Aphelion Terjadi Hari Ini, Benarkah Bumi Jadi Lebih Dingin? Ini Penjelasan BMKG

Fenomena aphelion kembali terjadi pada 6 Juli 2026, tetapi BMKG memastikan kondisi itu bukan penyebab suhu lebih dingin.

- Jurnalis

Senin, 6 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Aphelion Terjadi Hari Ini, Benarkah Bumi Jadi Lebih Dingin? Ini Penjelasan BMKG. (Foto: Getty Images/iStockphoto/egal/detik)

Aphelion Terjadi Hari Ini, Benarkah Bumi Jadi Lebih Dingin? Ini Penjelasan BMKG. (Foto: Getty Images/iStockphoto/egal/detik)

Intiperistiwa.com – Beredar informasi di media sosial yang menyebut Bumi berada pada titik terjauh dari Matahari pada 6 Juli 2026. Fenomena tersebut dikenal dengan istilah aphelion. Banyak warganet kemudian mengaitkan kondisi itu dengan turunnya suhu udara. Namun, benarkah anggapan tersebut?

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa aphelion merupakan fenomena astronomi yang terjadi setiap tahun. Peristiwa ini biasanya berlangsung pada awal Juli. Saat aphelion terjadi, posisi Bumi berada pada jarak terjauh dari Matahari. Meski demikian, kondisi tersebut tidak memengaruhi cuaca maupun atmosfer Bumi.

Apa Itu Fenomena Aphelion?

BMKG menjelaskan bahwa orbit Bumi tidak berbentuk lingkaran sempurna. Karena itu, jarak Bumi dan Matahari selalu berubah sepanjang tahun. Namun, perubahan jarak tersebut hanya sekitar tiga persen. Perbedaan itu tidak cukup besar untuk memengaruhi suhu udara secara langsung.

Baca Juga :  Operasi Tulang Kaki di Turki demi Menambah dan Mengurangi Tinggi Badan Kian Diminati, Ketahui Prosedur dan Risikonya

Berdasarkan informasi EarthSky, aphelion tahun 2026 terjadi pada 6 Juli sekitar pukul 17.30 UTC. Saat itu, jarak Bumi dan Matahari mencapai sekitar 152.087.774 kilometer. Angka tersebut setara dengan sekitar 94.502.961 mil. Meski menjadi jarak terjauh, fenomena ini tetap tergolong normal.

Istilah aphelion berasal dari bahasa Yunani. Kata apo berarti jauh, terpisah, atau lepas. Sementara itu, helios berarti Matahari. Dengan demikian, aphelion menggambarkan posisi Bumi yang berada paling jauh dari Matahari dalam orbitnya.

Mengapa Cuaca Terasa Lebih Dingin?

Sebagian masyarakat menganggap aphelion menyebabkan udara menjadi lebih dingin. Namun, BMKG menegaskan anggapan tersebut tidak tepat. Penurunan suhu pada Juli hingga September terjadi karena faktor musim. Indonesia memasuki puncak musim kemarau pada periode tersebut.

Selama musim kemarau, angin bertiup dari arah timur hingga tenggara. Angin tersebut berasal dari Benua Australia yang sedang mengalami musim dingin. Selain itu, tekanan udara tinggi di Australia mendorong massa udara menuju Indonesia. Fenomena itu dikenal sebagai Monsun Dingin Australia.

Baca Juga :  Garena Bagikan Kode Redeem FF Terbaru 16 Agustus 2026, Cek Hadiahnya Sebelum Kehabisan

Massa udara tersebut melintasi Samudra Hindia yang memiliki suhu relatif lebih rendah. Akibatnya, udara di beberapa wilayah Indonesia terasa lebih sejuk. Kondisi ini paling sering terjadi di Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara. Selain itu, langit yang lebih cerah juga membuat suhu malam hari terasa lebih dingin.

BMKG mengimbau masyarakat agar tidak mengaitkan aphelion dengan perubahan cuaca. Fenomena astronomi tersebut merupakan siklus tahunan yang normal. Sebaliknya, masyarakat perlu memahami bahwa pola angin musiman lebih berpengaruh terhadap suhu udara di Indonesia. Karena itu, penurunan suhu pada musim kemarau tidak berkaitan langsung dengan jarak Bumi dan Matahari. (iD/*)

Berita Terkait

Pesona Lembah Dewa di Gunung Kunyit Kerinci, Keindahan Air Tiga Warna Tersembunyi di Tengah Hutan
9 Taman Nasional Tutup Sementara Jalur Pendakian, TNKS Masuk Daftar
Gerhana Bulan Parsial 27–28 Agustus 2026 Tutupi 96 Persen Permukaan Bulan, Apakah Bisa Dilihat dari Indonesia?
Fenomena Mata Naga Muncul di Thailand, Cekungan Batu Ini Terlihat Seperti Mata Raksasa
Destinasi Wisata Domestik Favorit 2026, Ini 5 Kota Pilihan Wisatawan Indonesia
Merah Putih 30 Meter Terbentang di Puncak Gunung Kerinci Saat HUT ke-81 RI
Ingin Liburan Tanpa Keramaian? Ini 10 Negara Paling Sunyi di Dunia
Pendaki Mulai Padati Gunung Kerinci Jelang 17 Agustus, BBTNKS Catat 118 Orang Sudah Naik
Berita ini 9 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 16:00 WIB

Pesona Lembah Dewa di Gunung Kunyit Kerinci, Keindahan Air Tiga Warna Tersembunyi di Tengah Hutan

Selasa, 1 September 2026 - 19:00 WIB

9 Taman Nasional Tutup Sementara Jalur Pendakian, TNKS Masuk Daftar

Rabu, 26 Agustus 2026 - 07:00 WIB

Gerhana Bulan Parsial 27–28 Agustus 2026 Tutupi 96 Persen Permukaan Bulan, Apakah Bisa Dilihat dari Indonesia?

Minggu, 23 Agustus 2026 - 13:00 WIB

Fenomena Mata Naga Muncul di Thailand, Cekungan Batu Ini Terlihat Seperti Mata Raksasa

Kamis, 20 Agustus 2026 - 13:00 WIB

Destinasi Wisata Domestik Favorit 2026, Ini 5 Kota Pilihan Wisatawan Indonesia

Berita Terbaru

Air Dispenser Panas Semua? Kenali Penyebab dan Cara Memperbaikinya. (Gambar: Ilustrasi AI)

Tips & Trik

Air Dispenser Panas Semua? Kenali Penyebab dan Cara Memperbaikinya

Minggu, 6 Sep 2026 - 15:00 WIB