Jerman Salahkan Trump atas Penutupan Kembali Selat Hormuz

Menhan Jerman menilai kebijakan Donald Trump memicu krisis baru di Selat Hormuz.

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 22 Juni 2026 - 21:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Pertahanan Jerman, Boris Pistorius. (Foto: Wikimedia Commons/Olaf Kosinsky/voi)

Menteri Pertahanan Jerman, Boris Pistorius. (Foto: Wikimedia Commons/Olaf Kosinsky/voi)

Intiperistiwa.com – Menteri Pertahanan Jerman, Boris Pistorius, melontarkan kritik tajam terhadap Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Ia menilai kebijakan Trump ikut mendorong kembali tertutupnya Selat Hormuz, jalur pelayaran yang sangat penting bagi distribusi energi dunia.

Pistorius juga mendesak seluruh pihak untuk segera membuka kembali akses pelayaran di kawasan tersebut. Menurutnya, keberlangsungan pasokan minyak dan gas global sangat bergantung pada stabilitas Selat Hormuz.

Jerman Tuding Trump Picu Krisis Baru

Dalam wawancara bersama stasiun televisi Jerman, ARD, Pistorius menyebut Donald Trump sebagai pihak yang bertanggung jawab atas situasi tersebut. Ia menegaskan bahwa Eropa memiliki kepentingan besar untuk memastikan jalur itu kembali aman dilintasi.

“Pada akhirnya, sumbat di leher botol Selat Hormuz didorong masuk oleh Donald Trump, bukan oleh kami. Namun, kami memiliki kepentingan untuk membukanya kembali,” kata Pistorius, seperti dikutip AFP, Senin (22/6/2026).

Baca Juga :  Hyundai menyiapkan 1.500 kendaraan dan teknologi robotika untuk mendukung FIFA World Cup 2026

Selat Hormuz sempat mengalami pemblokiran ketika perang berkecamuk sejak 28 Februari lalu. Konflik tersebut pecah setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan besar terhadap Iran.

Kemudian, Iran menyetujui pembukaan kembali Selat Hormuz melalui kesepakatan awal. Donald Trump dan Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menandatangani kesepakatan tersebut sehingga arus pelayaran kembali berjalan.

Iran Kembali Tutup Selat Hormuz

Namun, situasi berubah dalam beberapa pekan terakhir. Iran mengumumkan penutupan kembali Selat Hormuz pada Sabtu (20/6) waktu setempat.

Teheran mengambil langkah tersebut karena Israel terus menggempur Lebanon. Negara itu menjadi basis utama kelompok Hizbullah yang selama ini terlibat dalam ketegangan kawasan.

Pistorius menegaskan bahwa pembukaan jalur aman di Selat Hormuz sangat penting bagi Eropa. Menurutnya, keamanan jalur tersebut berkaitan langsung dengan pemulihan ekonomi dan ketahanan energi.

“Pembukaan Selat Hormuz, atau lebih tepatnya jalur aman untuk melintasinya, menjadi kepentingan Eropa, pasokan energi, dan pemulihan ekonomi kita,” tegasnya.

Baca Juga :  Prabowo Kumpulkan 12.173 Penggerak Program MBG di Sentul

Ia menambahkan bahwa upaya membuka kembali Selat Hormuz membutuhkan dukungan Iran dan Oman. Kedua negara memegang peran strategis karena wilayahnya berada di sekitar selat tersebut.

Jerman Jaga Jarak dari Operasi AS

Pernyataan Pistorius muncul setelah Jerman berulang kali menjaga jarak dari operasi militer Amerika Serikat terhadap Iran. Sebelumnya, para pejabat Jerman memilih tidak menyalahkan Washington secara terbuka.

Ketika Trump meminta dukungan sekutu untuk mengamankan Selat Hormuz pada April lalu, Kanselir Jerman, Friedrich Merz, menyampaikan sikap berbeda. Ia menilai konflik tersebut bukan bagian dari urusan NATO.

Baik Merz maupun Pistorius juga menyoroti langkah Amerika Serikat yang tidak berkonsultasi dengan negara sekutu sebelum menyerang Iran. Kritik itu menunjukkan adanya perbedaan pandangan antara Berlin dan Washington terkait penanganan konflik Timur Tengah. (id/*)

Berita Terkait

Bikin Tenang! Inilah 10 Negara Paling Damai di Dunia 2026
6 Negara Ini Berani Bayar Orang Agar Mau Pindah dan Tinggal di Negaranya, Tertarik?
Iran Tegaskan Selat Hormuz Tak Akan Dibuka Jika Israel Serang Lebanon
Google Kembangkan Jutaan Nyamuk Untuk Lawan DBD
Iran Terapkan Aturan Baru di Selat Hormuz, Kapal Wajib Ajukan Izin 48 Jam Sebelum Melintas
Purbaya Bawa Kabar Baik dari China, Indonesia Dapat Suntikan Dana Rp303 Triliun
Selat Hormuz Mulai Pulih, Aktivitas Pelayaran Kembali Lancar
Gedung Tertinggi Di Dunia: Burj Khalifa Terancam Tergeser, Jeddah Tower Sudah Tembus 100 Lantai
Berita ini 5 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 12:00 WIB

Bikin Tenang! Inilah 10 Negara Paling Damai di Dunia 2026

Rabu, 24 Juni 2026 - 11:00 WIB

6 Negara Ini Berani Bayar Orang Agar Mau Pindah dan Tinggal di Negaranya, Tertarik?

Selasa, 23 Juni 2026 - 10:00 WIB

Iran Tegaskan Selat Hormuz Tak Akan Dibuka Jika Israel Serang Lebanon

Senin, 22 Juni 2026 - 21:00 WIB

Jerman Salahkan Trump atas Penutupan Kembali Selat Hormuz

Senin, 22 Juni 2026 - 17:00 WIB

Google Kembangkan Jutaan Nyamuk Untuk Lawan DBD

Berita Terbaru

Buruan Klaim! Kode Redeem Mobile Legends 24 Juni 2026. (Foto: Dok. Mobile Legends/bloombergtechnoz)

Game

Buruan Klaim! Kode Redeem Mobile Legends 24 Juni 2026

Rabu, 24 Jun 2026 - 17:00 WIB