Cara Menghemat Listrik di Rumah, 7 Kebiasaan Sederhana yang Bisa Dicoba

Mulai dari mematikan perangkat elektronik, mengatur penggunaan AC, hingga memilih peralatan hemat energi untuk mengendalikan tagihan bulanan.

- Jurnalis

Minggu, 18 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Cara Menghemat Listrik di Rumah, 7 Kebiasaan Sederhana yang Bisa Dicoba. (Gambar: Ilustrasi AI)

Cara Menghemat Listrik di Rumah, 7 Kebiasaan Sederhana yang Bisa Dicoba. (Gambar: Ilustrasi AI)

Intiperistiwa.com — Kebiasaan sehari-hari memengaruhi jumlah listrik yang keluarga konsumsi setiap bulan. Membiarkan televisi menyala, menggunakan AC sepanjang hari, atau mengoperasikan mesin cuci dengan muatan sedikit dapat meningkatkan pemakaian energi.

Karena itu, setiap keluarga perlu memperhatikan kebiasaan penggunaan listrik agar dapat mengendalikan pengeluaran rumah tangga. Langkah sederhana, seperti mematikan perangkat yang tidak diperlukan dan memanfaatkan cahaya Matahari, bisa membantu mengurangi pemborosan energi.

Selain menghemat pengeluaran, efisiensi listrik juga membantu masyarakat menggunakan sumber daya energi secara lebih bertanggung jawab. Namun, setiap rumah tangga memiliki pola konsumsi berbeda, bergantung pada jumlah penghuni, jenis perangkat, kapasitas listrik, dan durasi penggunaan.

Kementerian Listrik, Air, dan Energi Terbarukan Kuwait bersama sejumlah ahli energi mendorong masyarakat menerapkan kebiasaan hemat listrik secara konsisten. Laporan Kuwait Times pada 26 Agustus 2026 menguraikan sejumlah langkah praktis untuk mengendalikan konsumsi listrik tanpa mengubah gaya hidup secara drastis.

Lantas, bagaimana cara menghemat listrik di rumah melalui rutinitas sehari-hari? Berikut tujuh kebiasaan yang dapat membantu keluarga mengurangi pemakaian energi.

1. Matikan Perangkat Elektronik dan Cegah Pemborosan Listrik Saat Standby

Mematikan perangkat elektronik ketika tidak diperlukan menjadi langkah awal untuk menghemat listrik. Lampu, televisi, kipas angin, komputer, dan konsol gim sering menyala meskipun penghuni tidak lagi memakainya.

Petugas keselamatan listrik, Omar Hassan, mengingatkan masyarakat agar memeriksa setiap ruangan sebelum meninggalkannya.

“Penghuni harus membiasakan diri untuk memeriksa ruangan sebelum meninggalkannya dan mematikan peralatan yang tidak diperlukan. Orang sering membuang-buang listrik hanya karena mereka lupa mematikannya,” kata Omar Hassan.

Hassan juga menekankan manfaat kebiasaan tersebut ketika seluruh anggota keluarga melakukannya setiap hari.

“Mematikan lampu dan peralatan saat tidak dibutuhkan adalah kebiasaan sederhana, tetapi ketika seluruh rumah tangga mengikutinya setiap hari, penghematannya bisa sangat besar,” ujarnya.

Selain perangkat yang terus menyala, masyarakat perlu memperhatikan vampire energy. Istilah ini merujuk pada konsumsi listrik dari perangkat yang tetap terhubung ke stopkontak ketika berada dalam kondisi siaga (standby).

Pengisi daya, televisi, komputer, dan sejumlah perangkat hiburan bisa tetap menyedot listrik ketika pemiliknya tidak menggunakannya. Karena itu, cabut perangkat yang tidak diperlukan dalam waktu lama jika tindakan tersebut aman bagi perangkat dan penggunanya.

Teknisi listrik, Khalid Ali, mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan konsumsi listrik siaga dari berbagai perangkat.

