Sekolah Rakyat Bakal Melonjak Tajam, Gus Ipul Ungkap Target 100 Ribu Siswa dalam Dua Tahun

Pemerintah memperluas Sekolah Rakyat untuk menjangkau lebih banyak anak dari keluarga kurang mampu.

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 7 Juni 2026 - 23:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sekolah Rakyat Bakal Melonjak Tajam, Gus Ipul Ungkap Target 100 Ribu Siswa dalam Dua Tahun. (Foto: IA)

Sekolah Rakyat Bakal Melonjak Tajam, Gus Ipul Ungkap Target 100 Ribu Siswa dalam Dua Tahun. (Foto: IA)

Intiperistiwa.com – Menteri Sosial, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, mengungkapkan rencana penambahan besar pada program Sekolah Rakyat. Pemerintah menyiapkan lebih dari 32 ribu kursi baru untuk tahun ajaran 2026-2027.

Gus Ipul menyampaikan hal tersebut saat mendampingi Prabowo Subianto meninjau Sekolah Rakyat Menengah Pertama 17 Tabanan, Bali, Minggu (7/6).

Menurutnya, Sekolah Rakyat saat ini telah memiliki lebih dari 15 ribu siswa aktif pada tahun ajaran 2025-2026. Dengan tambahan peserta didik baru, jumlah siswa diperkirakan melampaui 45 ribu orang pada tahun ajaran mendatang.

Pemerintah juga menyiapkan langkah lanjutan untuk memperluas program tersebut. Karena itu, pembangunan fasilitas permanen terus berjalan di berbagai daerah.

Target 100 Ribu Siswa pada 2027

Gus Ipul menjelaskan bahwa peningkatan kapasitas Sekolah Rakyat akan berlangsung secara bertahap. Pemerintah menyesuaikan penambahan siswa dengan pembangunan sarana pendidikan yang sedang berlangsung.

Selain itu, pemerintah menargetkan jumlah siswa menembus angka 100 ribu pada tahun ajaran 2027-2028. Target tersebut dinilai realistis jika pembangunan gedung permanen berjalan sesuai rencana.

Menurut Gus Ipul, pemerintah ingin memastikan semakin banyak anak memperoleh akses pendidikan yang layak. Karena itu, perluasan program menjadi salah satu prioritas utama dalam beberapa tahun ke depan.

Baca Juga :  Kejagung Bongkar Dugaan Jual Beli Izin SPPG MBG, Eks Pimpinan BGN Terseret

Open House Digelar di Seluruh Indonesia

Saat ini, pemerintah mengadakan kegiatan open house Sekolah Rakyat di berbagai daerah. Kegiatan tersebut memberi kesempatan kepada calon siswa dan orang tua untuk mengenal lingkungan belajar secara langsung.

Melalui program itu, masyarakat dapat melihat proses pembelajaran, fasilitas, serta sistem pendidikan yang diterapkan. Dengan demikian, orang tua memperoleh gambaran lebih jelas sebelum anak mengikuti program tersebut.

Di sisi lain, pemerintah tidak membuka pendaftaran secara umum. Sebaliknya, pemerintah melakukan penjangkauan langsung kepada calon peserta didik yang memenuhi kriteria.

Prioritaskan Anak dari Keluarga Rentan

Gus Ipul menegaskan bahwa pemerintah mengutamakan anak-anak dari keluarga yang terdata dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Pendekatan ini mengikuti arahan Presiden Prabowo agar bantuan pendidikan tepat sasaran.

Selanjutnya, petugas melakukan verifikasi data secara menyeluruh sebelum menetapkan peserta didik. Pemerintah juga memastikan seluruh proses berlangsung transparan dan bebas biaya.

Karena itu, Gus Ipul menegaskan tidak ada ruang bagi praktik titipan maupun pungutan dalam proses seleksi. Pemerintah menerapkan aturan ketat untuk menjaga integritas program tersebut.

