Intiperistiwa.com – Pemerintah terus memperkuat pemerataan pendidikan di berbagai daerah. Langkah tersebut di lakukan melalui Program Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT).
Program ini masuk dalam prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah ingin menghadirkan pendidikan berkualitas yang lebih mudah di jangkau masyarakat.
Selain meningkatkan mutu pembelajaran, program tersebut juga bertujuan mengurangi kesenjangan pendidikan antardaerah.
Siapkan 100 Sekolah Unggulan
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menyampaikan pemerintah telah menyiapkan pembangunan 100 SNT pada 2026.
Pemerintah merancang SNT sebagai sekolah unggul tanpa sistem asrama. Sekolah tersebut di harapkan menjadi pusat pendidikan berkualitas di berbagai wilayah.
“Yang ini merupakan sekolah unggul yang tidak berasrama. Tahun ini di rencanakan bangun 100 Sekolah Nasional Terintegrasi,” kata Abdul Mu’ti, Jumat, 12 Juni 2026.
Menurutnya, pemerintah telah menjalankan proses seleksi sekolah. Pemerintah juga menerima berbagai usulan dari daerah.
Selanjutnya, tim akan menindaklanjuti seluruh usulan tersebut sesuai kriteria yang di tetapkan.
Manfaatkan Fasilitas yang Sudah Ada
Abdul Mu’ti menjelaskan pelaksanaan program di mulai pada tahun ini. Pemerintah akan memanfaatkan fasilitas pendidikan yang tersedia.
Selain itu, pemerintah juga membangun sekolah baru di sejumlah daerah terpilih. Langkah tersebut bertujuan mempercepat realisasi program.
“Sudah ada usulan-usulan sekolah yang masuk dari 36 yang sudah kami seleksi, dan tahun ini kami mulai, insyaallah,” ujarnya.
Ia menjelaskan lima sekolah akan beroperasi di balai milik Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
“Kemudian ada satu sekolah di IKN. Dan sembilan sekolah yang nanti kita bangun baru di daerah yang sudah di seleksi,” lanjut Abdul Mu’ti.
Jadi Model Pendidikan Unggulan
Pemerintah berharap SNT menjadi contoh pendidikan unggulan nasional. Kehadirannya juga dapat memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Berbeda dengan sekolah berasrama, SNT tetap mengedepankan akses yang lebih inklusif. Dengan demikian, lebih banyak siswa dapat menikmati pendidikan berkualitas.
Program ini juga menunjukkan komitmen pemerintah dalam memperluas kesempatan belajar secara merata.
Revitalisasi Ribuan Sekolah Terus Berjalan
Selain membangun SNT, pemerintah melanjutkan program revitalisasi sekolah. Upaya tersebut menjadi bagian dari agenda peningkatan mutu pendidikan nasional.
Pada tahun ini, revitalisasi menyasar 71.744 satuan pendidikan. Cakupannya di mulai dari taman kanak-kanak hingga sekolah menengah atas.
Melalui langkah tersebut, pemerintah berharap seluruh anak Indonesia memperoleh layanan pendidikan yang layak.
Di sisi lain, pemerataan kualitas pendidikan di harapkan semakin nyata. Dengan begitu, setiap daerah memiliki kesempatan yang sama untuk melahirkan generasi unggul dan berdaya saing tinggi.(id/*)










Komentar