunakan CAT
Pemerintah tetap menggunakan Computer Assisted Test (CAT) dalam seleksi sekolah kedinasan. Sistem tersebut membantu menghilangkan praktik curang dalam seleksi CASN. Praktik tersebut antara lain titipan orang dalam, joki, dan bentuk kecurangan lainnya. Karena itu, peserta perlu mengandalkan kemampuan sendiri selama mengikuti proses seleksi.
Menteri Rini juga mengingatkan peserta agar mengikuti seluruh tahapan seleksi dengan baik. Hasil akhir seleksi bergantung pada kemampuan setiap peserta. Selain itu, peserta perlu menghindari pihak yang menawarkan jaminan kelulusan. Pemerintah menegaskan bahwa peserta tidak memiliki jalan pintas untuk masuk birokrasi berintegritas.
“Jangan mudah percaya pada pihak-pihak yang menjanjikan kelulusan. Tidak ada jalan pintas untuk menjadi bagian dari birokrasi yang berintegritas,” tegas Menteri Rini. Karena itu, peserta perlu berhati-hati terhadap tawaran yang menjanjikan kelulusan. Peserta juga harus mengikuti proses seleksi sesuai ketentuan. Dengan begitu, hasil seleksi tetap mengacu pada kemampuan masing-masing.
SKD Sekolah Kedinasan Ditargetkan September
Menteri Rini turut meminta orang tua memberikan dukungan kepada putra-putrinya. Dukungan keluarga dapat membantu peserta menghadapi proses seleksi dengan lebih baik. Selain itu, motivasi dari rumah dapat mendorong peserta berkompetisi secara sehat. Karena itu, peran orang tua tetap penting selama proses persiapan.
Pemerintah menargetkan pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) pada September 2026. Seperti seleksi CASN lainnya, SKD sekolah kedinasan mencakup tiga materi utama. Materi tersebut meliputi Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensia Umum (TIU), dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP). Oleh sebab itu, peserta perlu mempersiapkan diri sesuai materi yang akan mereka hadapi.
Setelah mengikuti SKD, peserta melanjutkan proses seleksi ke tahap berikutnya. Namun, setiap sekolah kedinasan mengatur jadwal seleksi lanjutan secara masing-masing. Karena itu, peserta perlu mengikuti informasi dari sekolah kedinasan yang mereka pilih. Jadwal detail tahapan lanjutan juga mengikuti ketentuan masing-masing sekolah.
Rini kembali mengimbau peserta agar terus meningkatkan kompetensi diri. Peserta juga perlu menjaga integritas serta percaya pada kemampuan sendiri. Selain itu, kesiapan menghadapi setiap tahapan menjadi bagian penting dalam proses seleksi. Rini berharap proses tersebut menghasilkan generasi muda yang unggul dan berkarakter.
“Semoga seleksi Sekolah Kedinasan 2026 dapat melahirkan generasi muda yang unggul, berkarakter, dan mengedepankan kepentingan masyarakat,” pungkas Menteri Rini. Dengan demikian, peserta perlu mengikuti seluruh proses sesuai ketentuan yang berlaku. Pemerintah juga mengingatkan peserta agar tidak mempercayai pihak yang menjanjikan kelulusan. Informasi seleksi perlu peserta ikuti melalui saluran resmi terkait. (iD/*)











Komentar