Intiperistiwa.com – Amerika Serikat menjatuhkan bom atom pertama dalam perang di Hiroshima, Jepang. Peristiwa itu terjadi pada 6 Agustus 1945 menjelang akhir Perang Dunia II. Amerika Serikat memberi nama bom tersebut Little Boy. Senjata itu menggunakan uranium-235 sebagai bahan fisil untuk menghasilkan ledakan nuklir.
Little Boy menggunakan desain yang membagi uranium-235 menjadi dua bagian. Masing-masing bagian memiliki massa di bawah kondisi kritis. Kemudian, bahan peledak kimia mendorong satu bagian uranium menuju bagian lainnya. Ketika keduanya menyatu, uranium membentuk massa superkritis yang memicu reaksi nuklir.
Reaksi fisi berantai berlangsung dalam waktu sangat singkat setelah kondisi tersebut terbentuk. Proses itu kemudian menghasilkan ledakan nuklir dengan energi yang sangat besar. Meski begitu, kurang dari satu kilogram uranium benar-benar mengalami fisi. Energinya setara sekitar 15 hingga 16 kiloton TNT.
Desain Gun-Type Little Boy
Mengutip Hiroshima Peace Memorial Museum, ledakan Little Boy menghancurkan sebagian besar wilayah Kota Hiroshima. Peristiwa tersebut kemudian menjadi salah satu kejadian penting dalam sejarah Perang Dunia II. Little Boy menggunakan desain yang dikenal sebagai gun-type. Sistem itu memanfaatkan propelan kimia jenis cordite untuk menggerakkan silinder uranium.
Selanjutnya, sistem tersebut mengarahkan silinder uranium menuju material uranium lain dalam tabung baja. Mekanisme itu bertujuan mempertemukan kedua bagian uranium pada waktu yang tepat. Ketika kedua bagian menyatu, material tersebut mencapai kondisi massa kritis. Setelah itu, reaksi nuklir menghasilkan ledakan dengan kekuatan besar.
Tiga Hari Kemudian, Nagasaki Mengalami Serangan
Tiga hari setelah Hiroshima, Amerika Serikat menjatuhkan bom atom kedua di Nagasaki, Jepang. Kali ini, bom tersebut menggunakan plutonium-239 sebagai bahan utama. Amerika Serikat juga menerapkan desain berbeda melalui metode implosi. Ledakan bom Nagasaki menghasilkan energi sekitar 21 kiloton TNT.
Dampak kehancuran di Nagasaki kemudian ikut mendorong Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu. Keputusan tersebut mengakhiri keterlibatan Jepang dalam Perang Dunia II. Dengan demikian, serangan atom di Hiroshima dan Nagasaki menjadi bagian penting sejarah dunia. (iD/*)











Komentar