Minum Teh Setiap Hari Aman untuk Ginjal? Ini Manfaat dan Risiko yang Perlu Diketahui

Teh membantu memenuhi kebutuhan cairan, tetapi konsumsi teh hitam berlebihan dapat meningkatkan asupan oksalat.

- Jurnalis

Rabu, 26 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Minum Teh Setiap Hari Aman untuk Ginjal? Ini Manfaat dan Risiko yang Perlu Diketahui. (Foto: iStock/cometary/cnnindonesia)

Minum Teh Setiap Hari Aman untuk Ginjal? Ini Manfaat dan Risiko yang Perlu Diketahui. (Foto: iStock/cometary/cnnindonesia)

Intiperistiwa.comTeh menjadi minuman yang banyak orang konsumsi setiap hari. Sebagian orang menikmatinya saat sarapan, sedangkan lainnya memilih teh ketika bersantai. Namun, kebiasaan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai pengaruh teh terhadap kesehatan ginjal. Bagi kebanyakan orang dewasa, konsumsi teh setiap pagi umumnya tidak membahayakan ginjal.

Pilihan teh tanpa banyak gula juga dapat menjadi bagian dari asupan cairan harian. Selain itu, sebagian besar kandungan teh berupa air. Verywell Health menyebut secangkir teh pagi turut menyumbang kebutuhan cairan harian. Cairan yang cukup membantu ginjal menyaring limbah dari darah dan menghasilkan urine.

Teh Membantu Menjaga Hidrasi

Sebagian orang khawatir kafein dalam teh dapat menyebabkan tubuh kehilangan terlalu banyak cairan. Memang, kafein memiliki efek diuretik ringan dan dapat meningkatkan produksi urine. Namun, kandungan air dalam teh biasanya mengimbangi efek tersebut. Karena itu, konsumsi teh dalam jumlah wajar tetap dapat membantu memenuhi kebutuhan cairan.

Jurnal Frontiers in Nutrition memuat penelitian mengenai kafein dan keseimbangan cairan pada 2017. Penelitian tersebut menilai kadar kafein yang umum pada orang dewasa saat beristirahat. Hasilnya tidak menunjukkan gangguan terhadap keseimbangan cairan tubuh. Dengan demikian, kandungan kafein dalam teh tidak otomatis menyebabkan dehidrasi.

US Food and Drug Administration juga mencatat kandungan kafein teh lebih rendah daripada kopi seduh. Jumlah kafein tentu berbeda berdasarkan jenis minuman. Namun, perbandingan berikut menggunakan porsi sekitar 12 ons atau 340 gram. Data tersebut menunjukkan variasi kadar kafein pada beberapa minuman populer.

  • Teh hitam: 71 mg
  • Teh hijau: 37 mg
  • Teh oolong: 8–25 mg
  • Kopi seduh: 113–247 mg

Bagi kebanyakan orang, peningkatan frekuensi buang air kecil setelah minum teh tidak menimbulkan masalah. Bahkan, aliran urine teratur dapat membantu mengencerkan mineral dalam saluran kemih. Mineral tersebut dapat membentuk kristal ketika konsentrasinya terlalu tinggi. Karena itu, kecukupan cairan memiliki peran penting dalam menjaga saluran kemih.

National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases menekankan pentingnya mencukupi kebutuhan cairan. Menurut lembaga tersebut, cukup minum menjadi langkah terpenting untuk mencegah batu ginjal. Teh dapat berkontribusi pada kebutuhan cairan jika seseorang mengonsumsinya secara wajar. Namun, pilihan minuman tetap perlu memperhatikan tambahan gula.

Baca Juga :  Rekrutmen BPJS Kesehatan 2026 Resmi Dibuka, Lulusan D3 dan S1 Bisa Daftar

Teh dan Fungsi Ginjal

Belum ada bukti bahwa konsumsi teh dalam jumlah sedang merusak ginjal orang dengan fungsi normal. Bahkan, beberapa penelitian menunjukkan kemungkinan manfaat terhadap fungsi ginjal. Sejumlah penelitian juga mengaitkan konsumsi teh dengan penurunan risiko penyakit ginjal kronis hingga 20 persen. Namun, penelitian tersebut belum mengetahui secara pasti penyebab efek tersebut.

Tambahan gula justru perlu mendapat perhatian ketika seseorang rutin mengonsumsi teh. Konsumsi gula dapat berdampak buruk terhadap kesehatan ginjal. Selain itu, gula berkaitan dengan risiko diabetes, tekanan darah tinggi, dan peningkatan berat badan. Karena itu, teh dengan sedikit atau tanpa gula menjadi pilihan lebih baik bagi kebanyakan orang.

Kebutuhan cairan harian juga tidak sebaiknya hanya bergantung pada teh. Seseorang tetap perlu memperoleh cukup air sepanjang hari. Selain itu, pola konsumsi teh perlu mempertimbangkan jenis serta jumlah yang diminum. Hal tersebut menjadi penting terutama ketika seseorang memilih teh hitam.

Teh Hitam dan Risiko Batu Ginjal

Teh hitam mengandung oksalat, senyawa alami yang juga terdapat pada beberapa makanan. Bayam, kacang-kacangan, dan cokelat juga memiliki kandungan oksalat. Pada sebagian orang, oksalat dapat berikatan dengan kalsium dalam urine. Proses tersebut dapat membantu membentuk batu kalsium oksalat, jenis batu ginjal yang paling umum.

