Ramadan Tanpa Malam di Kanada, Muslim Inuvik Berpuasa di Bawah Matahari 24 Jam

Umat Muslim di kawasan Arktik Kanada beradaptasi dengan fenomena matahari tengah malam saat menjalankan ibadah.

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 15 Juni 2026 - 16:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ramadan Tanpa Malam di Kanada, Muslim Inuvik Berpuasa di Bawah Matahari 24 Jam. (Foto: Cole Burston/AFP/kumparan)

Ramadan Tanpa Malam di Kanada, Muslim Inuvik Berpuasa di Bawah Matahari 24 Jam. (Foto: Cole Burston/AFP/kumparan)

Intiperistiwa.com – Bagi sebagian besar umat Muslim, waktu puasa mengikuti terbit dan terbenamnya matahari. Namun, kondisi berbeda terjadi di kawasan Arktik Kanada.

Umat Muslim di sekitar Midnight Sun Mosque, Inuvik, menjalani Ramadan di bawah fenomena matahari tengah malam. Fenomena tersebut membuat matahari tetap bersinar hampir sepanjang hari tanpa jeda gelap yang jelas.

Laporan Daily Sabah menyebut Kota Inuvik menerima sinar matahari selama 24 jam penuh. Kondisi itu berlangsung lebih dari 50 hari setiap tahun.

Sebaliknya, wilayah tersebut juga mengalami malam kutub. Selama sekitar 30 hari, matahari tidak muncul sama sekali.

Siklus alam yang ekstrem ini membuat pergantian siang dan malam tidak berlangsung normal. Karena itu, umat Muslim menghadapi tantangan tersendiri saat menjalankan ibadah Ramadan.

Menentukan Waktu Puasa Jadi Tantangan

Puasa Ramadan umumnya berlangsung sejak fajar hingga matahari terbenam. Akan tetapi, masyarakat Muslim di Inuvik tidak dapat mengandalkan perubahan matahari sebagai penanda waktu.

Kondisi tersebut mendorong mereka mencari solusi agar ibadah tetap berjalan teratur. Mereka akhirnya menggunakan waktu Mekkah sebagai acuan puasa dan salat.

Baca Juga :  Harga BBM Masih Bertahan per 15 Juni 2026, Ini Daftar Lengkapnya

Imam setempat, Saleh Hasabelnabi, mengaku terkejut saat pertama kali menghadapi musim panas di Inuvik. Pengalaman itu belum pernah ia rasakan sebelumnya.

“Pertama kali itu seperti kejutan. Aku tidak percaya. Untuk pertama kalinya dalam hidupku, aku berdoa lima kali, matahari masih bersinar,” ujarnya.

Keputusan mengikuti jadwal Mekkah membantu komunitas Muslim menjaga keteraturan ibadah. Dengan demikian, mereka tetap dapat menjalankan kewajiban agama secara konsisten.

Masjid Kecil Jadi Pusat Kebersamaan

Midnight Sun Mosque atau “Little Mosque on the Tundra” menjadi pusat aktivitas umat Muslim setempat. Sekitar 100 hingga 120 Muslim tinggal di kawasan tersebut.

Mereka berkumpul untuk berbuka puasa bersama. Selain itu, mereka menikmati berbagai hidangan rumahan yang mencerminkan keberagaman budaya.

Masakan khas Sudan sering hadir di meja berbuka. Suasana hangat itu mempererat hubungan antarsesama di tengah hamparan tundra yang luas.

Di sisi lain, suhu udara yang rendah tidak mengurangi semangat kebersamaan. Komunitas kecil tersebut justru menjaga tradisi berbagi dengan penuh antusias.

Baca Juga :  macOS 27 Golden Gate Dengan Seri AI Resmi Dirilis Apple, Mac Intel Tersingkirkan

Adaptasi yang Menguatkan Spiritualitas

Mohamed Asad Behrawar mengakui bahwa proses penyesuaian tidak berlangsung mudah. Menurutnya, pengalaman berpuasa di Inuvik terasa sangat berbeda.

Ia sebelumnya pernah tinggal di Edmonton, Alberta. Meski kota itu memiliki durasi siang panjang, kondisi di Inuvik tetap lebih menantang.

Sementara itu, Abadallah el-Bekai memiliki pandangan berbeda. Warga Palestina berusia 75 tahun itu telah menetap di Inuvik selama 25 tahun.

Menurutnya, Ramadan di wilayah Arktik menghadirkan pengalaman spiritual yang mendalam. Lingkungan terpencil justru memperkuat rasa syukur dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, kondisi alam yang ekstrem mempererat solidaritas antaranggota komunitas. Mereka saling mendukung agar ibadah tetap berjalan dengan baik.

Pengalaman Ramadan di bawah matahari tengah malam menunjukkan kemampuan umat Muslim beradaptasi. Mereka menyesuaikan praktik keagamaan dengan kondisi geografis setempat.

Di Inuvik, adaptasi tidak hanya berkaitan dengan penentuan waktu. Lebih dari itu, masyarakat menjaga makna Ramadan melalui kebersamaan, keteguhan, dan semangat spiritual yang tetap menyala meski matahari nyaris tak pernah padam.(id/*)

Berita Terkait

Elon Musk Gandeng Maskapai Israel, WiFi Gratis Starlink Segera Hadir di Dalam Pesawat
MrBeast Ukir Rekor Baru, YouTuber Pertama dengan 500 Juta Subscriber
Harga Minyak Dunia Terus Merosot Setelah AS-Iran Sepakat Damai, Selat Hormuz Bersiap Dibuka
Arab Saudi Sambut 1448 Hijriah dengan Pergantian Kiswah Ka’bah
BSI Siapkan Kantor Cabang di Jeddah, Untuk Memperkuat Layanan Haji dan Umrah
Umrah Plus Wisata: Tak Hanya Makkah-Madinah, Saudi Tawarkan Destinasi Baru Saat Umrah
Pulang dari Jepang Mulai 1 Juli 2026 Kena Pajak Rp332 Ribu, Ini Alasannya
Arsenal Tertarik Mendatangkan Bintang Club Brugge Christos Tzolis Yang Dibanderol 40 juta euro
Berita ini 1 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 13:00 WIB

Elon Musk Gandeng Maskapai Israel, WiFi Gratis Starlink Segera Hadir di Dalam Pesawat

Selasa, 16 Juni 2026 - 22:00 WIB

MrBeast Ukir Rekor Baru, YouTuber Pertama dengan 500 Juta Subscriber

Selasa, 16 Juni 2026 - 21:00 WIB

Harga Minyak Dunia Terus Merosot Setelah AS-Iran Sepakat Damai, Selat Hormuz Bersiap Dibuka

Selasa, 16 Juni 2026 - 15:00 WIB

Arab Saudi Sambut 1448 Hijriah dengan Pergantian Kiswah Ka’bah

Selasa, 16 Juni 2026 - 10:00 WIB

BSI Siapkan Kantor Cabang di Jeddah, Untuk Memperkuat Layanan Haji dan Umrah

Berita Terbaru

Jangan Sampai Terlewat! Ini Jadwal Lengkap MotoGP Ceko 2026. (Foto: MotoGP/merahputih)

Otomotif

Jangan Sampai Terlewat! Ini Jadwal Lengkap MotoGP Ceko 2026

Rabu, 17 Jun 2026 - 16:00 WIB