Festival Kopi Kerinci 2026 Jadi Momentum Perkuat Hilirisasi dan Dorong Kopi Lokal ke Panggung Dunia

Festival mempertemukan petani, pelaku usaha, barista, UMKM, dan berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat ekosistem kopi Kerinci.

- Jurnalis

Minggu, 20 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Festival Kopi Kerinci 2026 Jadi Momentum Perkuat Hilirisasi dan Dorong Kopi Lokal ke Panggung Dunia. (Foto: beritaanda)

Festival Kopi Kerinci 2026 Jadi Momentum Perkuat Hilirisasi dan Dorong Kopi Lokal ke Panggung Dunia. (Foto: beritaanda)

Intiperistiwa.com, KerinciFestival Kopi Kerinci 2026 menjadi momentum untuk memperkuat hilirisasi dan daya saing kopi lokal. Panitia menggelar festival di Lapangan M10, Lindung Jaya, Kecamatan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, Sabtu (19/9/2026). Bupati Kerinci Monadi, S.Sos., M.Si., membuka kegiatan tersebut secara resmi. Sementara itu, Direktur Wilayah BRMP Jambi Dr. Yunimar, S.Si., M.Si., turut mengikuti rangkaian festival.

Berbagai pemangku kepentingan ikut meramaikan kegiatan kopi tersebut. Ditjen Perkebunan Kementerian Pertanian RI dan Pemerintah Provinsi Jambi mengirimkan perwakilan. Selain itu, kepala daerah, Forkopimda, instansi vertikal, BUMN, BUMD, dan pelaku usaha turut hadir. Koperasi, komunitas kopi, barista, UMKM, petani, kelompok tani, serta masyarakat Kerinci juga mengikuti festival.

Festival Kopi Kerinci 2026 Perkuat Hilirisasi dan Nilai Tambah

Dalam sambutannya, Monadi menempatkan kopi sebagai bagian dari perjalanan masyarakat Kerinci. Menurutnya, kopi membawa cerita tentang tanah, alam, petani, budaya, kreativitas, dan kerja keras. Karena itu, pemerintah ingin festival memperkuat hilirisasi sekaligus meningkatkan nilai tambah kopi Kerinci. Pemerintah juga ingin manfaat pengembangan kopi menjangkau petani dan pelaku usaha lebih luas.

Monadi turut mendorong generasi muda mengambil peran dalam ekosistem kopi. Mereka tidak hanya dapat berperan sebagai petani. Selain itu, generasi muda dapat menjadi barista, roaster, pengusaha, pembuat konten, atau desainer kemasan. Peluang lain juga terbuka bagi pemasar digital, pelaku agrowisata, dan inovator produk.

Dorongan tersebut memperlihatkan luasnya ruang pengembangan kopi di luar sektor budidaya. Karena itu, ekosistem kopi memerlukan keterlibatan banyak profesi dan keahlian. Kreativitas, pemasaran, pengolahan, dan inovasi dapat memberi nilai tambah terhadap komoditas kopi. Festival Kopi Kerinci 2026 kemudian mempertemukan berbagai unsur tersebut dalam satu kegiatan.

Baca Juga :  Bupati Monadi Hadiri Kenduri Sko Sanggaran Agung, Tegaskan Pentingnya Menjaga Warisan Adat Kerinci

Angkat Tema Kopi Kerinci Menuju Panggung Dunia

Festival tahun ini mengusung tema Kopi Kerinci Tanah Surga Menuju Panggung Kopi Dunia.” Panitia menjalankan seluruh rangkaian pada 19–20 September 2026. Selama dua hari, pengunjung dapat mengikuti berbagai kegiatan seputar kopi dan ekonomi kreatif. Tema tersebut juga membawa semangat untuk memperkenalkan kopi Kerinci kepada pasar yang lebih luas.

Panitia menghadirkan pameran UMKM dan ekonomi kreatif dalam rangkaian festival. Selain itu, kegiatan seduh kopi, seminar, dan talkshow ikut mengisi agenda. Kompetisi green bean, manual brewing, serta lomba kreativitas kopi juga menarik keterlibatan peserta. Panitia turut menghadirkan coffee experience, seni budaya, field trip kebun kopi, dan kompetisi cup tester.

Rangkaian tersebut memberi ruang kepada berbagai pelaku dalam ekosistem kopi. Petani dapat memperkenalkan hasil produksi mereka kepada peserta dan pengunjung. Sementara itu, barista serta pelaku usaha dapat menunjukkan kemampuan pengolahan dan kreativitas. Karena itu, Festival Kopi Kerinci 2026 tidak hanya berfokus pada kegiatan promosi.

BRMP Jambi Dukung Penguatan Komoditas Perkebunan

Dr. Yunimar hadir sebagai bagian dari keterlibatan BRMP Jambi dalam penguatan sektor pertanian. BRMP Jambi juga mendukung pengembangan berbagai komoditas perkebunan di Provinsi Jambi. Kehadiran tersebut mempertemukan unsur pemerintah dengan petani serta pelaku usaha kopi. Selain itu, festival membuka ruang kolaborasi antarpihak dalam pengembangan komoditas kopi.