“Konsumsi standby mungkin terlihat tidak signifikan untuk satu perangkat, tetapi rumah sering kali memiliki banyak perangkat yang terhubung sepanjang hari,” ujar Khalid Ali.

Sebuah studi tahun 2015 dalam naskah sumber menyebut konsumsi listrik dari perangkat siaga dapat mencapai sekitar 25 persen dari tagihan listrik rumah tangga. Namun, angka tersebut memerlukan rujukan penelitian yang lebih spesifik sebelum pembaca menggunakannya sebagai patokan umum.

2. Atur Suhu AC dan Bersihkan Filternya Secara Berkala

AC menjadi salah satu perangkat yang menyedot banyak listrik, terutama ketika penghuni menggunakannya selama berjam-jam setiap hari. Oleh sebab itu, pengaturan suhu dan perawatan AC memegang peranan penting dalam upaya menghemat energi.

Penghuni dapat melakukan beberapa langkah berikut untuk mengoptimalkan penggunaan AC:

  • Atur suhu AC sesuai kebutuhan dan kondisi ruangan.

  • Tutup pintu serta jendela ketika AC menyala.

  • Bersihkan atau ganti filter mengikuti petunjuk produsen.

  • Matikan AC ketika tidak memerlukan pendinginan di ruangan tersebut.

  • Periksa kondisi perangkat secara berkala.

Filter yang kotor menghambat aliran udara sehingga AC harus bekerja lebih keras untuk mendinginkan ruangan. Karena itu, perawatan rutin membantu perangkat mempertahankan kinerja dan efisiensinya.

Panduan hemat energi dari Departemen Energi Amerika Serikat pernah menyebut pembersihan atau penggantian filter kotor dapat mengurangi konsumsi energi AC sekitar 5–15 persen. Namun, hasil sebenarnya bergantung pada kondisi filter, jenis perangkat, dan pola pemakaian.

Khalid Ali menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu berhenti menggunakan AC untuk menghemat listrik. Sebaliknya, penghuni perlu mengelola penggunaannya secara bijak.

“Penggunaan AC tidak harus dihindari sepenuhnya, tetapi harus digunakan secara efisien,” kata Khalid Ali.

“Perawatan rutin, filter yang bersih, dan pengaturan suhu yang bijak dapat membantu AC beroperasi lebih efisien.”

Insinyur listrik, Chimezie Adiuku, juga mengajak masyarakat mengurangi penggunaan listrik yang tidak perlu, terutama ketika permintaan energi mencapai periode puncak.

Baca Juga :  Cara Cek Nilai Tanah Online lewat BHUMI ATR/BPN, Ini Langkahnya

“Kita semua dapat berkontribusi untuk menghemat energi dengan melakukan perubahan sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Karena AC menyedot sebagian besar penggunaan listrik kita, kita dapat menyetel AC pada suhu yang wajar, menjaga pintu dan jendela tetap tertutup, serta mematikannya di ruangan yang tidak digunakan. Kita juga bisa mematikan lampu dan peralatan yang tidak perlu serta mengurangi konsumsi listrik selama periode puncak,” saran Chimezie Adiuku.

Adiuku menambahkan bahwa kebiasaan tersebut membantu keluarga mengurangi pemborosan energi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

“Dengan mengembangkannya menjadi kebiasaan sederhana ini, penghuni dapat mengurangi pemborosan energi, menghemat sumber daya Kuwait, dan berkontribusi pada lingkungan yang lebih berkelanjutan untuk generasi mendatang,” tambah Adiuku.

Selain itu, pemilik AC yang mendukung termostat pintar atau terprogram dapat mengatur jadwal pendinginan. Mereka bisa menaikkan suhu ketika rumah kosong, lalu menjadwalkan pendinginan sekitar 30–60 menit sebelum penghuni pulang.

3. Gunakan Lampu LED dan Manfaatkan Cahaya Matahari

Pencahayaan menawarkan peluang lain untuk mengurangi konsumsi listrik. Pada siang hari, penghuni dapat membuka tirai agar sinar Matahari menerangi ruangan tanpa perlu menyalakan banyak lampu.

