Jarang Dilirik Wisatawan, 10 Negara Ini Ternyata Punya Daya Tarik Unik

Dari pulau terpencil di Pasifik hingga destinasi bersejarah di Afrika, sepuluh negara ini menawarkan pengalaman berbeda.

- Jurnalis

Senin, 12 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Jarang Dilirik Wisatawan, 10 Negara Ini Ternyata Punya Daya Tarik Unik. (Foto: traveloka)

Jarang Dilirik Wisatawan, 10 Negara Ini Ternyata Punya Daya Tarik Unik. (Foto: traveloka)

Intiperistiwa.com – Pilihan destinasi liburan sering mengarah pada negara yang sudah populer di kalangan wisatawan internasional. Padahal, sejumlah negara di berbagai belahan dunia menawarkan pengalaman berbeda melalui keindahan alam, peninggalan sejarah, dan kehidupan masyarakat setempat. Negara yang jarang dikunjungi wisatawan ini tersebar dari kepulauan terpencil di Samudra Pasifik hingga kawasan Afrika.

Selain daya tarik alam dan budaya, kemudahan akses turut memengaruhi popularitas sebuah destinasi. Negara yang memiliki jadwal penerbangan terbatas tentu membutuhkan perencanaan perjalanan lebih cermat. Sementara itu, situasi keamanan di beberapa wilayah juga menjadi pertimbangan penting sebelum wisatawan menentukan tujuan.

Karena itu, mengenal destinasi yang belum ramai pengunjung dapat memberikan gambaran lebih luas tentang pilihan wisata dunia. Mengutip Young Pioneer Tours, terdapat sepuluh negara yang relatif jarang dikunjungi wisatawan, tetapi memiliki karakter dan daya tarik masing-masing. Beberapa menawarkan pantai serta aktivitas bahari, sedangkan lainnya menyimpan situs bersejarah dan kekayaan alam yang menarik untuk dijelajahi.

10 Negara yang Jarang Dikunjungi Wisatawan dengan Daya Tarik Unik

1. Kepulauan Marshall

Kepulauan Marshall berada di Samudra Pasifik dan terdiri atas banyak pulau serta atol. Negara ini menawarkan suasana kehidupan masyarakat lokal yang relatif santai, sehingga wisatawan dapat mengenal keseharian penduduk sekaligus menikmati lingkungan kepulauan.

Di Majuro, pengunjung dapat menjelajahi kawasan setempat dan mencicipi kuliner lokal. Selain itu, wisatawan bisa menyelam atau mengunjungi Bikini Atoll yang menyimpan sejarah Perang Dunia II dan pengujian nuklir. Beberapa jalur penerbangan regional juga menyediakan akses menuju negara ini.

2. Guinea Ekuatorial

Guinea Ekuatorial termasuk negara Afrika yang belum banyak masuk dalam pilihan perjalanan wisata internasional. Sumber menyebut jumlah kunjungan ke negara ini mencapai sekitar 5.700 wisatawan, meskipun tidak mencantumkan tahun penghitungan angka tersebut.

Malabo, ibu kota Guinea Ekuatorial, memiliki bangunan dengan arsitektur kolonial yang menarik untuk dijelajahi. Di samping itu, kawasan alam di negara ini menjadi habitat berbagai satwa, termasuk gorila, simpanse, dan gajah hutan. Perpaduan warisan arsitektur dan keanekaragaman satwa memberikan pilihan pengalaman bagi wisatawan yang ingin mengenal destinasi Afrika di luar jalur populer.

3. Tuvalu

Lokasi terpencil dan keterbatasan akses membuat Tuvalu jarang masuk dalam rencana perjalanan wisatawan. Negara kepulauan di Samudra Pasifik ini mencatat sekitar 2.000 kunjungan wisatawan dalam setahun menurut sumber.

Funafuti menjadi salah satu kawasan yang dapat dijelajahi pengunjung. Selain menikmati suasana pulau, wisatawan dapat melakukan island hopping atau perjalanan antarpulau. Pengunjung juga dapat merasakan pengalaman berkendara di landasan bandara ketika tidak ada penerbangan yang menggunakan landasan tersebut.

4. Libya

Libya menyimpan peninggalan sejarah dari peradaban Yunani dan Romawi serta bentang Gurun Sahara yang luas. Kekayaan sejarah dan alam tersebut menjadi daya tarik bagi wisatawan yang ingin mengenal sisi lain Benua Afrika.

