Festival Kopi Kerinci 2026 Berakhir Meriah, Ini Daftar Lengkap Pemenang Kompetisi Kopi

Monadi menutup festival di Kayu Aro sekaligus mengapresiasi peserta, petani, pelaku usaha, dan penggiat kopi.

- Jurnalis

Senin, 21 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Festival Kopi Kerinci 2026 Berakhir Meriah, Ini Daftar Lengkap Pemenang Kompetisi Kopi. (Foto: kompas86)

Festival Kopi Kerinci 2026 Berakhir Meriah, Ini Daftar Lengkap Pemenang Kompetisi Kopi. (Foto: kompas86)

Intiperistiwa.com – Bupati Kerinci Monadi menutup rangkaian Festival Kopi Kerinci 2026, Minggu (20/9/2026). Penutupan berlangsung di M10, Lindung Jaya, Kecamatan Kayu Aro. Acara berlangsung meriah dengan pertunjukan budaya dan pengumuman pemenang berbagai kompetisi kopi. Selain itu, Monadi berharap festival tersebut terus berlanjut dan berkembang pada tahun mendatang.

Festival mempertemukan petani, penggiat kopi, pelaku usaha, pecinta kopi, serta berbagai pihak terkait. Selama kegiatan, peserta mengikuti sejumlah agenda yang mengangkat potensi kopi Kerinci. Selain mempromosikan kopi, panitia menghadirkan kompetisi kualitas biji, penyeduhan, pencicipan, dan hilirisasi produk. Karena itu, festival menjadi ruang pertemuan berbagai unsur dalam ekosistem perkopian daerah.

Deputi BI Provinsi Jambi Yudo Wijoseno turut mengikuti rangkaian penutupan tersebut. Wakil Bupati Kerinci H. Murison, S.Pd., S.Sos., M.Si., juga hadir bersama unsur Forkopimda. Selain itu, Dandim 0417/Kerinci Letkol Inf Eko Siswanto, S.Hub.Int., M.I.P., mengikuti acara bersama anggota DPRD. Sekda, kepala OPD, camat, organisasi perempuan, dan penggiat kopi juga memeriahkan penutupan.

Festival Kopi Kerinci 2026 Hadirkan Tarian Cerita Kopi

Tim kesenian binaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kerinci membawakan Tarian Cerita Kopi. Pertunjukan tersebut menambah semarak suasana di hadapan tamu dan masyarakat. Selain menjadi hiburan, tarian itu mengangkat kekayaan seni dan budaya Kerinci. Pertunjukan tersebut juga menggambarkan perjalanan kopi sebagai salah satu potensi unggulan daerah.

Perpaduan kopi dan budaya semakin menonjolkan identitas Kerinci selama acara penutupan. Masyarakat dapat menyaksikan hubungan antara komoditas perkebunan, seni, dan kreativitas lokal. Selain itu, festival memberi ruang bagi budaya daerah untuk tampil bersama produk unggulan. Dengan demikian, rangkaian kegiatan tidak hanya berfokus pada kompetisi dan promosi kopi.

Monadi mengaku terharu melihat antusiasme peserta dan masyarakat selama festival. Menurutnya, semangat tersebut menunjukkan kuatnya dukungan terhadap perkembangan kopi Kerinci. Selain menjadi komoditas pertanian, kopi juga memiliki potensi ekonomi dan nilai identitas daerah. Karena itu, Monadi mengajak berbagai pihak terus mengembangkan potensi tersebut.

“Saya merasa terharu melihat semangat peserta dan masyarakat dalam mengikuti kegiatan ini. Ini menunjukkan bahwa kopi Kerinci memiliki potensi yang luar biasa dan mendapat dukungan dari masyarakat kita,” ujar Bupati Monadi.

Monadi juga menyampaikan apresiasi kepada sponsor, panitia, peserta, petani, penggiat kopi, dan pelaku UMKM. Menurutnya, kontribusi berbagai pihak membantu menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan. Selain itu, ia berharap festival terus berkembang pada tahun-tahun berikutnya. Pemerintah daerah ingin menjaga keberlanjutan kegiatan tersebut bersama berbagai pihak.