Pemerhati hemat energi, Mary Joriz, mendorong masyarakat memanfaatkan pencahayaan alami untuk mengurangi kebutuhan listrik.

“Menggunakan cahaya alami di siang hari sepenuhnya gratis dan dapat mengurangi jumlah listrik yang digunakan untuk pencahayaan,” tutur Mary Joriz.

Selain itu, keluarga bisa mengganti bohlam konvensional dengan lampu LED. Lampu LED umumnya membutuhkan energi lebih sedikit daripada lampu pijar untuk menghasilkan tingkat pencahayaan yang sebanding.

Pemilihan tirai juga dapat membantu penghuni mengendalikan panas yang masuk melalui jendela. Salah satu pilihan ialah tirai seluler (cellular shades) dengan rongga menyerupai sarang lebah.

Departemen Energi Amerika Serikat menjelaskan bahwa tirai seluler yang sesuai dan terpasang dengan baik dapat mengurangi kehilangan panas melalui jendela hingga 40 persen atau lebih pada musim dingin. Jenis tirai ini juga dapat menekan masuknya panas Matahari hingga 60 persen pada musim panas.

Namun, angka tersebut merujuk pada penelitian dan kondisi iklim tertentu. Penghuni di Indonesia perlu mempertimbangkan bahan tirai, desain jendela, paparan sinar Matahari, dan kondisi bangunan ketika memilih penutup jendela.

Dengan demikian, penggunaan lampu LED dan cahaya alami dapat melengkapi langkah penghematan listrik lainnya di rumah.

4. Gunakan Mesin Cuci, Kulkas, dan Pemanas Air secara Bijak

Peralatan rumah tangga juga memengaruhi jumlah listrik yang keluarga konsumsi setiap bulan. Karena itu, penghuni perlu menyesuaikan penggunaan perangkat dengan kebutuhan sehari-hari.

Mesin cuci dan mesin pencuci piring sebaiknya bekerja ketika muatannya mencukupi kapasitas yang dianjurkan produsen. Kebiasaan ini membantu keluarga mengurangi frekuensi pengoperasian untuk muatan kecil.

Sementara itu, penghuni perlu memperhatikan posisi kulkas agar perangkat tidak menerima panas berlebihan. Jauhkan kulkas dari sinar Matahari langsung dan sumber panas lainnya, serta sediakan ruang ventilasi yang cukup di sekelilingnya.

Penghuni juga perlu menghindari kebiasaan membuka dan menutup pintu kulkas terlalu sering. Setiap kali pintu terbuka, udara dingin keluar sehingga perangkat harus kembali mendinginkan bagian dalamnya.

Chimezie Adiuku menegaskan bahwa efisiensi tidak mengharuskan keluarga mengorbankan kenyamanan.

“Penggunaan peralatan secara efisien adalah tentang mengubah kebiasaan, bukan mengorbankan kenyamanan. Menjalankan muatan penuh dan menggunakan peralatan hanya saat diperlukan dapat mengurangi konsumsi listrik yang tidak perlu,” tambah Adiuku.

Selain mesin cuci dan kulkas, pemanas air listrik juga memerlukan pengelolaan yang tepat. Pilih unit dengan insulasi yang baik, atur suhunya sesuai kebutuhan, dan lakukan perawatan rutin.

Pengguna juga dapat memanfaatkan pengatur waktu atau timer agar pemanas air bekerja sesuai jadwal. Dengan begitu, perangkat tidak perlu terus menyala ketika keluarga tidak membutuhkan air panas.

5. Tutup Celah Pintu dan Jendela untuk Mengurangi Beban AC

Udara panas dari luar bisa masuk melalui celah pintu dan jendela. Akibatnya, AC harus bekerja lebih keras untuk menjaga suhu ruangan tetap nyaman.

