Langka! Negara Ini Bakal Dilintasi 4 Gerhana Matahari Total hingga 2038

Australia akan mengalami empat gerhana Matahari total mulai 2028 hingga 2038, setelah absen pada 2026 dan 2027.

- Jurnalis

Sabtu, 22 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Langka! Negara Ini Bakal Dilintasi 4 Gerhana Matahari Total hingga 2038. (Foto: iStockphoto/Pitris/kompas)

Langka! Negara Ini Bakal Dilintasi 4 Gerhana Matahari Total hingga 2038. (Foto: iStockphoto/Pitris/kompas)

Intiperistiwa.com – Australia akan mengalami empat gerhana Matahari total mulai 2028 hingga 2038. Rangkaian ini hadir setelah Australia absen dari jalur gerhana total pada 2026 dan 2027. Sementara itu, gerhana 2 Agustus 2027 juga menarik perhatian karena durasinya mencapai 6 menit 22 detik. Fenomena tersebut menjadi salah satu peristiwa langit yang paling dinanti.

Dr. Ryan French menyoroti panjangnya durasi gerhana pada 2027. Ia bekerja sebagai astrofisikawan surya di Laboratorium Fisika Atmosfer dan Antariksa, Boulder, Colorado. CNN Sains mengutip pernyataannya mengenai fenomena tersebut. “Gerhana (pada 2027) yang wajib disaksikan karena akan menjadi gerhana terpanjang sepanjang hidup kita,” kata French.

Pada 12 Agustus 2026, gerhana Matahari total melintasi beberapa wilayah dunia. Masyarakat dapat menyaksikannya dari León, Valencia, dan Zaragoza di Spanyol. Selain itu, jalur gerhana mencakup Reykjavík, Greenland, Rusia utara, serta Portugal. Namun, Australia tidak masuk jalur gerhana Matahari total pada 2026 maupun 2027.

Australia Akan Mengalami Empat Gerhana Total

Meski absen selama dua tahun tersebut, Australia akan mendapat rangkaian gerhana total mulai 2028. Negara itu akan mengalami empat gerhana Matahari total hingga 2038. Selain itu, beberapa jalur gerhana akan melewati kota-kota besar. French menyebut rangkaian tersebut sebagai peristiwa luar biasa bagi Australia.

“Australia akan mengalami serangkaian peristiwa luar biasa, yaitu empat gerhana total dalam 10 tahun ke depan mulai tahun 2028.” French menambahkan, “yang semuanya melewati kota-kota besar.” Karena itu, Australia akan menjadi lokasi penting dalam rangkaian gerhana berikutnya. Empat gerhana tersebut akan hadir pada 2028, 2030, 2037, dan 2038.

Baca Juga :  iPad Mini OLED Siap Meluncur Oktober 2026, Simak Bocoran Fitur, Harga, dan Spesifikasinya

Jadwal Gerhana Matahari Total hingga 2038

Setelah gerhana 2 Agustus 2027, sejumlah gerhana Matahari total akan kembali melintasi berbagai negara. Australia dan Selandia Baru beberapa kali masuk jalur fenomena tersebut. Sementara itu, sejumlah negara di Afrika dan Asia juga akan mengalami gerhana total. Berikut jadwal gerhana Matahari total hingga 2038.

  1. 22 Juli 2028: Australia dan Selandia Baru.
  2. 25 November 2030: Namibia, Botswana, Afrika Selatan, Lesotho, dan Australia.
  3. 20 Maret 2034: Nigeria, Kamerun, Chad, Sudan, Mesir, Arab Saudi, Iran, Afghanistan, Pakistan, India, dan Cina.
  4. 2 September 2035: Tiongkok, Korea Utara, Korea Selatan, dan Jepang.
  5. 13 Juli 2037: Australia dan Selandia Baru.
  6. 26 Desember 2038: Australia dan Selandia Baru.

Daftar tersebut menunjukkan Australia masuk jalur empat gerhana Matahari total hingga 2038. Gerhana pertama dalam rangkaian itu akan hadir pada 22 Juli 2028. Selanjutnya, Australia kembali mengalami fenomena serupa pada 2030, 2037, dan 2038. Dengan demikian, negara tersebut mendapat empat kesempatan menyaksikan gerhana Matahari total dalam periode itu.