Banyak Anak Belum Pernah Sekolah

Dalam proses penjangkauan, pemerintah menemukan berbagai persoalan pendidikan yang masih terjadi di masyarakat. Salah satunya ialah keberadaan anak-anak yang belum pernah mengenyam pendidikan formal.

Baca Juga :  Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar, Menkeu Tegaskan Indonesia Jauh dari Krisis

Selain itu, petugas juga menemukan anak yang putus sekolah dan berisiko menghentikan pendidikan. Temuan tersebut memperkuat alasan pemerintah untuk memperluas jangkauan Sekolah Rakyat.

Menurut Gus Ipul, program ini hadir untuk membuka kesempatan belajar bagi kelompok yang selama ini sulit mengakses pendidikan. Karena itu, pemerintah terus memperkuat sistem pendataan dan penjangkauan.

Nol Toleransi terhadap Perundungan dan Kekerasan

Saat ini, Sekolah Rakyat telah beroperasi di 166 titik sebagai sekolah rintisan. Salah satunya berada di Kabupaten Tabanan, Bali, yang menampung 74 siswa SMP dalam tiga rombongan belajar.

Selain fokus pada pendidikan, pemerintah juga menaruh perhatian besar pada keamanan peserta didik. Sekolah Rakyat menerapkan kebijakan tegas terhadap segala bentuk pelanggaran.

Gus Ipul menegaskan bahwa perundungan, kekerasan fisik, kekerasan seksual, dan intoleransi tidak memiliki tempat di lingkungan sekolah. Pemerintah akan memberikan sanksi tegas kepada siapa pun yang melanggar aturan tersebut.

Dengan kebijakan itu, pemerintah ingin menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman. Harapannya, setiap siswa dapat berkembang secara optimal tanpa rasa takut maupun tekanan selama menempuh pendidikan.(id/*)

Berita Terkait

Optimalkan Program MBG, Pemerintah Perkuat Tata Kelola BGN
Berapa Pendapatan Menjadi Anggota TNI? Simak Daftar Tunjangan yang Mereka Terima
Kabar Gembira! Tunjangan Guru Non ASN Naik Jadi Rp2 Juta dan Cair Langsung ke Rekening
Jangan Lewatkan! MyPertamina Bagi Cashback dan Bonus Poin hingga Juli 2026
Rekrutmen BPJS Kesehatan 2026 Resmi Dibuka, Lulusan D3 dan S1 Bisa Daftar
Cek NISN Online 2026 Kini Lebih Mudah, Bisa Pakai Nama Siswa dan Ibu Kandung
Film Warkop DKI: Viralin Dong! Resmi Tayang Hari Ini, 11 Juni 2026
Rupiah Kembali Merosot Hari Ini, Dolar AS Sentuh Rp17.947
Berita ini 11 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 20:00 WIB

Optimalkan Program MBG, Pemerintah Perkuat Tata Kelola BGN

Jumat, 12 Juni 2026 - 19:00 WIB

Berapa Pendapatan Menjadi Anggota TNI? Simak Daftar Tunjangan yang Mereka Terima

Jumat, 12 Juni 2026 - 15:00 WIB

Kabar Gembira! Tunjangan Guru Non ASN Naik Jadi Rp2 Juta dan Cair Langsung ke Rekening

Jumat, 12 Juni 2026 - 10:00 WIB

Jangan Lewatkan! MyPertamina Bagi Cashback dan Bonus Poin hingga Juli 2026

Jumat, 12 Juni 2026 - 08:00 WIB

Rekrutmen BPJS Kesehatan 2026 Resmi Dibuka, Lulusan D3 dan S1 Bisa Daftar

Berita Terbaru

Rapat Koordinasi terkait perbaikan implementasi tata kelola penyelenggaraan Program MBG. (Foto: catatanjurnalist)

Nasional

Optimalkan Program MBG, Pemerintah Perkuat Tata Kelola BGN

Jumat, 12 Jun 2026 - 20:00 WIB