Intiperistiwa.com – Institut Teknologi Bandung (ITB) memperpanjang pendaftaran calon dosen tidak tetap (DTT) 2026. Kini, calon pelamar masih dapat mengajukan diri hingga 14 Agustus 2026. Rekrutmen tersebut membuka kesempatan bagi lulusan S2 dan S3.
Selain lulusan S2 dan S3, ITB juga memberi kesempatan kepada mahasiswa S3 tertentu. Kandidat tersebut harus menargetkan kelulusan paling lambat pada 1 Mei 2027. Karena itu, pelamar perlu memenuhi ketentuan pendidikan, usia, kualifikasi, serta formasi tujuan.
Khusus calon dosen tidak tetap jenjang S1, ITB menawarkan peluang karier berikutnya. Setelah bekerja selama satu tahun, kandidat dapat mengikuti evaluasi kinerja pada unit kerja. Jika memenuhi hasil evaluasi, ITB dapat mengangkat kandidat sebagai calon dosen tetap non-PNS.
Syarat Calon Dosen Tidak Tetap ITB 2026
Calon pelamar DTT ITB 2026 wajib memenuhi sejumlah persyaratan berikut:
- Warga Negara Indonesia (WNI).
- Batas usia: maksimal 35 tahun untuk calon dosen S2 dan 40 tahun untuk calon dosen S3 pada 31 Desember 2026.
- IPK: minimal 3,00 dari skala 4,00 atau setara untuk S1. Sementara itu, pelamar S2 wajib memiliki IPK minimal 3,25.
- Pendidikan S2: memiliki gelar S1 dan S2 pada bidang yang relevan. Gelar harus berasal dari PTLN bereputasi atau perguruan tinggi dalam negeri dengan akreditasi internasional, Unggul, atau A.
- Pendidikan S3: memiliki gelar doktor pada bidang yang relevan. Gelar harus berasal dari PTLN bereputasi atau perguruan tinggi dalam negeri sesuai ketentuan akreditasi.
- Mahasiswa S3: mahasiswa yang akan lulus paling lambat 1 Mei 2027 tetap dapat mendaftar. Pelamar harus menyertakan surat pernyataan akan lulus sesuai format panitia.
- Kemampuan bahasa Inggris: memiliki ELPT ITB minimal 77 atau TOEFL ITP resmi dengan IIEF sebagai pemegang lisensi tunggal di Indonesia. Tes TOEFL ITP wajib berlangsung di UPT Layanan Bahasa ITB.
- Tes Potensi Akademik: memperoleh skor minimal 475. Pelamar juga harus memiliki sertifikat resmi UUO PT Bappenas yang masih berlaku saat pendaftaran.
- Kualifikasi bidang: sesuai dengan formasi yang tersedia atau bidang terkait untuk kebutuhan program multidisiplin dan/atau multikampus ITB.
- Pengalaman kerja: ITB mengutamakan pelamar yang memiliki pengalaman pada bidang relevan dengan posisi tujuan.
- Penempatan: bersedia ditempatkan di multikampus ITB. Lokasi tersebut meliputi Kampus Ganesha, Jatinangor, Cirebon, atau Jakarta.
- Kesehatan: sehat jasmani dan rohani serta tidak memiliki ketergantungan pada napza.
- Rekam perilaku: memiliki perilaku yang baik dan tidak memiliki catatan hukum yang bertentangan dengan ketentuan seleksi.
- Riwayat hukum: tidak pernah menjalani hukuman penjara berdasarkan putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap. Pelamar juga tidak sedang menjalani proses hukum.
- Riwayat pekerjaan: tidak pernah mendapat pemberhentian dengan tidak hormat sebagai ASN, CPNS, PNS, anggota Polri, TNI, atau pegawai institusi.
- Status kepegawaian: tidak berstatus sebagai ASN, CPNS, PNS, anggota Polri, atau anggota TNI.
- Ikatan dinas: tidak sedang menjalani ikatan dinas atau kewajiban kerja pada institusi negara maupun swasta.
- Partai politik: tidak menjadi anggota atau pengurus partai politik.
- Politik praktis: tidak terlibat dalam kegiatan politik praktis.
- Organisasi: tidak menjadi simpatisan, anggota, atau pengurus organisasi yang dilarang di NKRI.
70 Formasi Tersedia di 12 Fakultas dan Sekolah
Rekrutmen Dosen ITB 2026 membuka peluang pada 12 fakultas dan sekolah. ITB menyiapkan total sementara 70 formasi dalam rekrutmen tahun ini. Berikut rincian unit, kuota sementara, serta tautan formasi masing-masing.
| Fakultas/Sekolah | Kuota Sementara | Link Formasi |
|---|---|---|
| Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB) | 5 | Formasi FITB |
| Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) | 6 | Formasi FMIPA |
| Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) | 6 | Formasi FSRD |
| Fakultas Teknologi Industri (FTI) | 5 | Formasi FTI |
| Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD) | 6 | Formasi FTMD |
| Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM) | 5 | Formasi FTTM |
| Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL) | 5 | Formasi FTSL |
| Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK) | 4 | Formasi SAPPK |
| Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM) | 5 | Formasi SBM |
| Sekolah Farmasi (SF) | 8 | Formasi SF |
| Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) | 5 | Formasi SITH |
| Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) | 10 | Formasi STEI |
Jumlah tersebut menghasilkan 70 formasi sementara pada seluruh unit yang membuka rekrutmen. STEI memiliki kuota terbesar dengan 10 formasi. Sementara itu, SAPPK menyediakan kuota paling sedikit dengan empat formasi.
Tahapan Seleksi Dosen ITB 2026
ITB menjalankan proses seleksi melalui beberapa tahapan. Setiap pelamar perlu mengikuti tahapan sesuai hasil seleksi sebelumnya. Karena itu, kandidat harus memperhatikan informasi dan jadwal dari panitia.
Berikut rangkaian seleksi calon dosen tidak tetap ITB 2026:
- Tahap 1: Seleksi Administrasi.
- Tahap 2: Psikotes dan Seleksi Kompetensi Bidang.
- Tahap 3: Seleksi Wawancara dan Microteaching bagi peserta yang lolos tahap kedua.
- Tahap 4: MMPI dan Tes Kesehatan bagi peserta yang lolos tahap ketiga.
Pada tahap keempat, peserta mengikuti Minnesota Multiphasic Personality Inventory (MMPI). Setelah itu, peserta menjalani tes kesehatan sesuai ketentuan seleksi. Dengan demikian, peserta perlu mempersiapkan diri sejak tahap administrasi.
Cara Melihat Panduan Rekrutmen ITB 2026
Pelamar dapat mengikuti informasi rekrutmen melalui situs resmi dan kanal media sosial ITB. Selain itu, panitia menyediakan panduan khusus bagi calon peserta. Panduan tersebut membantu pelamar memahami ketentuan dan tahapan rekrutmen secara lebih lengkap.
Pelamar juga dapat membuka Panduan Rekrutmen Terbuka Calon DTT ITB 2026. Karena pendaftaran berlangsung hingga 14 Agustus 2026, calon pelamar sebaiknya segera mengecek persyaratan. Selanjutnya, pelamar dapat memilih formasi yang sesuai dengan latar belakang pendidikan dan kualifikasinya (iD/*)











Komentar