Intiperistiwa.com, Sungai Penuh — Sejumlah pedagang pasar tradisional Kota Sungai Penuh, Jambi, mengeluhkan ketiadaan pasokan MinyaKita selama tiga pekan terakhir. Kondisi tersebut membuat pedagang kesulitan memenuhi permintaan masyarakat terhadap minyak goreng dengan harga terjangkau. Padahal, masyarakat membutuhkan minyak goreng sebagai salah satu kebutuhan pokok sehari-hari. Karena itu, terhentinya pasokan menimbulkan kekhawatiran terhadap ketersediaan minyak goreng murah bagi konsumen.
Salah seorang pedagang, Dewi Willona, menjelaskan bahwa masyarakat banyak memilih MinyaKita karena pertimbangan harga. Menurutnya, produk tersebut menawarkan harga lebih terjangkau daripada minyak goreng kemasan lainnya. Dengan harga tersebut, MinyaKita menjadi salah satu pilihan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan minyak goreng. Tingginya minat pembeli membuat pedagang biasanya menjual habis persediaan dalam waktu singkat.
Pasokan MinyaKita Biasanya Mencapai 20 hingga 30 Dus per Pekan
Dalam kondisi normal, pedagang memperoleh pasokan MinyaKita dari Perum Bulog sekitar 20 hingga 30 dus setiap pekan. Namun, selama tiga pekan terakhir, pedagang tidak menerima pasokan seperti biasanya. “Setiap dus berisi 12 liter MinyaKita. Dalam satu hari, penjualan bisa mencapai 30 liter,” ujar Dewi, Rabu (16/9/2026).
Dewi berharap pasokan MinyaKita segera kembali normal agar pedagang dapat memenuhi permintaan konsumen. Selain ketersediaan barang, ia mengharapkan distribusi kembali berjalan sebagaimana biasanya. Dengan demikian, masyarakat tetap bisa memperoleh minyak goreng dengan harga terjangkau untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. “Harapannya pasokan bisa kembali normal, karena MinyaKita sangat diminati masyarakat,” katanya. (iD/*)











Komentar