Karena itu, periksa bagian tepi pintu, bingkai jendela, dan area lain yang memungkinkan udara masuk. Gunakan bahan penyegel yang sesuai untuk menutup celah tersebut.

Selain menyegel celah udara, keluarga dapat menggunakan tirai atau peneduh untuk mengurangi paparan panas Matahari melalui jendela. Pilih cara yang sesuai dengan desain rumah dan kebutuhan penghuni.

Baca Juga :  Cara Mendapatkan Kartu Nikah Digital Lewat Simkah, Ini Syarat dan Langkahnya

Namun, penghuni tetap perlu menjaga sirkulasi udara yang memadai. Pengaturan jendela dan ventilasi sebaiknya mempertimbangkan kondisi lingkungan serta kebutuhan udara segar di dalam rumah.

Kebiasaan tersebut dapat membantu AC mempertahankan suhu ruangan tanpa terus-menerus melawan masuknya udara panas dari luar.

6. Pilih Peralatan Hemat Energi dan Perhitungkan Biaya Jangka Panjang

Saat membeli peralatan elektronik, konsumen sebaiknya tidak hanya membandingkan harga awal. Konsumsi listrik selama masa pemakaian juga menentukan biaya yang harus keluarga keluarkan.

Praktisi efisiensi energi, Ibrahim Saleh, menekankan manfaat memilih produk yang membutuhkan lebih sedikit listrik.

“Produk yang menggunakan lebih sedikit listrik dapat menghemat uang selama bertahun-tahun dan mengurangi permintaan energi secara keseluruhan,” ujar Ibrahim Saleh.

Karena itu, periksa label efisiensi energi dan spesifikasi konsumsi listrik sebelum membeli kulkas, AC, mesin cuci, atau perangkat rumah tangga lainnya. Konsumen juga perlu mempertimbangkan kapasitas, biaya perawatan, dan kebutuhan pemakaian.

Perangkat dengan harga awal lebih tinggi terkadang menawarkan konsumsi listrik lebih rendah selama masa pakainya. Namun, hitung potensi penghematan berdasarkan kebiasaan penggunaan, tarif listrik, serta perbedaan spesifikasi setiap produk.

Selain memilih perangkat yang efisien, keluarga perlu membangun kebiasaan hemat energi sejak dini. Orang tua dapat mengajarkan anak-anak untuk mematikan lampu, kipas angin, dan perangkat elektronik ketika meninggalkan ruangan.

Dengan langkah tersebut, seluruh penghuni rumah dapat berkontribusi mengendalikan penggunaan listrik. Kebiasaan bersama juga membantu keluarga mempertahankan efisiensi tanpa mengandalkan satu orang saja.

7. Bangun Kebiasaan Hemat Listrik Bersama Seluruh Keluarga

Kebiasaan hemat listrik akan lebih mudah bertahan ketika seluruh anggota keluarga memahami manfaatnya. Karena itu, mulai dari langkah sederhana dan terapkan secara konsisten setiap hari.

Penghuni dapat memeriksa perangkat yang masih menyala, mengatur penggunaan AC, dan memanfaatkan cahaya alami. Selanjutnya, evaluasi perangkat yang paling sering mengonsumsi listrik, seperti kulkas, pemanas air, dan mesin cuci.

Keluarga juga dapat membandingkan tagihan listrik dari bulan ke bulan untuk melihat perubahan pemakaian. Namun, perhatikan pula perubahan tarif, cuaca, jumlah penghuni, dan durasi penggunaan perangkat agar evaluasi tetap masuk akal.

Ibrahim Saleh mengingatkan bahwa efisiensi energi merupakan tanggung jawab bersama. Oleh karena itu, orang tua perlu melibatkan anak-anak dalam kebiasaan sederhana yang mengurangi pemborosan listrik.

Meskipun penghematan setiap rumah tangga berbeda, ribuan keluarga yang menerapkan kebiasaan serupa dapat membantu mengurangi permintaan energi secara keseluruhan. Langkah tersebut juga mendukung penggunaan sumber daya secara lebih bertanggung jawab.

