Menantang Adrenalin! Jembatan Gantung Situ Gunung Tawarkan Sensasi Berjalan di Atas Hutan

Jembatan gantung terpanjang di kawasan hutan menawarkan panorama alam, Curug Sawer, dan beragam wahana menarik.

- Jurnalis

Senin, 29 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menantang Adrenalin! Jembatan Gantung Situ Gunung Tawarkan Sensasi Berjalan di Atas Hutan. (Foto: Hypeabis.id/Kintan Nabila)

Menantang Adrenalin! Jembatan Gantung Situ Gunung Tawarkan Sensasi Berjalan di Atas Hutan. (Foto: Hypeabis.id/Kintan Nabila)

Intiperistiwa.comJembatan Gantung Situ Gunung menjadi salah satu destinasi wisata alam favorit di Sukabumi, Jawa Barat. Lokasinya berada di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP). Selain menawarkan udara pegunungan yang sejuk, tempat ini juga menyuguhkan panorama hutan tropis yang masih terjaga.

Daya tarik utamanya ialah Jembatan Gantung Lembah Purba. Pengelola mengklaim jembatan tersebut sebagai salah satu jembatan gantung di tengah hutan terpanjang di Asia Tenggara dengan panjang sekitar 535 meter. Meski beberapa sumber menyebut panjangnya sekitar 414 meter, jembatan ini tetap menjadi ikon wisata yang selalu ramai di kunjungi.

Tiket Masuk dan Perjalanan Menuju Lokasi

Perjalanan di mulai dari pintu masuk TNGGP. Pengunjung membayar tiket Rp16.000 pada hari kerja dan Rp18.500 saat akhir pekan. Selain itu, tersedia biaya parkir mobil sebesar Rp10.000.

Setelah memasuki kawasan taman nasional, pengunjung masih harus membeli tiket menuju area Jembatan Situ Gunung. Petugas menjelaskan setiap kawasan memiliki pengelola berbeda sehingga tiket masuk di kenakan secara terpisah. Pengelola juga menyediakan paket wisata mulai Rp50.000 hingga Rp150.000 sesuai fasilitas yang di pilih.

Baca Juga :  10 Negara Teraman untuk Solo Traveling 2026, Singapura Masuk Daftar, Ini Versi Squaremouth

Paket terlengkap mencakup layanan shuttle ojek dan makanan ringan. Perjalanan menggunakan ojek melewati jalur berbatu dan menanjak. Meski jaraknya tidak terlalu jauh, jalur tersebut cukup memacu adrenalin karena kondisi jalan yang menantang.

Menikmati Keranjang Langit

Setibanya di lokasi, pengunjung langsung di sambut wahana Keranjang Langit. Wahana ini menggunakan keranjang rotan yang menggantung pada kabel baja di atas Lembah Purba. Setiap keranjang menampung dua orang dengan perlengkapan keselamatan lengkap.

Saat keranjang mulai bergerak, hamparan hutan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango langsung terlihat dari ketinggian. Suara Curug Sawer dan kicauan burung menambah suasana alami. Meski kabut terkadang menutupi langit, panorama alam tetap memanjakan mata.

Usai mencoba wahana tersebut, pengunjung dapat beristirahat sambil menikmati teh hangat dan aneka makanan rebus yang telah di sediakan dalam paket tertentu.

Sensasi Melintasi Jembatan Lembah Purba

Perjalanan kemudian berlanjut menuju Jembatan Lembah Purba. Sebelum memasuki area, setiap pengunjung harus memindai barcode pada gelang tiket. Setelah itu, mereka bisa mulai melintasi jembatan yang membentang di atas lembah hijau.

Saat angin bertiup atau jumlah pengunjung meningkat, jembatan akan bergoyang perlahan. Kondisi itu menghadirkan sensasi tersendiri bagi para wisatawan. Beberapa pengunjung bahkan tampak berteriak sambil tertawa ketika melintasi jembatan tersebut.

Baca Juga :  Tak Hanya Stunting, Program 3S Sungai Penuh Kini Sasar Lansia hingga Anak Sekolah

Di sepanjang perjalanan, wisatawan dapat menikmati pemandangan pepohonan yang rimbun. Kawasan ini juga menjadi habitat berbagai satwa liar, termasuk lutung hitam yang sesekali terlihat di sekitar hutan.

Curug Sawer dan Wahana Lainnya

Setelah menyeberangi jembatan, pengunjung dapat melanjutkan perjalanan menuju Curug Sawer. Selain itu, tersedia wahana Keranjang Sultan yang melintas sekitar tiga meter di atas aliran sungai. Meski lebih rendah di banding Keranjang Langit, wahana tersebut tetap memberikan pengalaman berbeda.

Perpaduan panorama alam, udara pegunungan yang sejuk, serta berbagai wahana membuat Situ Gunung layak masuk daftar destinasi wisata saat berkunjung ke Sukabumi. Sebagai informasi, Situ Gunung Suspension Bridge beroperasi setiap Senin hingga Jumat pukul 07.00–16.00 WIB. Sementara itu, pada Sabtu, Minggu, dan musim ramai, kawasan wisata buka hingga pukul 17.00 WIB. Pengunjung yang ingin menikmati suasana matahari terbit juga dapat menginap di area glamping yang tersedia di sekitar lokasi. (iD/*)

Berita Terkait

Pesona Lembah Dewa di Gunung Kunyit Kerinci, Keindahan Air Tiga Warna Tersembunyi di Tengah Hutan
9 Taman Nasional Tutup Sementara Jalur Pendakian, TNKS Masuk Daftar
Gerhana Bulan Parsial 27–28 Agustus 2026 Tutupi 96 Persen Permukaan Bulan, Apakah Bisa Dilihat dari Indonesia?
Fenomena Mata Naga Muncul di Thailand, Cekungan Batu Ini Terlihat Seperti Mata Raksasa
Destinasi Wisata Domestik Favorit 2026, Ini 5 Kota Pilihan Wisatawan Indonesia
Merah Putih 30 Meter Terbentang di Puncak Gunung Kerinci Saat HUT ke-81 RI
Ingin Liburan Tanpa Keramaian? Ini 10 Negara Paling Sunyi di Dunia
Pendaki Mulai Padati Gunung Kerinci Jelang 17 Agustus, BBTNKS Catat 118 Orang Sudah Naik
Berita ini 33 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 16:00 WIB

Pesona Lembah Dewa di Gunung Kunyit Kerinci, Keindahan Air Tiga Warna Tersembunyi di Tengah Hutan

Selasa, 1 September 2026 - 19:00 WIB

9 Taman Nasional Tutup Sementara Jalur Pendakian, TNKS Masuk Daftar

Rabu, 26 Agustus 2026 - 07:00 WIB

Gerhana Bulan Parsial 27–28 Agustus 2026 Tutupi 96 Persen Permukaan Bulan, Apakah Bisa Dilihat dari Indonesia?

Minggu, 23 Agustus 2026 - 13:00 WIB

Fenomena Mata Naga Muncul di Thailand, Cekungan Batu Ini Terlihat Seperti Mata Raksasa

Kamis, 20 Agustus 2026 - 13:00 WIB

Destinasi Wisata Domestik Favorit 2026, Ini 5 Kota Pilihan Wisatawan Indonesia

Berita Terbaru

Air Dispenser Panas Semua? Kenali Penyebab dan Cara Memperbaikinya. (Gambar: Ilustrasi AI)

Tips & Trik

Air Dispenser Panas Semua? Kenali Penyebab dan Cara Memperbaikinya

Minggu, 6 Sep 2026 - 15:00 WIB