Mau Lihat Hujan Meteor? 8 Fenomena Langit Ini Siap Hiasi Langit Juli 2026

Juli 2026 menghadirkan hujan meteor, bulan purnama, hingga pertemuan planet yang sayang untuk dilewatkan.

- Jurnalis

Minggu, 5 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Mau Lihat Hujan Meteor? 8 Fenomena Langit Ini Siap Hiasi Langit Juli 2026. (Foto: Shutterstock/suara)

Mau Lihat Hujan Meteor? 8 Fenomena Langit Ini Siap Hiasi Langit Juli 2026. (Foto: Shutterstock/suara)

Intiperistiwa.com – Juli 2026 menghadirkan banyak fenomena langit yang menarik untuk diamati. Pecinta astronomi dapat menyaksikan hujan meteor, pertemuan planet, hingga fase bulan yang memukau. Selain itu, beberapa peristiwa langit hanya terjadi pada waktu tertentu. Karena itu, masyarakat sebaiknya mencatat jadwalnya sejak sekarang.

National Geographic mencatat sedikitnya delapan fenomena langit yang menghiasi bulan ini. Sebagian fenomena dapat terlihat dengan mata telanjang. Sementara itu, beberapa objek memerlukan bantuan teleskop agar tampak lebih jelas. Berikut daftar lengkapnya.

1. Pertemuan Saturnus dan Bulan

Pada 7 hingga 8 Juli 2026, Saturnus akan tampak berdekatan dengan Bulan. Jarak keduanya sekitar sembilan derajat di langit. Selain itu, Mars dan gugus bintang Pleiades juga akan menghiasi kawasan langit yang sama. Fenomena ini dapat terlihat hingga menjelang fajar.

2. Segitiga Pleiades, Bulan, dan Mars

Langit kembali menyuguhkan pemandangan menarik pada 11 Juli 2026. Pleiades akan membentuk pola segitiga bersama Bulan sabit dan Mars. Selanjutnya, fenomena itu muncul sekitar dua jam sebelum Matahari terbit. Ketiga objek tersebut berada di atas cakrawala timur.

Baca Juga :  Buruan Cek Kode Redeem FF 26 Agustus 2026, Ada Peluang Dapat Hadiah Gratis

3. Bulan Baru

Bulan baru akan terjadi pada 14 Juli 2026. Kondisi ini membuat langit malam tampak lebih gelap. Karena itu, pengamat lebih mudah menemukan objek langit redup seperti Gugus Hercules Besar dan Nebula Cincin. Selain itu, cahaya Bulan hampir tidak mengganggu pengamatan.

4. Bulan Sabit dan Venus

Pada 17 Juli 2026, Bulan sabit akan menghiasi langit senja bersama Venus. Kedua benda langit itu tampak cerah setelah Matahari terbenam. Sementara itu, Venus akan bersinar lebih terang dibandingkan objek lain di sekitarnya. Pemandangan tersebut cocok dinikmati tanpa alat bantu.

5. Bulan Purnama Rusa

Fenomena Bulan Purnama Rusa hadir pada 28 hingga 29 Juli 2026. Bulan akan tampak bulat dan bersinar terang sepanjang malam. Selain itu, masyarakat mengenal nama tersebut dari musim pertumbuhan tanduk rusa jantan. Puncak iluminasi diperkirakan terjadi pada 29 Juli sekitar pukul 10.30 ET.

6. Puncak Hujan Meteor Delta Aquariid

Hujan Meteor Delta Aquariid berlangsung mulai 12 Juli hingga 23 Agustus 2026. Selanjutnya, puncak aktivitas terjadi pada 30 dan 31 Juli. Pengamat di belahan Bumi selatan akan menikmati pemandangan yang lebih baik. Semakin jauh ke selatan, jumlah meteor akan semakin banyak.

Baca Juga :  Kenapa Masjid Koto Tuo Pulau Tengah Disebut Masjid Keramat? Ini Kisahnya

7. Hujan Meteor Alpha Capricornids

Alpha Capricornids juga menghiasi langit mulai 3 Juli hingga 15 Agustus 2026. Puncaknya berlangsung pada 30 dan 31 Juli. Namun, hujan meteor ini lebih mudah terlihat dari belahan Bumi utara. Selain itu, meteor-meteornya sering memunculkan jejak cahaya yang terang.

8. Komet 10P

Komet 10P kembali melintasi langit dan muncul sepanjang Juli 2026. Pengamat dapat melihat komet ini menggunakan teleskop berukuran kecil. Selain itu, komet tersebut berada di sekitar konstelasi Capricornus. Puncak kecerahannya diperkirakan terjadi pada awal Agustus.

Juli 2026 menjadi bulan yang menarik bagi pecinta astronomi. Berbagai fenomena langit hadir dalam waktu yang berdekatan. Oleh karena itu, masyarakat dapat memilih waktu terbaik untuk menikmati setiap peristiwa. Jangan lupa mencari lokasi minim polusi cahaya agar pengamatan berlangsung lebih optimal. (iD/*)

Berita Terkait

Pesona Lembah Dewa di Gunung Kunyit Kerinci, Keindahan Air Tiga Warna Tersembunyi di Tengah Hutan
9 Taman Nasional Tutup Sementara Jalur Pendakian, TNKS Masuk Daftar
Gerhana Bulan Parsial 27–28 Agustus 2026 Tutupi 96 Persen Permukaan Bulan, Apakah Bisa Dilihat dari Indonesia?
Fenomena Mata Naga Muncul di Thailand, Cekungan Batu Ini Terlihat Seperti Mata Raksasa
Destinasi Wisata Domestik Favorit 2026, Ini 5 Kota Pilihan Wisatawan Indonesia
Merah Putih 30 Meter Terbentang di Puncak Gunung Kerinci Saat HUT ke-81 RI
Ingin Liburan Tanpa Keramaian? Ini 10 Negara Paling Sunyi di Dunia
Pendaki Mulai Padati Gunung Kerinci Jelang 17 Agustus, BBTNKS Catat 118 Orang Sudah Naik
Berita ini 20 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 16:00 WIB

Pesona Lembah Dewa di Gunung Kunyit Kerinci, Keindahan Air Tiga Warna Tersembunyi di Tengah Hutan

Selasa, 1 September 2026 - 19:00 WIB

9 Taman Nasional Tutup Sementara Jalur Pendakian, TNKS Masuk Daftar

Rabu, 26 Agustus 2026 - 07:00 WIB

Gerhana Bulan Parsial 27–28 Agustus 2026 Tutupi 96 Persen Permukaan Bulan, Apakah Bisa Dilihat dari Indonesia?

Minggu, 23 Agustus 2026 - 13:00 WIB

Fenomena Mata Naga Muncul di Thailand, Cekungan Batu Ini Terlihat Seperti Mata Raksasa

Kamis, 20 Agustus 2026 - 13:00 WIB

Destinasi Wisata Domestik Favorit 2026, Ini 5 Kota Pilihan Wisatawan Indonesia

Berita Terbaru

Air Dispenser Panas Semua? Kenali Penyebab dan Cara Memperbaikinya. (Gambar: Ilustrasi AI)

Tips & Trik

Air Dispenser Panas Semua? Kenali Penyebab dan Cara Memperbaikinya

Minggu, 6 Sep 2026 - 15:00 WIB