Pada akhirnya, cara menghemat listrik di rumah tidak harus dimulai dengan membeli perangkat baru atau mengubah gaya hidup secara drastis. Mematikan perangkat yang tidak diperlukan, merawat AC, memakai lampu LED, dan mengatur penggunaan peralatan rumah tangga menjadi langkah praktis untuk mengendalikan konsumsi listrik.

Konsistensi menjadi kunci utama. Ketika seluruh anggota keluarga menjalankan kebiasaan tersebut setiap hari, mereka dapat mengurangi pemborosan energi sekaligus menjaga pengeluaran rumah tangga. (iD/*)


FAQ

1. Bagaimana cara menghemat listrik di rumah tanpa mengurangi kenyamanan?

Keluarga dapat mematikan perangkat yang tidak diperlukan, mengatur suhu AC sesuai kebutuhan, memanfaatkan cahaya Matahari, dan memilih peralatan hemat energi. Selain itu, perawatan rutin membantu perangkat bekerja secara efisien.

2. Apakah perangkat elektronik yang mati masih menggunakan listrik?

Ya, beberapa perangkat tetap mengonsumsi listrik ketika berada dalam kondisi siaga (standby) dan masih terhubung ke stopkontak. Karena itu, cabut perangkat yang tidak diperlukan dalam waktu lama jika tindakan tersebut aman.

3. Bagaimana cara menghemat listrik dari penggunaan AC?

Atur suhu sesuai kebutuhan, tutup pintu dan jendela ketika AC menyala, serta bersihkan filter secara berkala. Selain itu, matikan AC ketika ruangan tidak memerlukan pendinginan.

4. Apakah lampu LED lebih hemat listrik daripada lampu pijar?

Ya, lampu LED umumnya menggunakan energi lebih sedikit untuk menghasilkan pencahayaan yang sebanding. Besarnya penghematan bergantung pada daya lampu, lama pemakaian, dan jumlah lampu yang digunakan.

5. Mengapa keluarga perlu memilih peralatan hemat energi?

Peralatan hemat energi dapat mengurangi konsumsi listrik selama masa pemakaian. Namun, konsumen tetap perlu mempertimbangkan harga awal, kapasitas, biaya perawatan, dan kebiasaan penggunaan untuk memperkirakan penghematan jangka panjang.

Berita Terkait

Tabung LPG Mudah Meledak? Kenali Penyebab dan Cara Mencegah Kebocoran LPG
Cara Cek Nilai Tanah Online lewat BHUMI ATR/BPN, Ini Langkahnya
Cara Mendapatkan Kartu Nikah Digital Lewat Simkah, Ini Syarat dan Langkahnya
Mau Beli iPhone? Cek Garansinya dengan 4 Cara Mudah Ini
KPR Rumah Lunas? Jangan Lupa Urus Roya, Ini Syarat dan Biayanya
Jangan Asal Simpan! 5 Buah Ini Rusak Jika Dibekukan
Panduan Pindah BPJS Mandiri ke BPJS PBI Agar Iuran Gratis
Cara Merendam Kacang Hijau agar Cepat Empuk, Matang Merata, dan Tetap Utuh Saat Dimasak
Berita ini 13 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:00 WIB

Cara Cek Nilai Tanah Online lewat BHUMI ATR/BPN, Ini Langkahnya

Minggu, 18 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Cara Menghemat Listrik di Rumah, 7 Kebiasaan Sederhana yang Bisa Dicoba

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:00 WIB

Cara Mendapatkan Kartu Nikah Digital Lewat Simkah, Ini Syarat dan Langkahnya

Minggu, 11 Oktober 2026 - 19:00 WIB

Mau Beli iPhone? Cek Garansinya dengan 4 Cara Mudah Ini

Jumat, 9 Oktober 2026 - 20:00 WIB

KPR Rumah Lunas? Jangan Lupa Urus Roya, Ini Syarat dan Biayanya

Berita Terbaru