Baca Juga :  Pencinta Tantangan Ekstrem, Ini 10 Wisata Terekstrem di Dunia yang Memacu Adrenalin

Namun, situasi politik dan kondisi keamanan membuat jumlah kunjungan wisatawan ke Libya sangat terbatas. Oleh sebab itu, calon pelancong perlu memeriksa informasi keamanan, advis perjalanan, serta ketentuan masuk terbaru sebelum merencanakan kunjungan.

5. Niue

Niue merupakan pulau kecil di Pasifik Selatan yang menawarkan pemandangan laut dan lingkungan tropis. Sumber mencatat sekitar 8.000 kunjungan wisatawan setiap tahun, sehingga pulau ini termasuk destinasi yang relatif sepi pengunjung.

Wisatawan dapat menyelam, memancing, menjelajahi gua, berperahu, hingga menikmati pantai. Untuk mencapai Niue, pelancong umumnya menggunakan penerbangan dari Auckland, Selandia Baru. Karena akses penerbangan menjadi bagian penting dari perjalanan, pengunjung perlu menyesuaikan jadwal dengan layanan yang tersedia.

6. Sudan Selatan

Sudan Selatan merdeka pada 2011 dan menjadi negara termuda di dunia. Negara ini memiliki bentang alam yang luas serta keragaman budaya dan masyarakat yang menarik untuk dipelajari.

Meski memiliki kekayaan alam dan budaya, Sudan Selatan menghadapi tantangan keamanan yang perlu menjadi pertimbangan wisatawan. Karena itu, jumlah kunjungan yang rendah tidak serta-merta menggambarkan ketiadaan daya tarik wisata. Calon pengunjung perlu menyiapkan perjalanan secara matang dan memeriksa advis perjalanan sebelum berangkat.

7. São Tomé dan Príncipe

São Tomé dan Príncipe merupakan negara kepulauan di lepas pantai barat Afrika. Suasana tropis, pantai, dan lingkungan laut menjadi daya tarik bagi wisatawan yang ingin menikmati kehidupan pulau jauh dari keramaian destinasi populer.

Berdasarkan data 2019 yang tercantum dalam sumber, negara ini menerima sekitar 8.000 wisatawan dalam setahun. Selain itu, sejumlah kewarganegaraan memperoleh fasilitas bebas visa sehingga akses masuk relatif mudah bagi wisatawan tertentu. Meski demikian, pelancong tetap perlu memeriksa persyaratan visa sesuai kewarganegaraan sebelum berangkat.

8. Somalia

Somalia termasuk negara dengan jumlah kunjungan wisatawan yang sangat rendah. Kondisi keamanan menjadi salah satu faktor yang membuat negara ini jarang masuk dalam pilihan perjalanan wisata internasional.

Somaliland juga menarik perhatian sebagian pelancong yang ingin mengenal budaya dan lanskap di luar jalur wisata umum. Hargeisa menawarkan pengalaman budaya yang berbeda serta pemandangan kawasan yang memiliki karakter tersendiri. Namun, wisatawan perlu memeriksa situasi keamanan dan ketentuan perjalanan sebelum mempertimbangkan kunjungan ke wilayah tersebut.

9. Kiribati

Kiribati merupakan negara kepulauan di Samudra Pasifik yang terdiri atas pulau-pulau kecil dan atol. Keindahan laut serta suasana tropis menjadikan negara ini pilihan bagi wisatawan yang menyukai destinasi bahari.

Selain menikmati pemandangan pulau, pengunjung dapat melakukan island hopping dan menjelajahi peninggalan Perang Dunia II. Di sisi lain, Kiribati menghadapi ancaman kenaikan permukaan laut akibat perubahan iklim. Kondisi tersebut menambah konteks penting ketika membicarakan masa depan negara kepulauan yang wilayahnya sangat dekat dengan laut.

Baca Juga :  Daftar Destinasi Wisata Termahal di Dunia 2026, Biaya Liburan Bisa Tembus Rp27 Juta per Hari

10. Nauru

Nauru menjadi negara dengan jumlah kunjungan paling sedikit dalam daftar ini. Sumber mencatat sekitar 200 kunjungan wisatawan pada 2019. Negara kepulauan kecil di Pasifik tersebut juga termasuk salah satu negara terkecil di dunia berdasarkan luas wilayah.

Wisatawan dapat mengelilingi pulau dalam waktu relatif singkat. Selain menikmati pantai Anibare Bay, pengunjung dapat melihat peninggalan yang berkaitan dengan Perang Dunia II. Namun, akses menuju Nauru umumnya mengandalkan penerbangan regional, sehingga wisatawan perlu merencanakan perjalanan secara cermat.