“Terima kasih kepada seluruh sponsor dan semua pihak yang telah terlibat. InsyaAllah tahun depan kegiatan ini tetap berkelanjutan dan kita terus dorong agar semakin baik,” katanya.

Daftar Pemenang Kompetisi Festival Kopi Kerinci 2026

Panitia menghadirkan enam kategori kompetisi dalam Festival Kopi Kerinci 2026. Peserta menguji kualitas biji, keterampilan menyeduh, kemampuan mencicipi, hingga kreativitas hilirisasi produk. Selain peserta dari Kerinci, beberapa pemenang berasal dari daerah lain. Berikut daftar lengkap pemenang pada setiap kategori:

  • Greenbean Arabica
    • Juara 1: Deka Mulia — Desa Pauh Tinggi
    • Juara 2: Rio Apriadi — Desa Kersik Tuo
    • Juara 3: Busri — Desa Pauh Tinggi
  • Greenbean Robusta
    • Juara 1: Deka Mulia — Desa Pauh Tinggi
    • Juara 2: Idris Hermawan — Desa Jernih Jaya
    • Juara 3: Santi Ali — Sungai Penuh
  • Greenbean Liberika
    • Juara 1: Adelia — Jambi
    • Juara 2: Yani Nurmayani — Sungai Terap, Tanjung Jabung Barat
    • Juara 3: Martono — Sarolangun
  • Manual Brewing
    • Juara 1: Frenki
    • Juara 2: M. Irvan
    • Juara 3: Galan Dwi Andika
  • Cup Taster
    • Juara 1: Rahma
    • Juara 2: Frasetiawan
    • Juara 3: Zanka Sari
  • Hilirisasi Kopi
    • Juara 1: G Royal Coffee
    • Juara 2: Kopi Datok/Cascara Kerinci
    • Juara 3: Rahma Putri
Baca Juga :  RSUD Modern Kerinci Mulai Dibangun, Warga Tak Lagi Perlu Berobat Jauh

Deka Mulia mencatat hasil menonjol pada dua kategori greenbean. Ia meraih juara pertama Greenbean Arabica dan Greenbean Robusta. Sementara itu, kategori Greenbean Liberika menghadirkan pemenang dari Jambi, Tanjung Jabung Barat, dan Sarolangun. Kompetisi lainnya juga menampilkan kemampuan peserta dalam menyeduh, mencicipi, serta mengembangkan produk kopi.

Monadi Harap Festival Terus Berkelanjutan

Festival Kopi Kerinci 2026 tidak hanya menghadirkan ruang promosi bagi komoditas kopi. Kegiatan tersebut juga mempertemukan petani, pengolah, pelaku UMKM, penggiat, dan pelaku usaha. Selain itu, berbagai kompetisi memberi ruang bagi peserta untuk menunjukkan kualitas serta kreativitas. Festival juga mempertemukan unsur produksi, pengolahan, budaya, dan pemasaran dalam satu kegiatan.

Baca Juga :  Pasokan MinyaKita Tiga Pekan Tak Masuk, Pedagang Sungai Penuh Kesulitan Memenuhi Permintaan

Pemerintah Kabupaten Kerinci terus mendorong pengembangan kopi sebagai salah satu potensi daerah. Selain petani, pengembangan tersebut melibatkan pengolah serta pelaku usaha yang menghasilkan produk turunannya. Melalui festival, masyarakat dapat mengenal lebih jauh kualitas dan kreativitas pelaku kopi. Karena itu, Monadi berharap kegiatan tersebut terus berlanjut dan semakin baik.

Rangkaian festival akhirnya berakhir dengan pertunjukan budaya dan pengumuman pemenang kompetisi. Namun, Monadi berharap semangat pengembangan kopi tetap berlanjut setelah festival selesai. Festival Kopi Kerinci 2026 juga mempertemukan potensi perkebunan dengan budaya dan kreativitas masyarakat. Dari Kayu Aro, kopi Kerinci terus membawa identitas daerah melalui kualitas, usaha, dan karya masyarakat. (iD/*)


FAQ

Kapan Festival Kopi Kerinci 2026 berakhir?

