Viral Mahasiswa Undana Disebut Depresi setelah 12 Kali Batal Sidang Skripsi, Kampus Akhirnya Buka Suara

Undana membantah sejumlah informasi viral dan menjelaskan kondisi mahasiswa JS serta proses akademiknya.

- Jurnalis

Jumat, 7 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Viral Mahasiswa Undana Disebut Depresi setelah 12 Kali Batal Sidang Skripsi, Kampus Akhirnya Buka Suara. (Foto: YouTube Official Universitas Nusa Cendana/kompas)

Viral Mahasiswa Undana Disebut Depresi setelah 12 Kali Batal Sidang Skripsi, Kampus Akhirnya Buka Suara. (Foto: YouTube Official Universitas Nusa Cendana/kompas)

Intiperistiwa.com – Video mahasiswa Universitas Nusa Cendana (Undana), Nusa Tenggara Timur (NTT), viral di media sosial. Video tersebut memunculkan dugaan bahwa mahasiswa berinisial JS mengalami depresi. Informasi yang beredar juga menyebut JS menghadapi pembatalan ujian hingga 12 kali. Namun, Undana kemudian memberikan penjelasan mengenai kondisi JS dan proses akademiknya.

Undana menyampaikan keterangan resmi melalui konferensi pers pada Rabu, 5 Agustus 2026. Wakil Rektor IV Undana, Prof Philiphi de Rozari, mewakili kampus dalam konferensi tersebut. Ia membantah sejumlah informasi yang beredar terkait kasus mahasiswa JS. Menurut Philiphi, hasil pemeriksaan tidak menunjukkan JS mengalami depresi.

Philiphi menjelaskan bahwa JS mengalami kelelahan dan kecemasan yang berdampak terhadap kondisi fisiknya. Sebelumnya, JS sempat menjalani perawatan di rumah sakit akibat kondisi tersebut. Kini, JS sudah kembali ke rumah dan menjalani proses pemulihan. Karena itu, Philiphi meminta masyarakat ikut mendoakan proses pemulihan mahasiswa tersebut.

“Kami mohon doa dari kita semua agar proses pemulihannya berjalan baik sehingga mahasiswa kami ini dia dapat melanjutkan proses akademiknya dan juga menyelesaikan tugas akhirnya dan juga dapat meraih cita-citanya ke depan,” tuturnya dikutip dari tayangan ulang Konferensi Pers di YouTube resmi Undana, Kamis (6/8/2026).

Undana Bantah Sidang Skripsi Batal 12 Kali

Selain menjelaskan kondisi JS, Philiphi juga membantah kabar pembatalan 12 kali ujian skripsi. Menurut dia, informasi tersebut tidak sesuai dengan tahapan akademik yang JS jalani. Kendala utama muncul karena jadwal mahasiswa, dosen pembimbing, dan penguji tidak selalu sesuai. Oleh karena itu, pihak kampus perlu menyesuaikan jadwal pelaksanaan setiap tahapan.

“Pembatalan 12 kali ujian skripsi di media itu tidak benar dan proses yang terjadi itu adalah penyesuaian jadwal untuk melakukan seminar proposal dan seminar hasil. Jadi bukan ujian skripsi,” paparnya.

Philiphi kemudian menjelaskan tahapan tugas akhir bagi mahasiswa program sarjana. Mahasiswa terlebih dahulu mengikuti seminar proposal sebelum melanjutkan ke seminar hasil. Setelah kedua tahapan tersebut selesai, mahasiswa kemudian mengikuti ujian skripsi. Dalam setiap tahap, mahasiswa perlu menyesuaikan jadwal dengan pembimbing dan penguji.

Baca Juga :  Rekrutmen Calon Hakim Pengadilan Pajak 2026 Resmi Dibuka, Simak Syarat dan Jadwal Pendaftarannya

Menurut Philiphi, komunikasi JS dengan dosen pembimbing dan penguji selama ini berjalan baik. Para dosen juga tetap merespons pertanyaan yang JS sampaikan selama proses akademik. Dengan demikian, pihak kampus tidak melihat persoalan tersebut hanya dari sisi dosen penguji. Sebaliknya, proses penjadwalan melibatkan berbagai pihak dalam lingkungan akademik.

Proses tersebut mencakup mahasiswa, dosen pembimbing, penguji, serta petugas administrasi program studi. Selain itu, pihak fakultas juga ikut menangani kebutuhan administrasi dalam penjadwalan. Philiphi menilai lamanya proses tersebut muncul dari kontribusi berbagai pihak. Karena itu, kampus tidak menempatkan seluruh persoalan pada dosen penguji.

“Kalau menurut kami itu akumulasi dari kontribusi dari pembimbing, penguji, dan mahasiswa serta administrasi baik di tingkat prodi maupun di tingkat fakultas,” bebernya.

Undana tetap berupaya mempertemukan JS dengan dosen penguji terkait persoalan tersebut. Kampus juga berharap kedua pihak dapat menyelesaikan persoalan secara damai. Namun, JS dan dosen penguji masih menjalani masa pemulihan masing-masing. Karena itu, kampus terus mempertimbangkan kondisi kedua pihak dalam proses selanjutnya.

Undana Bentuk Tim Investigasi

Setelah kasus tersebut viral dan mendapat perhatian publik, Undana melakukan investigasi secara menyeluruh. Philiphi menyebut kampus menjalankan investigasi secara independen untuk mendapatkan gambaran utuh. Tim tersebut juga mengidentifikasi kronologi dan fakta dari berbagai pihak. Langkah itu bertujuan memastikan kampus memperoleh informasi secara objektif.

