Intiperistiwa.com – Politeknik Siber dan Sandi Negara atau Poltek SSN berada di bawah BSSN. Sekolah kedinasan ini akan membuka seleksi penerimaan pada tahun ini. Setelah lulus, taruna otomatis menjadi CPNS BSSN. Karena itu, banyak calon peserta perlu memahami ketentuan penerimaan sejak awal.
Poltek SSN juga memperbolehkan calon taruna menggunakan kacamata. Jadi, peserta dengan mata minus, plus, atau silinder tetap dapat mengikuti pendaftaran. Namun, Poltek SSN belum mengumumkan penerimaan calon taruna secara resmi. Sebagai gambaran, calon peserta dapat melihat syarat dan tahapan seleksi tahun lalu.
Syarat Masuk Poltek SSN
Calon taruna Poltek SSN harus memenuhi sejumlah persyaratan sebelum mengikuti seleksi. Selain itu, peserta wajib berstatus WNI dan taat kepada Pancasila, UUD 1945, serta NKRI. Peserta juga harus berusia minimal 17 tahun dan maksimal 21 tahun pada 31 Desember tahun berjalan.
Untuk pendidikan, lulusan SMA/MA sebelum tahun berjalan harus berasal dari jurusan IPA. Sementara itu, lulusan SMA/MA tahun berjalan dapat berasal dari semua jurusan. Kemudian, lulusan SMK juga dapat mendaftar melalui jurusan yang sesuai dengan ketentuan Poltek SSN.
Jurusan SMK yang memenuhi syarat meliputi:
- Teknik Audio Video
- Teknik Elektronika Industri
- Teknik Otomasi Industri
- Teknik Elektronika dan Komunikasi
- Teknik Mekatronika
- Rekayasa Perangkat Lunak
- Teknik Komputer dan Jaringan
- Sistem Informatika, Jaringan dan Aplikasi
- Pengembangan Gim
Selain jurusan, peserta harus memenuhi ketentuan akademik. Nilai rata-rata Matematika minimal 80 pada semester 4 dan 5. Begitu pula, nilai rata-rata Bahasa Inggris minimal 80 pada semester yang sama.
Peserta juga harus memenuhi persyaratan kesehatan dan fisik. Ketentuannya mencakup:
- Sehat jasmani dan rohani.
- Tidak buta warna parsial maupun total.
- Tidak memiliki penyakit bawaan menular yang mengganggu aktivitas.
- Tinggi minimal 160 cm untuk pria dan 150 cm untuk wanita.
- Memiliki berat badan yang seimbang.
- Menyertakan surat pemeriksaan kesehatan dari fasilitas kesehatan pemerintah.
Selanjutnya, peserta harus memenuhi ketentuan terkait status pribadi. Peserta tidak boleh memiliki tato atau bekas tato dan tidak boleh bertindik pada bagian tertentu. Peserta juga harus belum menikah serta bersedia tidak menikah selama mengikuti pendidikan.
Selain itu, perempuan belum pernah melahirkan dan laki-laki belum pernah memiliki anak biologis. Peserta juga tidak boleh pernah drop out atau putus sekolah dari Poltek SSN maupun sekolah kedinasan lain. Mereka juga tidak boleh sedang mengikuti ikatan dinas di instansi lain.
Peserta kemudian perlu menyiapkan beberapa dokumen dan memenuhi ketentuan tambahan. Persyaratan tersebut mencakup:
- Membayar biaya SKD sebesar Rp100.000.
- Menyerahkan sertifikat UTBK-SNBT dari dua tahun sebelumnya atau tahun berjalan.
- Memiliki BPJS Kesehatan.
- Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah NKRI.
- Bersedia menjalani ikatan dinas selama 10 tahun setelah lulus.
Tahapan Seleksi Poltek SSN
Berdasarkan penerimaan tahun lalu, berikut rangkaian seleksi yang perlu calon peserta ketahui:
- Pendaftaran dan seleksi administrasi
- Peserta mendaftar melalui portal resmi sekolah kedinasan BKN.
- Portal SSCASN Dikdin BKN
- Seleksi Kompetensi Dasar (SKD)
- Peserta mengikuti SKD sesuai ketentuan penerimaan.
- Seleksi akademik
- Seleksi menggunakan hasil UTBK.
- Jika memiliki lebih dari satu sertifikat UTBK, peserta memilih salah satunya.
- Seleksi psikologi
- Peserta mengikuti tes psikologi sesuai ketentuan.
- CT/MI tertulis
- Tes mengukur pemahaman pemecahan masalah terkait ideologi.
- Tes juga mengukur komitmen terhadap Pancasila, UUD 1945, dan NKRI.
- Seleksi kesehatan
- Peserta mengikuti pemeriksaan kesehatan.
- Seleksi kebugaran
- Lari selama 12 menit.
- Pull up/chinning selama 1 menit.
- Sit up selama 1 menit.
- Push up selama 1 menit.
- Wawancara litpers
- Peserta mengikuti tahap wawancara litpers.
- Pantukhir
- Tahap terakhir berupa pemantauan akhir.
Catatan untuk Calon Peserta
Poltek SSN belum mengumumkan penerimaan calon taruna secara resmi tahun ini. Karena itu, calon peserta perlu menunggu informasi resmi terbaru. Sementara itu, persyaratan di atas mengacu pada penerimaan tahun sebelumnya. Calon peserta dapat menggunakannya sebagai persiapan awal.
Selain itu, peserta perlu mengecek kembali seluruh dokumen sebelum pendaftaran. Pastikan jurusan, nilai, usia, kesehatan, dan persyaratan lainnya sesuai ketentuan. Dengan begitu, calon taruna dapat mempersiapkan diri lebih matang. (iD/*)











Komentar