Intiperistiwa.com – Laporan Education at a Glance 2025 dari OECD memuat daftar negara dengan tingkat pendidikan tinggi. Laporan tersebut menggunakan persentase orang dewasa berusia 25-64 tahun sebagai dasar peringkat. Kelompok itu mencakup masyarakat dengan gelar sarjana dan program pendidikan yang setara. Namun, laporan tersebut hanya mencakup 48 negara dari ratusan negara di dunia.
Menariknya, sejumlah negara Asia masuk dalam daftar tersebut, termasuk Indonesia. Sementara itu, negara-negara Eropa mendominasi posisi 10 besar dalam peringkat global. Kanada menempati posisi teratas dengan persentase penduduk berpendidikan tinggi paling besar. Data tersebut kemudian menunjukkan perbedaan cukup lebar antara sejumlah negara Asia.
Jepang Memimpin Negara Asia
Setelah Kanada, Irlandia menempati posisi berikutnya dengan angka 58 persen. Jepang kemudian menyusul dengan persentase penduduk berpendidikan tinggi sebesar 57 persen. Selain Jepang, Korea Selatan juga masuk dalam jajaran negara Asia dengan posisi tinggi. Bahkan, Korea Selatan menempati posisi global kelima dalam daftar tersebut.
Eropa juga mendominasi jajaran teratas melalui Luksemburg, Inggris, dan Swedia. Amerika Serikat turut masuk dalam daftar 10 besar negara dengan pendidikan tinggi. Sementara itu, Jepang menjadi negara Asia dengan posisi global tertinggi. Korea Selatan kemudian mengikuti dengan posisi global kelima.
Di sisi lain, China berada jauh di bawah Jepang dan Korea Selatan. Negara tersebut menempati peringkat global ke-44 dengan persentase 19 persen. India berada di posisi global ke-46 dengan angka 14 persen. Sedangkan Indonesia menempati posisi global ke-47 dengan persentase 13 persen.
Daftar 6 Negara Paling Berpendidikan di Asia
Berdasarkan laporan Education at a Glance 2025 OECD, terdapat enam negara Asia dalam daftar tersebut. Jepang berada di posisi pertama dengan persentase pendidikan tinggi sebesar 57 persen. Korea Selatan menyusul dengan angka 56 persen. Berikut daftar lengkapnya berdasarkan persentase penduduk berpendidikan tinggi.
| Peringkat Asia | Negara | Persentase | Peringkat Global |
|---|---|---|---|
| 1 | Jepang | 57% | 3 |
| 2 | Korea Selatan | 56% | 5 |
| 3 | Israel | 51% | 10 |
| 4 | China | 19% | 44 |
| 5 | India | 14% | 46 |
| 6 | Indonesia | 13% | 47 |
Jepang mencatat angka tertinggi di Asia dengan persentase mencapai 57 persen. Selanjutnya, Korea Selatan berada sangat dekat dengan angka 56 persen. Israel menempati posisi ketiga dengan persentase pendidikan tinggi sebesar 51 persen. Setelah itu, China, India, dan Indonesia berada di posisi berikutnya.
China dan India Unggul dari Jumlah Penduduk
Persentase pendidikan tinggi tidak selalu menunjukkan jumlah orang secara keseluruhan. Jepang memang mencatat persentase tertinggi di antara negara Asia dalam daftar tersebut. Namun, China dan India memiliki jumlah penduduk yang jauh lebih besar. Karena itu, jumlah warga berpendidikan tinggi di kedua negara tersebut juga sangat besar.
Berdasarkan perhitungan dalam laporan, China memiliki sekitar 267,52 juta warga berpendidikan tinggi. Angka tersebut berasal dari 19 persen dikalikan jumlah penduduk China pada 2024. Sementara itu, India memiliki sekitar 203 juta orang dengan pendidikan tinggi. Perbedaan tersebut menunjukkan pengaruh besar jumlah populasi terhadap angka absolut.
Indonesia juga memiliki puluhan juta warga dengan pendidikan tinggi. Berdasarkan data tersebut, jumlahnya mencapai sekitar 36,6 juta orang. Angka itu berasal dari 13 persen populasi Indonesia. Dengan demikian, Indonesia tetap memiliki jumlah warga berpendidikan tinggi yang cukup besar.
Posisi Indonesia di Asia
Indonesia menempati posisi keenam dalam daftar negara Asia berdasarkan persentase pendidikan tinggi. Angkanya mencapai 13 persen dari kelompok penduduk yang menjadi dasar penghitungan. Dalam peringkat global, Indonesia berada di posisi ke-47. Sementara itu, Jepang memimpin negara Asia dengan persentase mencapai 57 persen.
Perbedaan persentase tersebut memperlihatkan jarak antara Indonesia dan negara Asia yang berada di posisi teratas. Namun, jumlah penduduk tetap menjadi faktor penting ketika melihat angka secara keseluruhan. China dan India menjadi contoh negara dengan persentase lebih rendah tetapi jumlah absolut lebih besar. (iD/*)











Komentar