Kolaborasi menjadi salah satu bagian penting dalam peningkatan kualitas kopi. Para pihak juga dapat mendorong inovasi, hilirisasi, dan penguatan daya saing. Selanjutnya, pengembangan tersebut dapat memperluas manfaat bagi petani dan pelaku usaha. Karena itu, festival memiliki fungsi lebih luas daripada sekadar ruang promosi.

Baca Juga :  Bupati Cup II Kerinci 2026 Resmi Bergulir, 41 Tim Berebut Gelar Juara

Peningkatan kualitas juga menjadi bagian penting dalam mendorong kopi Kerinci menuju pasar lebih luas. Selain itu, inovasi dapat memperkuat pilihan produk yang pelaku usaha tawarkan. Hilirisasi kemudian memberi peluang untuk meningkatkan nilai tambah komoditas. Dengan demikian, pengembangan kopi dapat melibatkan lebih banyak pelaku ekonomi.

Dorong Kopi Lokal ke Panggung Dunia

Festival Kopi Kerinci 2026 membawa semangat untuk memperkuat posisi kopi lokal melalui kolaborasi. Pemerintah mendorong hilirisasi agar pengembangan tidak berhenti pada produksi bahan mentah. Selain itu, inovasi dan peningkatan kualitas dapat membantu memperkuat daya saing. Festival tersebut juga membuka ruang bagi generasi muda untuk terlibat lebih luas.

Pelaku usaha, petani, UMKM, barista, dan komunitas kopi memiliki peran berbeda dalam ekosistem tersebut. Namun, seluruh unsur dapat saling mendukung melalui kolaborasi yang lebih luas. Festival kemudian menjadi titik pertemuan untuk membangun hubungan antaraktor dalam sektor kopi. Karena itu, pengembangan kopi Kerinci dapat bergerak melalui banyak bidang sekaligus.

Melalui festival tersebut, Kerinci memperkenalkan potensi kopinya sekaligus memperkuat hilirisasi dan inovasi. Pemerintah juga mendorong generasi muda mengambil peluang dalam rantai usaha kopi. Selanjutnya, peningkatan kualitas dan daya saing menjadi bagian penting menuju panggung kopi dunia. Festival pun menempatkan petani dan pelaku usaha sebagai bagian utama pengembangan komoditas kopi. (iD/*)

Berita Terkait

Kerinci Perluas Kopi Arabika lewat Tanam Perdana 2026, Program Sasar 650 Hektare
Pemkot Tunjuk 5 Plt Kepala SMPN Sungai Penuh, Ini Daftar Nama dan Sekolahnya
Pasokan MinyaKita Tiga Pekan Tak Masuk, Pedagang Sungai Penuh Kesulitan Memenuhi Permintaan
Perjuangkan Fasilitas RSUD Kerinci, Dinkes Jemput Bola ke Kemenkes RI
Mobile Banking Bank Jambi Belum Pulih, Sudirman Ungkap Dampaknya terhadap Dana Nasabah
Bupati Monadi Serahkan Bonus kepada Atlet NPC Kerinci Peraih Medali pada Peringatan HAORNAS 2026
Pemkab Kerinci Buka Seleksi Direktur Perumda Tirta Sakti, Simak Syarat dan Jadwal Seleksinya
Afuan Yuza Putra Dorong Efektivitas Program Pro Jambi, Beasiswa Diminta Ditingkatkan
Berita ini 3 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 19:00 WIB

Festival Kopi Kerinci 2026 Jadi Momentum Perkuat Hilirisasi dan Dorong Kopi Lokal ke Panggung Dunia

Minggu, 20 September 2026 - 16:00 WIB

Kerinci Perluas Kopi Arabika lewat Tanam Perdana 2026, Program Sasar 650 Hektare

Sabtu, 19 September 2026 - 10:00 WIB

Pemkot Tunjuk 5 Plt Kepala SMPN Sungai Penuh, Ini Daftar Nama dan Sekolahnya

Jumat, 18 September 2026 - 19:00 WIB

Pasokan MinyaKita Tiga Pekan Tak Masuk, Pedagang Sungai Penuh Kesulitan Memenuhi Permintaan

Jumat, 18 September 2026 - 10:00 WIB

Perjuangkan Fasilitas RSUD Kerinci, Dinkes Jemput Bola ke Kemenkes RI

Berita Terbaru

Cara Anjing dan Kucing Melihat Warna, Benarkah Mereka Buta Warna? (Foto: Getty Images/manchestereveningnews)

Pendidikan

Cara Anjing dan Kucing Melihat Warna, Benarkah Mereka Buta Warna?

Minggu, 20 Sep 2026 - 13:00 WIB