Pihak kampus juga mendatangi rumah sakit tempat JS menjalani perawatan. Rektor Undana, Prof Dr Ir Jefri S Bale, melakukan kunjungan langsung ke rumah sakit tersebut. Selain mengunjungi JS, pihak kampus juga menemui dosen penguji. Undana kemudian membentuk tim khusus untuk mendalami persoalan tersebut.

Tim khusus itu mengumpulkan keterangan dari berbagai pihak yang berkaitan dengan kasus JS. Undana memastikan setiap pihak mendapat kesempatan menyampaikan penjelasan. Kampus juga menjaga kerahasiaan informasi yang diberikan selama proses investigasi. Selain itu, tim berupaya mengumpulkan data secara komprehensif dan objektif.

Baca Juga :  Mulai Oktober 2026, Siswa PAUD Bakal Terima Bantuan PIP

Undana turut meninjau kembali dokumen serta proses administrasi dalam pelaksanaan tugas akhir. Peninjauan tersebut mencakup standar operasional prosedur atau SOP akademik. Kampus juga memeriksa jadwal ujian dan surat penugasan dosen. Dokumen pembagian pembimbing, penguji, serta dokumen pendukung lainnya ikut masuk dalam kajian.

“Kami akan melaksanakan evaluasi secara menyeluruh terhadap tata kelola akademik kami untuk memastikan atau untuk mengidentifikasi aspek-aspek yang benar-benar memerlukan perbaikan,” kata Philiphi.

“Khususnya yang berkaitan dengan mekanisme penjadwalan ujian skripsi, koordinasi antar unit, sistem komunikasi kepada mahasiswa, serta prosedur penanganan apabila terjadi perubahan jadwal atau keadaan yang bersifat mendesak,” imbuhnya.

Kampus Siapkan Rekomendasi Perbaikan

Hasil investigasi nantinya akan menjadi dasar penyusunan rekomendasi perbaikan. Undana berharap rekomendasi tersebut dapat membantu menyempurnakan kebijakan akademik kampus. Selain itu, evaluasi juga dapat memperbaiki mekanisme penjadwalan ujian. Kampus turut menyoroti komunikasi antarunit dan penanganan perubahan jadwal.

Sebelumnya, Rektor Undana Prof Jefri juga menyampaikan perkembangan terkait kasus tersebut. Ia mengungkapkan Mendiktisaintek Brian Yuliarto telah menyapa JS melalui panggilan video. Dalam percakapan tersebut, Brian menanyakan kondisi mahasiswa tersebut. Kemdiktisaintek juga mendukung pemulihan JS hingga mampu menyelesaikan studinya.

Dukungan tersebut mencakup harapan agar JS dapat kembali menjalani proses akademik. Selanjutnya, JS diharapkan dapat menyelesaikan tugas akhir hingga memperoleh gelar sarjana. Undana juga terus membuka ruang penyelesaian bagi mahasiswa dan dosen penguji. Dengan demikian, kampus berharap persoalan tersebut dapat menemukan penyelesaian yang baik.

Kasus mahasiswa Undana ini sekaligus mendorong kampus mengevaluasi tata kelola akademiknya. Terlebih, proses tersebut menyangkut penjadwalan, komunikasi, dan koordinasi berbagai pihak. Undana kini menunggu hasil investigasi sebagai bahan perbaikan kebijakan. Informasi selanjutnya akan mengikuti perkembangan proses pemulihan JS dan evaluasi internal kampus. (iD/*)

Berita Terkait

Hasil PPPK Sekolah Rakyat 2026 Resmi Keluar, Cek Link dan Tahap Berikutnya
Cara Cek NISN Siswa di Dapodik Online, Mudah dan Bisa Lewat HP
Mudah! Ini Cara Cek Status Penerima PIP 2026 Lewat HP
Viral Data Anak Masuk Dapodik! Apa Itu Dapodik? Siapa yang Berwenang Menginput Data?
Jadwal Seleksi Kompetensi Tambahan Sekolah Rakyat 2026, Cek di Sini
Viral! Data Anak Masuk Dapodik Padahal Orang Tua Tak Pernah Mendaftarkan
Sekolah Kedinasan Poltek SSN Segera Buka, Cek Syarat dan Tahapan Seleksi
Cari Les Bahasa Inggris Anak Online? Natieva Kids Bebaskan Anak Pilih Guru Sesuka Hati
Berita ini 3 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 19:00 WIB

Hasil PPPK Sekolah Rakyat 2026 Resmi Keluar, Cek Link dan Tahap Berikutnya

Jumat, 7 Agustus 2026 - 17:00 WIB

Viral Mahasiswa Undana Disebut Depresi setelah 12 Kali Batal Sidang Skripsi, Kampus Akhirnya Buka Suara

Jumat, 7 Agustus 2026 - 15:00 WIB

Cara Cek NISN Siswa di Dapodik Online, Mudah dan Bisa Lewat HP

Jumat, 7 Agustus 2026 - 13:00 WIB

Mudah! Ini Cara Cek Status Penerima PIP 2026 Lewat HP

Jumat, 7 Agustus 2026 - 11:00 WIB

Viral Data Anak Masuk Dapodik! Apa Itu Dapodik? Siapa yang Berwenang Menginput Data?

Berita Terbaru

Cara Cek NISN Siswa di Dapodik Online, Mudah dan Bisa Lewat HP. (Foto: umsu)

Pendidikan

Cara Cek NISN Siswa di Dapodik Online, Mudah dan Bisa Lewat HP

Jumat, 7 Agu 2026 - 15:00 WIB

Mudah! Ini Cara Cek Status Penerima PIP 2026 Lewat HP. (Foto: achmadnurhidayat)

Pendidikan

Mudah! Ini Cara Cek Status Penerima PIP 2026 Lewat HP

Jumat, 7 Agu 2026 - 13:00 WIB