Meski demikian, penelitian mengenai hubungan teh hitam dan batu ginjal masih menghasilkan temuan berbeda. Sebuah studi pada November 2021 melibatkan 430 orang dewasa. Peneliti mengamati hubungan konsumsi teh dan kopi dengan pembentukan batu oksalat. Hasilnya menemukan kaitan antara konsumsi teh tinggi dan peningkatan risiko batu kalsium oksalat.

Dalam penelitian tersebut, kelompok konsumsi tinggi meminum empat gelas teh atau lebih setiap hari. Peneliti membandingkannya dengan kelompok yang minum kurang dari dua gelas sehari. Kelompok konsumsi tinggi menunjukkan risiko batu ginjal kalsium oksalat yang lebih besar. Namun, temuan penelitian lain menunjukkan hasil berbeda.

Baca Juga :  Mulai 1 Agustus 2026, Empat Marketplace Mulai Pungut Pajak Toko Online

Sebuah tinjauan pada 2024 melibatkan lebih dari satu juta peserta. Hasil tinjauan tersebut mengaitkan konsumsi teh teratur dengan penurunan risiko batu ginjal sebesar 20 persen. Peningkatan asupan cairan dapat membantu menurunkan konsentrasi mineral dalam urine. Dengan demikian, kondisi tersebut dapat mengurangi kemungkinan pembentukan kristal.

Secara praktis, penelitian menunjukkan satu atau dua cangkir teh memiliki risiko kecil atau hampir tidak ada. Namun, orang dengan batu ginjal berulang perlu lebih berhati-hati terhadap teh hitam pekat. Konsumsi teh berlebihan dapat meningkatkan asupan oksalat pada kelompok tersebut. Karena itu, jumlah dan jenis teh tetap menjadi pertimbangan penting dalam kebiasaan harian. (iD/*)


FAQ

Apakah aman minum teh setiap hari untuk ginjal?

Bagi kebanyakan orang dewasa dengan fungsi ginjal normal, konsumsi teh sedang umumnya tidak membahayakan ginjal. Teh juga menyumbang kebutuhan cairan harian. Selain itu, kandungan airnya biasanya mengimbangi efek diuretik ringan dari kafein. Namun, tambahan gula dan jumlah konsumsi tetap perlu mendapat perhatian.

Apakah teh bisa menyebabkan dehidrasi?

Kafein dalam teh memang memiliki efek diuretik ringan. Namun, kandungan air dalam teh biasanya mengimbangi peningkatan produksi urine. Penelitian 2017 juga tidak menemukan gangguan keseimbangan cairan pada kadar kafein umum. Karena itu, konsumsi teh wajar tidak otomatis menyebabkan dehidrasi.

Apakah teh hitam bisa menyebabkan batu ginjal?

Teh hitam mengandung oksalat yang dapat berikatan dengan kalsium dalam urine. Proses tersebut berpotensi membantu pembentukan batu kalsium oksalat. Namun, berbagai penelitian masih menunjukkan hasil yang berbeda. Orang dengan batu ginjal berulang sebaiknya menghindari konsumsi teh hitam pekat secara berlebihan.

Berapa banyak teh yang menunjukkan risiko rendah?

Penelitian menunjukkan satu atau dua cangkir teh memiliki sedikit risiko atau hampir tidak ada. Namun, sebuah studi mengaitkan empat gelas atau lebih dengan peningkatan risiko tertentu. Temuan tersebut terutama berkaitan dengan batu ginjal kalsium oksalat. Karena itu, jumlah konsumsi menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan.

Berita Terkait

Mau Iuran BPJS Ditanggung Pemerintah? Ini Syarat dan Cara Pindah dari BPJS Mandiri ke PBI
Kencing Tak Tuntas Jangan Diabaikan, Dokter Ingatkan Dampaknya terhadap Fungsi Ginjal
Waktu Tidur Ideal Tak Selalu 8 Jam, Studi Ungkap Kebutuhan Tiap Orang Berbeda-beda
BPJS Kesehatan dan Asuransi Komersial Kini Bisa Dipakai Bersamaan, Begini Mekanismenya
2 Rumah Sakit, 21 Puskesmas, dan 1 Labkesda di Kerinci Berstatus BLUD, Layanan Lebih Fleksibel
Bahaya Asap Karhutla, Kemenkes Ingatkan Risiko Gangguan Pernapasan hingga Jantung
Kasus Kanker pada Usia Muda Semakin Meningkat, 11 Jenis Ini Perlu Jadi Perhatian
Stres Bisa Bikin Berat Badan Melonjak, Dokter Ungkap Bahaya Stress Eating
Berita ini 13 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 13:00 WIB

Mau Iuran BPJS Ditanggung Pemerintah? Ini Syarat dan Cara Pindah dari BPJS Mandiri ke PBI

Minggu, 6 September 2026 - 07:00 WIB

Kencing Tak Tuntas Jangan Diabaikan, Dokter Ingatkan Dampaknya terhadap Fungsi Ginjal

Sabtu, 5 September 2026 - 22:00 WIB

Waktu Tidur Ideal Tak Selalu 8 Jam, Studi Ungkap Kebutuhan Tiap Orang Berbeda-beda

Sabtu, 5 September 2026 - 07:00 WIB

BPJS Kesehatan dan Asuransi Komersial Kini Bisa Dipakai Bersamaan, Begini Mekanismenya

Selasa, 1 September 2026 - 09:00 WIB

2 Rumah Sakit, 21 Puskesmas, dan 1 Labkesda di Kerinci Berstatus BLUD, Layanan Lebih Fleksibel

Berita Terbaru