Intiperistiwa.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Sitinjau Laut, Kabupaten Kerinci, menjadi perhatian publik. Selain itu, foto menu makanan penerima manfaat beredar luas di media sosial. Unggahan tersebut menampilkan nasi, telur dadar, sayuran, dan kacang tanah. Karena itu, sebagian masyarakat mempertanyakan apakah menu tersebut sudah memenuhi standar gizi program.
Program MBG menggunakan anggaran negara untuk meningkatkan asupan gizi peserta didik dan kelompok sasaran lainnya. Selain itu, program tersebut bertujuan mendukung pertumbuhan, kesehatan, dan kemampuan belajar. Oleh sebab itu, masyarakat berharap setiap menu mengikuti standar gizi yang telah ditetapkan. Harapan tersebut muncul agar manfaat program benar-benar dirasakan penerima.
Warga Minta Transparansi
Sejumlah warga meminta penyelenggara membuka informasi mengenai komposisi menu dan kandungan gizinya. Selain itu, mereka juga meminta penjelasan mengenai mekanisme pengawasan program. Menurut warga, keterbukaan informasi akan meningkatkan kepercayaan masyarakat. Karena itu, pelaksanaan program di nilai perlu berlangsung secara transparan.
Salah seorang warga, Meri, berharap kualitas makanan menjadi perhatian utama. Menurutnya, program tersebut membawa harapan besar bagi masa depan anak-anak. Karena itu, penyelenggara perlu menjaga mutu menu setiap hari. Ia juga meminta evaluasi rutin terhadap kualitas makanan yang di terima penerima manfaat.
SPPG Beri Penjelasan
Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sebukar, Rima, membenarkan foto tersebut berasal dari dapur SPPG. Namun, ia menilai informasi yang beredar tidak utuh. Selain itu, ia menyayangkan tidak adanya konfirmasi kepada pihak penyelenggara sebelum unggahan menyebar. Menurutnya, langkah tersebut dapat menghindari kesalahpahaman.
Rima menjelaskan menu pada foto bukan untuk siswa sekolah. Sebaliknya, menu tersebut di tujukan kepada balita. Ia mengatakan bentuk cetakan nasi menjadi pembeda antara porsi balita dan peserta didik. Karena itu, masyarakat di minta tidak menyamakan kedua jenis menu tersebut.
Foto Tidak Menampilkan Menu Lengkap
Rima juga menjelaskan foto yang beredar tidak memperlihatkan seluruh komponen makanan. Selain itu, buah yang menjadi bagian menu tidak terlihat dalam unggahan tersebut. Ia menambahkan makanan juga sudah di pindahkan dari wadah asli ke kotak makan sebelum difoto. Akibatnya, tampilan menu tidak sesuai dengan kondisi saat di bagikan.
SPPG mengaku telah mengirimkan dokumentasi menu lengkap sebagai penjelasan. Selain itu, Rima mengajak masyarakat memeriksa informasi secara menyeluruh sebelum menyimpulkan. Ia berharap setiap pihak mengutamakan konfirmasi kepada penyelenggara. Dengan demikian, informasi yang beredar dapat tetap akurat.
SPPG Terbuka Terhadap Kritik dan Masukan
Rima mengimbau masyarakat tidak terburu-buru mengambil kesimpulan dari unggahan media sosial. Selain itu, ia mengajak semua pihak menyampaikan kritik melalui jalur yang tepat. Menurutnya, masukan masyarakat sangat penting untuk meningkatkan kualitas layanan. Karena itu, SPPG siap menerima evaluasi secara terbuka.
Di akhir keterangannya, Rima menyampaikan permohonan maaf apabila pelaksanaan program masih memiliki kekurangan. Ia juga menegaskan komitmen SPPG untuk terus memperbaiki kualitas layanan. Dengan begitu, Program Makan Bergizi Gratis di harapkan semakin efektif dan memberi manfaat bagi seluruh penerima. (iD/*)











Komentar