Cara Aman Menyaksikan Gerhana Matahari Total

Gerhana Matahari total terjadi ketika Bulan menutupi seluruh permukaan Matahari dari wilayah tertentu. Namun, masyarakat tetap harus menjaga keamanan mata saat menyaksikan fenomena tersebut. Karena itu, NASA membagikan pedoman keselamatan bagi masyarakat yang ingin mengamati gerhana. Pengamat perlu menggunakan pelindung mata selama fase parsial berlangsung.

  • Gunakan kacamata gerhana atau alat pengamat Matahari genggam selama fase parsial.
  • Tetap gunakan perlindungan mata sebelum dan sesudah fase totalitas.
  • Mata telanjang hanya boleh melihat ketika Bulan sepenuhnya menutupi Matahari.
  • Segera gunakan kembali pelindung ketika cahaya Matahari mulai terlihat.
Baca Juga :  WhatsApp Tak Lagi Berjalan di Sejumlah HP Android, Cek Apakah Ponsel Anda Masuk Daftar

Melihat Matahari secara langsung dapat memicu retinopati surya. Radiasi Matahari yang intens bisa menyebabkan luka bakar termal atau kerusakan fotokimia pada retina. Selain itu, kondisi tersebut dapat menyerang siapa pun yang menatap Matahari tanpa perlindungan. Risiko serupa juga mengintai orang yang menyaksikan gerhana secara langsung.

Kerusakan retina tidak selalu langsung menimbulkan gejala. Bahkan, seseorang bisa baru merasakan gangguan beberapa jam setelah paparan. Karena itu, masyarakat perlu mengenali sejumlah tanda setelah melihat Matahari tanpa perlindungan. Gejalanya dapat memengaruhi ketajaman, warna, serta pusat penglihatan.

Beberapa gejala meliputi penglihatan kabur dan kesulitan melihat detail. Selain itu, garis lurus dapat terlihat bergelombang. Titik buta pada tengah penglihatan juga dapat menjadi gejala awal. Gangguan lain mencakup warna kurang cerah serta ketidaknyamanan saat menghadapi cahaya terang.

Australia akan memulai rangkaian empat gerhana Matahari total pada 2028. Sementara itu, gerhana 2 Agustus 2027 akan berlangsung selama 6 menit 22 detik. Masyarakat tetap perlu mengikuti pedoman keselamatan ketika menyaksikan setiap fase gerhana. Perlindungan mata menjadi langkah penting sebelum dan sesudah fase totalitas. (iD/*)

Berita Terkait

Arab Saudi Mulai Matangkan Persiapan Haji 2027, Lebih dari 75 Negara Diajak Koordinasi
Ilmuwan Ungkap Inti Dalam Bumi Sempat Terlihat Bergerak Mundur, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Pulau Buatan di Pasifik Gagal Jadi Negara, Daratannya Ditelan Ombak
Arab Saudi Impor Pasir dari Luar, Padahal Punya Gurun yang Sangat Luas
10 Kota Paling Layak Huni 2026, Mana yang Jadi Favoritmu?
Matahari Akan Mati, Benarkah Bumi Bisa Bertahan? Ini Rencana Gila Ilmuwan
Heboh! Fisikawan Klaim Temukan ‘Lokasi Tuhan’ di Alam Semesta
Di Tempat Ini, Hujan Turun Puluhan Tahun Sekali, Tapi yang Turun Malah Bukan Air
Berita ini 6 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 17:00 WIB

Langka! Negara Ini Bakal Dilintasi 4 Gerhana Matahari Total hingga 2038

Kamis, 20 Agustus 2026 - 11:00 WIB

Arab Saudi Mulai Matangkan Persiapan Haji 2027, Lebih dari 75 Negara Diajak Koordinasi

Rabu, 19 Agustus 2026 - 23:00 WIB

Ilmuwan Ungkap Inti Dalam Bumi Sempat Terlihat Bergerak Mundur, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Selasa, 18 Agustus 2026 - 15:00 WIB

Pulau Buatan di Pasifik Gagal Jadi Negara, Daratannya Ditelan Ombak

Selasa, 18 Agustus 2026 - 13:00 WIB

Arab Saudi Impor Pasir dari Luar, Padahal Punya Gurun yang Sangat Luas

Berita Terbaru