Hal yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Mengunjungi Negara yang Jarang Dikunjungi Wisatawan

Sepuluh negara tersebut memperlihatkan bahwa destinasi yang belum ramai pengunjung tetap menawarkan pengalaman alam, budaya, dan sejarah yang beragam. Sebagian memiliki pantai serta kawasan bahari, sementara lainnya menawarkan peninggalan peradaban dan habitat satwa yang menarik untuk dikenal.

Namun, wisatawan sebaiknya tidak hanya mempertimbangkan keindahan destinasi. Periksa juga ketersediaan penerbangan, persyaratan visa, ketentuan masuk, dan fasilitas yang tersedia. Untuk negara yang menghadapi tantangan keamanan, pastikan pula Anda membaca advis perjalanan terbaru dari sumber resmi sebelum mengambil keputusan.

Dengan mempertimbangkan berbagai aspek tersebut, wisatawan dapat memilih tujuan perjalanan yang sesuai dengan kebutuhan dan kesiapan masing-masing. Pada akhirnya, negara yang jarang dikunjungi wisatawan bukan berarti tidak memiliki daya tarik, melainkan menawarkan karakter perjalanan yang berbeda dari destinasi populer. (iD/*)


FAQ

1. Apa yang dimaksud dengan negara yang jarang dikunjungi wisatawan?

Negara yang jarang dikunjungi wisatawan merupakan negara dengan tingkat kunjungan relatif rendah dibandingkan destinasi populer. Lokasi terpencil, keterbatasan transportasi, dan kondisi keamanan dapat memengaruhi jumlah kunjungan.

2. Negara mana dalam daftar ini yang mencatat sekitar 200 kunjungan pada 2019?

Nauru mencatat sekitar 200 kunjungan wisatawan pada 2019 menurut sumber yang menjadi acuan artikel ini.

3. Negara mana yang memiliki daya tarik berupa peninggalan Perang Dunia II?

Nauru, Kiribati, dan Kepulauan Marshall memiliki peninggalan atau lokasi yang berkaitan dengan Perang Dunia II. Bikini Atoll di Kepulauan Marshall juga memiliki sejarah pengujian nuklir.

4. Apa saja yang perlu dipersiapkan sebelum berkunjung ke negara yang jarang dikunjungi wisatawan?

Wisatawan perlu memeriksa jadwal penerbangan, persyaratan visa, ketentuan masuk, fasilitas perjalanan, serta informasi keamanan terbaru. Persiapan tersebut penting terutama untuk negara dengan akses terbatas.

5. Apakah negara yang jarang dikunjungi wisatawan selalu aman untuk liburan?

Tidak. Rendahnya jumlah kunjungan tidak menentukan tingkat keamanan suatu negara. Wisatawan perlu memeriksa advis perjalanan dan informasi resmi terbaru sebelum memutuskan untuk berkunjung.

Berita Terkait

TNKS Buka Kembali Pendakian Gunung Kerinci, Ini Aturannya
10 Pantai Terbaik se-Asia 2026, Dua di Antaranya dari Indonesia
Pencinta Tantangan Ekstrem, Ini 10 Wisata Terekstrem di Dunia yang Memacu Adrenalin
Festival Kopi Kerinci 2026 Segera Digelar, Usung Tema “Kopi Kerinci Tanah Surga Menuju Panggung Kopi Dunia”
Depati Tujuh Coffee, Sensasi Ngopi di Atas Bukit dengan Panorama Pegunungan
Pesona Lembah Dewa di Gunung Kunyit Kerinci, Keindahan Air Tiga Warna Tersembunyi di Tengah Hutan
9 Taman Nasional Tutup Sementara Jalur Pendakian, TNKS Masuk Daftar
Gerhana Bulan Parsial 27–28 Agustus 2026 Tutupi 96 Persen Permukaan Bulan, Apakah Bisa Dilihat dari Indonesia?
Berita ini 17 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:00 WIB

TNKS Buka Kembali Pendakian Gunung Kerinci, Ini Aturannya

Senin, 12 Oktober 2026 - 22:00 WIB

10 Pantai Terbaik se-Asia 2026, Dua di Antaranya dari Indonesia

Senin, 12 Oktober 2026 - 16:00 WIB

Jarang Dilirik Wisatawan, 10 Negara Ini Ternyata Punya Daya Tarik Unik

Selasa, 22 September 2026 - 19:00 WIB

Pencinta Tantangan Ekstrem, Ini 10 Wisata Terekstrem di Dunia yang Memacu Adrenalin

Jumat, 11 September 2026 - 18:23 WIB

Festival Kopi Kerinci 2026 Segera Digelar, Usung Tema “Kopi Kerinci Tanah Surga Menuju Panggung Kopi Dunia”

Berita Terbaru