Festival Kopi Kerinci 2026 berakhir pada Minggu, 20 September 2026. Bupati Kerinci Monadi menutup langsung rangkaian kegiatan tersebut. Acara berlangsung di M10, Lindung Jaya, Kecamatan Kayu Aro. Selain itu, penutupan menghadirkan pertunjukan budaya dan pengumuman pemenang kompetisi.

Siapa pemenang Greenbean Arabica Festival Kopi Kerinci 2026?

Deka Mulia dari Desa Pauh Tinggi meraih juara pertama Greenbean Arabica. Rio Apriadi dari Desa Kersik Tuo menempati posisi kedua. Sementara itu, Busri dari Desa Pauh Tinggi meraih posisi ketiga. Deka Mulia juga memenangkan kategori Greenbean Robusta.

Siapa pemenang Greenbean Robusta Festival Kopi Kerinci 2026?

Deka Mulia dari Desa Pauh Tinggi meraih juara pertama Greenbean Robusta. Idris Hermawan dari Desa Jernih Jaya menempati posisi kedua. Sementara itu, Santi Ali dari Sungai Penuh meraih posisi ketiga. Kategori tersebut menjadi kemenangan kedua Deka Mulia dalam festival.

Apa saja kompetisi dalam Festival Kopi Kerinci 2026?

Festival menghadirkan Greenbean Arabica, Greenbean Robusta, dan Greenbean Liberika. Selain itu, peserta mengikuti Manual Brewing dan Cup Taster. Panitia juga menghadirkan Lomba Hilirisasi Kopi. Dengan demikian, festival memiliki enam kategori kompetisi.

Berita Terkait

Festival Kopi Kerinci 2026 Jadi Momentum Perkuat Hilirisasi dan Dorong Kopi Lokal ke Panggung Dunia
Kerinci Perluas Kopi Arabika lewat Tanam Perdana 2026, Program Sasar 650 Hektare
Pemkot Tunjuk 5 Plt Kepala SMPN Sungai Penuh, Ini Daftar Nama dan Sekolahnya
Pasokan MinyaKita Tiga Pekan Tak Masuk, Pedagang Sungai Penuh Kesulitan Memenuhi Permintaan
Perjuangkan Fasilitas RSUD Kerinci, Dinkes Jemput Bola ke Kemenkes RI
Mobile Banking Bank Jambi Belum Pulih, Sudirman Ungkap Dampaknya terhadap Dana Nasabah
Bupati Monadi Serahkan Bonus kepada Atlet NPC Kerinci Peraih Medali pada Peringatan HAORNAS 2026
Pemkab Kerinci Buka Seleksi Direktur Perumda Tirta Sakti, Simak Syarat dan Jadwal Seleksinya
Berita ini 3 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 07:00 WIB

Festival Kopi Kerinci 2026 Berakhir Meriah, Ini Daftar Lengkap Pemenang Kompetisi Kopi

Minggu, 20 September 2026 - 19:00 WIB

Festival Kopi Kerinci 2026 Jadi Momentum Perkuat Hilirisasi dan Dorong Kopi Lokal ke Panggung Dunia

Minggu, 20 September 2026 - 16:00 WIB

Kerinci Perluas Kopi Arabika lewat Tanam Perdana 2026, Program Sasar 650 Hektare

Sabtu, 19 September 2026 - 10:00 WIB

Pemkot Tunjuk 5 Plt Kepala SMPN Sungai Penuh, Ini Daftar Nama dan Sekolahnya

Jumat, 18 September 2026 - 19:00 WIB

Pasokan MinyaKita Tiga Pekan Tak Masuk, Pedagang Sungai Penuh Kesulitan Memenuhi Permintaan

Berita Terbaru

Cara Anjing dan Kucing Melihat Warna, Benarkah Mereka Buta Warna? (Foto: Getty Images/manchestereveningnews)

Pendidikan

Cara Anjing dan Kucing Melihat Warna, Benarkah Mereka Buta Warna?

Minggu, 20 Sep 2026 - 13:00 WIB