Buah Matang Lebih Manis, Tapi Benarkah Lebih Banyak Gulanya?

Ahli IPB menjelaskan hubungan tingkat kematangan buah dengan kandungan gula dan pentingnya mengatur porsi.

- Jurnalis

Jumat, 14 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Buah Matang Lebih Manis, Tapi Benarkah Lebih Banyak Gulanya? (Foto: hypermart)

Buah Matang Lebih Manis, Tapi Benarkah Lebih Banyak Gulanya? (Foto: hypermart)

Intiperistiwa.com – Banyak orang memilih buah matang karena rasanya lebih manis. Namun, rasa tersebut ternyata berkaitan dengan perubahan kandungan karbohidrat. Guru Besar FMIPA IPB University, Prof. Antonius Suwanto, membenarkan hubungan tersebut. Ia menjelaskan perbedaan komposisi karbohidrat pada buah berdasarkan tingkat kematangannya.

Pada buah yang belum matang, karbohidrat masih didominasi pati resisten. Tubuh mencerna jenis pati tersebut dengan lebih lambat. Selanjutnya, proses pematangan membuat kandungan gula dalam buah meningkat. Karena itu, buah yang semakin matang umumnya memiliki rasa semakin manis.

“Makanya, makin matang buahnya, makin tinggi juga kandungan gulanya dan rasanya jadi semakin manis,” ujar Antonius. Ia menyampaikan penjelasan tersebut melalui laman IPB University. Pernyataan itu kemudian dikutip pada Rabu, 5 Agustus 2026. Jadi, tingkat kematangan memang memengaruhi rasa manis pada buah.

Buah Mengkal Bisa Menjadi Pilihan

Menurut Antonius, buah yang belum matang atau mengkal dapat menjadi pilihan tertentu. Pilihan tersebut terutama berlaku bagi orang yang perlu membatasi asupan gula. Meski belum matang, buah tetap menyediakan mineral, vitamin, dan serat. Kandungan tersebut tetap memberikan manfaat bagi tubuh.

Baca Juga :  Jadwal Kontrol BPJS Terlewat? Begini Cara Tetap Mendapatkan Layanan Kesehatan

Namun, Antonius mengingatkan masyarakat agar tidak hanya memperhatikan tingkat kematangan. Jumlah buah yang seseorang konsumsi juga memegang peranan penting. Buah matang dalam jumlah terbatas tetap dapat menjadi pilihan yang baik. Sebaliknya, konsumsi buah mengkal dalam jumlah besar juga perlu mendapat perhatian.

“Kalau makan buah yang masak tetapi jumlahnya tidak terlalu banyak, mungkin masih oke dibandingkan makan buah yang setengah matang, tetapi jumlahnya banyak,” jelasnya. Pernyataan tersebut menunjukkan pentingnya mengatur porsi konsumsi buah. Karena itu, masyarakat tidak perlu menjadikan tingkat kematangan sebagai satu-satunya pertimbangan. Jumlah konsumsi tetap perlu menyesuaikan kebutuhan masing-masing.

Lebih Baik Konsumsi Buah Secara Utuh

Selain mengatur porsi, Antonius menyarankan masyarakat mengonsumsi buah dalam bentuk utuh. Cara tersebut membantu mempertahankan serat alami yang terkandung dalam buah. Serat memiliki peran penting dalam mendukung kondisi bakteri baik di usus besar. Karena itu, konsumsi buah utuh memberikan manfaat yang perlu diperhatikan.

Baca Juga :  9 Drama China Komedi Romantis Terbaru 2026, Bikin Baper Sekaligus Ngakak

“Kalau konsumsi buah, sebaiknya buah yang utuh karena buah utuh mengandung serat,” ujarnya. Serat alami kemudian menjadi makanan bagi bakteri baik dalam usus besar. Bakteri tersebut membantu menjaga sistem imun tubuh. Selain itu, bakteri baik juga menghasilkan vitamin dan hormon.

Dengan demikian, buah matang maupun buah mengkal tetap memiliki nilai manfaat. Keduanya juga dapat menjadi pilihan yang lebih baik daripada camilan rendah nilai gizi. Antonius menegaskan hal tersebut ketika membandingkan buah dengan junk food. “Dua-duanya, baik buah mengkal maupun matang, tetap jauh lebih baik daripada ngemil junk food,” tutupnya.

Pada akhirnya, masyarakat dapat memilih buah sesuai kebutuhan dan kondisi masing-masing. Buah matang memang memiliki kandungan gula lebih tinggi dan rasa lebih manis. Sementara itu, buah mengkal tetap menyediakan mineral, vitamin, dan serat. Yang terpenting, konsumen tetap mengatur porsi serta memilih buah utuh. (iD/*)

Berita Terkait

Dinkes Kerinci Gelar Updating Simatneo dan MPDN, Perkuat Data Ibu dan Bayi serta Pantau Capaian CKG
10 Ikan Tinggi Merkuri yang Perlu Diwaspadai, Kenali Jenis dan Kadarnya Sebelum Konsumsi
8 Cara Alami Meredakan Amandel Bengkak yang Bisa Dicoba di Rumah
4 Manfaat Ikan untuk Kesehatan
Ramai Dibicarakan, Apa Itu Beras Fortifikasi dan Apa Bedanya dengan Beras Biasa?
Ciri-ciri Ginjal Bermasalah yang Perlu Diwaspadai, dari Urine Berubah hingga Kaki Bengkak
Mimpi Saat Demam Terasa Aneh dan Menakutkan? Pakar Jelaskan Penyebabnya
Pasta Gigi SLS atau Non-SLS, Mana yang Lebih Baik untuk Gigi dan Mulut?
Berita ini 16 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 19:00 WIB

Dinkes Kerinci Gelar Updating Simatneo dan MPDN, Perkuat Data Ibu dan Bayi serta Pantau Capaian CKG

Selasa, 29 September 2026 - 10:00 WIB

10 Ikan Tinggi Merkuri yang Perlu Diwaspadai, Kenali Jenis dan Kadarnya Sebelum Konsumsi

Senin, 21 September 2026 - 22:00 WIB

8 Cara Alami Meredakan Amandel Bengkak yang Bisa Dicoba di Rumah

Kamis, 17 September 2026 - 22:00 WIB

4 Manfaat Ikan untuk Kesehatan

Kamis, 17 September 2026 - 13:00 WIB

Ramai Dibicarakan, Apa Itu Beras Fortifikasi dan Apa Bedanya dengan Beras Biasa?

Berita Terbaru

Polemik Cristiano Ronaldo dan Jorge Jesus Makin Panas. (Foto: goal)

Sport

Polemik Cristiano Ronaldo dan Jorge Jesus Makin Panas

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Rombak Outsourcing BUMN. (Foto: Dok. Kemenaker)

Nasional

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Rombak Outsourcing BUMN

Rabu, 7 Okt 2026 - 07:00 WIB

Game Roblox Populer yang Wajib Dicoba Oktober 2026. (Gambar: Roblox)

Game

Game Roblox Populer yang Wajib Dicoba Oktober 2026

Selasa, 6 Okt 2026 - 22:00 WIB

Jangan Ketinggalan, Besok Mulai Pre-Order iPhone 18 Pro! (Foto: Hello Store/Blibli)

Teknologi

Jangan Ketinggalan, Besok Mulai Pre-Order iPhone 18 Pro!

Selasa, 6 Okt 2026 - 19:00 WIB

Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026. (Foto: KOMPAS.com/ADIL NURSALAM)

Sport

Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Selasa, 6 Okt 2026 - 16:00 WIB