Waktu Tidur Ideal Tak Selalu 8 Jam, Studi Ungkap Kebutuhan Tiap Orang Berbeda-beda

Sejumlah penelitian menunjukkan kebutuhan tidur tidak selalu sama pada setiap orang.

- Jurnalis

Sabtu, 5 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Waktu Tidur Ideal Tak Selalu 8 Jam, Studi Ungkap Kebutuhan Tiap Orang Berbeda-beda. (Gambar: Ilustrasi AI)

Waktu Tidur Ideal Tak Selalu 8 Jam, Studi Ungkap Kebutuhan Tiap Orang Berbeda-beda. (Gambar: Ilustrasi AI)

Intiperistiwa.com – Istirahat yang cukup menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan. Namun, waktu tidur ideal tidak selalu sama pada setiap orang. Selama ini, banyak orang mengenal delapan jam sebagai patokan tidur malam. Namun, sejumlah penelitian menunjukkan kebutuhan tidur manusia dapat berbeda-beda.

Brain Medicine menerbitkan ulasan terbaru pada Agustus 2026 mengenai pola tidur manusia. Ulasan itu mempertanyakan anggapan bahwa semua orang dewasa harus tidur delapan jam setiap malam. Para penulis menyoroti pola tidur masyarakat praindustri yang menunjukkan fleksibilitas cukup besar. Karena itu, pola tidur teratur pada masa sekarang tidak selalu mencerminkan kebiasaan manusia sepanjang sejarah.

“Pola tidur manusia di masyarakat praindustri menunjukkan fleksibilitas yang substansial, yang menunjukkan bahwa norma-norma kontemporer tentang tidur malam yang teratur bukanlah sesuatu yang tetap secara evolusioner,” menurut para penulis. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pola tidur manusia dapat berubah sesuai kondisi. Sejarah juga menunjukkan kebiasaan tidur tidak selalu mengikuti delapan jam tanpa terputus. Dengan demikian, satu pola tidur tidak selalu berlaku bagi semua orang.

Waktu Tidur Ideal Tidak Selalu Mengikuti Patokan Delapan Jam

New York Post menjelaskan kebiasaan manusia sebelum munculnya berbagai unsur kehidupan modern. Saat itu, manusia belum mengenal jam kerja 40 jam, alarm, maupun penggunaan telepon seluler. Mereka menjalani pola tidur yang lebih mengikuti kondisi alami. Karena itu, para peneliti mempelajari komunitas pemburu-pengumpul untuk memahami pola tidur alami manusia.

Ulasan tersebut mengutip studi dalam jurnal Current Biology mengenai masyarakat di Tanzania dan Bolivia. Studi itu menemukan durasi tidur sekitar 5,7 hingga 7,1 jam setiap malam. Namun, peneliti tidak mengaitkan durasi tersebut semata-mata dengan faktor modern. Faktor itu mencakup kebisingan lalu lintas, media sosial, dan paparan cahaya buatan pada malam hari.

Durasi tidur masyarakat praindustri juga menunjukkan variasi antara satu kelompok dan kelompok lainnya. Perbedaan itu bergantung pada metode pengukuran, tempat tinggal, musim, serta faktor lingkungan. Sementara itu, sebuah analisis pada Februari 2025 memperkirakan rata-rata durasi tidur mencapai 6,4 jam. Temuan tersebut kembali memperlihatkan bahwa waktu tidur ideal tidak selalu memiliki satu angka tetap.

Baca Juga :  Daftar Harga iPhone Terbaru Agustus 2026, Seri 15 hingga iPhone 17 Pro Max

Industrialisasi Mengubah Pola Tidur Manusia

Industrialisasi, penggunaan listrik, dan urbanisasi kemudian mengubah waktu, durasi, serta keteraturan tidur manusia secara signifikan. Salah satu faktor utama berasal dari perubahan siklus alami terang dan gelap. Selain itu, aktivitas modern membuat manusia semakin sering terpapar cahaya buatan pada malam hari. Kondisi tersebut ikut memengaruhi keteraturan ritme tidur.

Pada era modern, cahaya buatan dan aktivitas kerja malam dapat memicu ketidaksesuaian ritme sirkadian secara berkelanjutan. Ketidaksesuaian tersebut berpotensi memengaruhi kesehatan fisik maupun mental. Karena itu, perubahan lingkungan turut memengaruhi pola tidur manusia. Faktor tersebut juga menjadi bagian penting dalam pembahasan mengenai waktu tidur ideal.

The Conversation menjelaskan banyak penelitian besar mengenai hubungan jumlah tidur dengan kesehatan terbaik. Berdasarkan penelitian tersebut, jumlah tidur optimal memang berada sekitar delapan jam. Namun, penelitian lain menunjukkan kebutuhan tidur dapat memiliki rentang berbeda. Dengan demikian, delapan jam tidak selalu menjadi angka yang sama bagi setiap orang.

Nature menerbitkan studi lain pada Mei 2026 mengenai hubungan tidur dengan penuaan berbagai organ. Studi itu menggunakan pemindaian otak, tubuh, serta pengukuran molekuler. Hasilnya memperkirakan jumlah tidur ideal berkisar antara 6,4 hingga 7,8 jam. Rentang itu bergantung pada jenis kelamin dan organ spesifik yang peneliti amati.

