Pemerintah Melalui Danantara Bidik Penghematan Rp50 Triliun Lewat Perampingan BUMN

Penataan BUMN diklaim mampu memangkas inefisiensi dan menghemat puluhan triliun rupiah setiap tahun.

- Jurnalis

Sabtu, 13 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah Melalui Danantara Bidik Penghematan Rp50 Triliun Lewat Perampingan BUMN. (Foto: dok Humas BP BUMN/metrotvnews)

Pemerintah Melalui Danantara Bidik Penghematan Rp50 Triliun Lewat Perampingan BUMN. (Foto: dok Humas BP BUMN/metrotvnews)

Intiperistiwa.com – Pemerintah terus menata badan usaha milik negara agar bekerja lebih efisien. Langkah tersebut di jalankan melalui Danantara sebagai pengelola investasi negara.

Penataan itu bertujuan memangkas biaya yang tidak perlu. Selain itu, pemerintah ingin menciptakan tata kelola yang lebih sehat dan produktif.

Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menyebut jumlah entitas BUMN saat ini mencapai 1.077 perusahaan. Namun, Danantara menargetkan jumlah tersebut menyusut menjadi sekitar 200 hingga 300 entitas.

Transaksi Berlapis Jadi Sumber Pemborosan

Dony mengungkapkan Danantara menemukan praktik transaksi berlapis di lingkungan BUMN. Pola tersebut melibatkan induk perusahaan hingga anak usaha berjenjang.

Transaksi berlangsung dari induk ke anak perusahaan. Selanjutnya, proses berlanjut hingga perusahaan cucu dan cicit.

Menurutnya, pola itu memicu inefisiensi dalam jumlah besar. Akibatnya, biaya operasional meningkat tanpa memberikan nilai tambah yang signifikan.

“Selama ini kita membiasakan layering transaction antara induk ke anak-anak, ke cucu-cucu, ke cicit, yang menyebabkan inefisiensi. Kurang lebih inefisiensinya itu Rp30 triliun,” kata Dony, Jumat, 12 Juni 2026.

Baca Juga :  Reshuffle Besar-besaran, Pemkot Sungai Penuh Lantik 56 Pejabat Baru, Ini Daftar Namanya

Merger Pertamina Pangkas Biaya Besar

Danantara mulai menerapkan konsolidasi pada sejumlah perusahaan. Salah satu contohnya terjadi di lingkungan Pertamina.

Dony menjelaskan penggabungan PT Pertamina Patra Niaga, Kilang Pertamina Internasional, dan Pertamina International Shipping di lakukan karena memiliki rantai bisnis yang saling berkaitan.

Melalui langkah tersebut, Danantara berhasil memangkas berbagai biaya internal. Selain itu, perusahaan juga dapat mengurangi potensi kerugian akuntansi.

“Contoh pertama, kita merger sekarang, kita sudah menghemat kurang lebih sekitar USD600–700 juta dari hasil merger ini,” ujarnya.

Telkom Group Juga Jadi Sorotan

Danantara juga menemukan pola serupa di Telkom Group. Sejumlah proyek pembangunan jaringan serat optik harus melewati beberapa lapisan perusahaan.

Akibatnya, proses pekerjaan menjadi lebih panjang. Selain itu, biaya tambahan muncul pada setiap tahapan pelaksanaan proyek.

Dony menilai pola tersebut perlu di sederhanakan. Dengan demikian, perusahaan dapat bekerja lebih cepat dan efisien.

Targetkan Tinggal 254 Entitas

Danantara optimistis proses perampingan mampu menghasilkan penghematan besar. Target tersebut dapat tercapai setelah restrukturisasi selesai di jalankan.

Baca Juga :  BGN Setop Sementara MBG Saat Libur Sekolah, Seluruh Dapur Akan Diaudit

Dony menyebut jumlah perusahaan nantinya di proyeksikan menjadi sekitar 254 entitas. Dari proses itu, Danantara berpotensi menghemat Rp50 triliun setiap tahun.

Penghematan tersebut dapat di raih tanpa menunggu peningkatan laba perusahaan hasil konsolidasi. Artinya, manfaat efisiensi bisa langsung di rasakan.

“Jadi kita punya Rp50 triliun kalau proses ini selesai kita laksanakan, kita punya immediate saving tanpa kita harus melakukan improvement terhadap kualitas pengelolaan dan profitability daripada hasil penggabungan. Di depan mata kita ada Rp50 triliun,” kata Dony.

Dorong BUMN Lebih Kompetitif

Pemerintah berharap langkah penataan ini memperkuat daya saing BUMN. Selain itu, efisiensi juga dapat memperbaiki kualitas pengelolaan perusahaan negara.

Jika target tersebut tercapai, BUMN tidak hanya lebih ramping. BUMN juga berpeluang menjadi lebih lincah, transparan, dan mampu memberikan kontribusi ekonomi yang lebih besar bagi negara.(id/*)

Berita Terkait

4 Komponen PKH Ini Sudah Bisa Tarik Bansos Tahap 3 dari Rekening
Bansos Beras Tahap 2 Cair 17 Agustus 2026, Cek Syaratnya
Mulai 17 Agustus, Balik Nama SHM Lebih Cepat, Maksimal 10 Hari di 15 Daerah
Bantuan Beras Tahap 2 Cair 17 Agustus 2026, Cek Besaran dan Jadwalnya
Kabar Baik Guru Kemenag, Tunjangan Profesi Guru Kemenag Naik 700 Persen
Bukan Cuma TNI dan Kemenhan, Mensesneg: Tukin Guru, Dosen, dan Nakes Juga Ikut Naik
Harapan Besar Guru PPPK Jelang HUT RI Ke-81, Pengangkatan Jadi PNS Dinilai Jadi Kado Terindah
Beasiswa Generasi Berkah 2026 Resmi Dibuka, Mahasiswa Berpeluang Dapat Bantuan Rp7 Juta
Berita ini 1 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 09:00 WIB

4 Komponen PKH Ini Sudah Bisa Tarik Bansos Tahap 3 dari Rekening

Kamis, 6 Agustus 2026 - 19:00 WIB

Bansos Beras Tahap 2 Cair 17 Agustus 2026, Cek Syaratnya

Kamis, 6 Agustus 2026 - 15:00 WIB

Mulai 17 Agustus, Balik Nama SHM Lebih Cepat, Maksimal 10 Hari di 15 Daerah

Senin, 3 Agustus 2026 - 15:00 WIB

Bantuan Beras Tahap 2 Cair 17 Agustus 2026, Cek Besaran dan Jadwalnya

Minggu, 2 Agustus 2026 - 17:00 WIB

Kabar Baik Guru Kemenag, Tunjangan Profesi Guru Kemenag Naik 700 Persen

Berita Terbaru