Sleep Foundation merekomendasikan orang dewasa berusia 26 hingga 64 tahun tidur tujuh sampai sembilan jam setiap hari. Namun, beberapa orang dewasa dapat membutuhkan tidur antara enam hingga 10 jam. Karena itu, waktu tidur ideal dapat berbeda pada setiap individu. Delapan jam bisa sesuai bagi seseorang, tetapi kurang atau berlebihan bagi orang lain.

Baca Juga :  9 Drama China Komedi Romantis Terbaru 2026, Bikin Baper Sekaligus Ngakak

Sejumlah temuan tersebut menunjukkan bahwa delapan jam bukan aturan mutlak untuk semua orang. Sebaliknya, kebutuhan tidur dapat berbeda berdasarkan berbagai kondisi yang memengaruhi individu. Karena itu, satu angka tidak selalu dapat mewakili kebutuhan tidur setiap orang. Waktu tidur ideal tetap dapat berbeda-beda pada masing-masing individu. (iD/*)


FAQ

Apakah waktu tidur ideal harus selalu delapan jam?

Tidak selalu. Sejumlah penelitian menunjukkan kebutuhan tidur dapat berbeda pada setiap orang. Namun, banyak penelitian besar menemukan durasi sekitar delapan jam berkaitan dengan kesehatan terbaik. Karena itu, delapan jam tidak menjadi aturan mutlak bagi semua orang.

Berapa waktu tidur ideal menurut studi Nature pada Mei 2026?

Studi Nature memperkirakan durasi ideal berkisar antara 6,4 hingga 7,8 jam. Penelitian itu mengamati hubungan tidur dengan penuaan berbagai organ. Selain itu, peneliti menggunakan pemindaian otak, tubuh, dan pengukuran molekuler. Rentang tersebut bergantung pada jenis kelamin dan organ yang peneliti amati.

Berapa lama masyarakat Tanzania dan Bolivia tidur?

Studi Current Biology menemukan masyarakat di Tanzania dan Bolivia tidur sekitar 5,7 hingga 7,1 jam setiap malam. Peneliti mempelajari komunitas tersebut untuk memahami pola tidur alami manusia. Durasi itu tidak semata-mata berkaitan dengan faktor kehidupan modern. Temuan tersebut menunjukkan adanya variasi dalam pola tidur manusia.

Berapa rekomendasi tidur orang dewasa menurut Sleep Foundation?

Sleep Foundation merekomendasikan usia 26 hingga 64 tahun tidur selama tujuh sampai sembilan jam per hari. Namun, sebagian orang dewasa dapat membutuhkan enam hingga 10 jam. Karena itu, kebutuhan setiap orang dapat berbeda. Waktu tidur ideal tidak selalu sama bagi seluruh orang dewasa.

Berita Terkait

Kencing Tak Tuntas Jangan Diabaikan, Dokter Ingatkan Dampaknya terhadap Fungsi Ginjal
BPJS Kesehatan dan Asuransi Komersial Kini Bisa Dipakai Bersamaan, Begini Mekanismenya
2 Rumah Sakit, 21 Puskesmas, dan 1 Labkesda di Kerinci Berstatus BLUD, Layanan Lebih Fleksibel
Bahaya Asap Karhutla, Kemenkes Ingatkan Risiko Gangguan Pernapasan hingga Jantung
Kasus Kanker pada Usia Muda Semakin Meningkat, 11 Jenis Ini Perlu Jadi Perhatian
Stres Bisa Bikin Berat Badan Melonjak, Dokter Ungkap Bahaya Stress Eating
10 Kebiasaan Sederhana yang Bisa Membantu Mengurangi Lemak Perut
Minum Teh Setiap Hari Aman untuk Ginjal? Ini Manfaat dan Risiko yang Perlu Diketahui
Berita ini 6 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 07:00 WIB

Kencing Tak Tuntas Jangan Diabaikan, Dokter Ingatkan Dampaknya terhadap Fungsi Ginjal

Sabtu, 5 September 2026 - 22:00 WIB

Waktu Tidur Ideal Tak Selalu 8 Jam, Studi Ungkap Kebutuhan Tiap Orang Berbeda-beda

Sabtu, 5 September 2026 - 07:00 WIB

BPJS Kesehatan dan Asuransi Komersial Kini Bisa Dipakai Bersamaan, Begini Mekanismenya

Selasa, 1 September 2026 - 09:00 WIB

2 Rumah Sakit, 21 Puskesmas, dan 1 Labkesda di Kerinci Berstatus BLUD, Layanan Lebih Fleksibel

Minggu, 30 Agustus 2026 - 07:00 WIB

Bahaya Asap Karhutla, Kemenkes Ingatkan Risiko Gangguan Pernapasan hingga Jantung

Berita Terbaru

Air Dispenser Panas Semua? Kenali Penyebab dan Cara Memperbaikinya. (Gambar: Ilustrasi AI)

Tips & Trik

Air Dispenser Panas Semua? Kenali Penyebab dan Cara Memperbaikinya

Minggu, 6 Sep 2026 - 15:00 WIB