Wisatawan Mulai Tinggalkan Kota Besar, Hidden Gems Indonesia Justru Jadi Rebutan Turis Asing

Tren wisata bergeser ke daerah yang menawarkan alam, budaya lokal, dan suasana lebih tenang

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 9 Juni 2026 - 23:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Wisatawan Mulai Tinggalkan Kota Besar, Hidden Gems Indonesia Justru Jadi Rebutan Turis Asing. (Foto: Magnific/mediaindonesia)

Ilustrasi Wisatawan Mulai Tinggalkan Kota Besar, Hidden Gems Indonesia Justru Jadi Rebutan Turis Asing. (Foto: Magnific/mediaindonesia)

Intiperistiwa.comPola perjalanan wisata di Indonesia terus mengalami perubahan. Kini, banyak pelancong memilih destinasi yang lebih tenang di bandingkan kota-kota besar yang padat.

Wisatawan tidak lagi hanya mengejar lokasi populer. Sebaliknya, mereka mulai mencari pengalaman yang lebih dekat dengan alam, budaya lokal, dan kehidupan masyarakat setempat.

Perubahan tren tersebut terungkap dalam laporan Airbnb bertajuk Beyond the Beaten Track: Unlocking Tourism Growth Across Asia Pacific. Laporan itu menunjukkan permintaan wisata ke daerah di luar kota besar terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Selain menghadirkan pengalaman berbeda bagi wisatawan, tren ini juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat lokal di berbagai daerah Indonesia.

Destinasi Alternatif Makin Di Minati

Data Airbnb menunjukkan hampir satu dari lima properti penginapan di Indonesia berada di luar kawasan perkotaan utama. Pada saat yang sama, lama menginap wisatawan di daerah tersebut meningkat lebih dari 15 persen sepanjang 2025 di bandingkan tahun sebelumnya.

Data itu menunjukkan minat wisatawan terhadap destinasi yang lebih tenang terus tumbuh. Karena itu, banyak daerah mulai menikmati dampak positif dari peningkatan kunjungan wisata.

Salah satu daerah yang mencatat pertumbuhan signifikan ialah Nusa Tenggara Barat. Kawasan ini, khususnya Lombok, mencatat kenaikan durasi menginap hingga 68 persen secara tahunan.

Pencapaian tersebut menjadikan Lombok sebagai salah satu destinasi dengan pertumbuhan tercepat di kawasan Asia Pasifik. Selain itu, daerah tersebut semakin di minati wisatawan yang menginginkan suasana lebih santai.

Sementara itu, Nabire mencatat perkembangan menarik pada 2025. Wilayah tersebut berhasil menerima pemesanan Airbnb pertamanya, sekaligus membuka peluang baru bagi sektor pariwisata di kawasan timur Indonesia.

Baca Juga :  COLORFUL Kenalkan iGame M15 dan M16 Origo, Laptop Gaming Premium dengan Dukungan AI dan RTX 5070

Turis Asing Dominasi Destinasi Hidden Gems

Menariknya, tren ini tidak hanya datang dari wisatawan domestik. Data Airbnb menunjukkan sekitar 90 persen tamu yang menginap di luar kota besar berasal dari mancanegara.

Fakta tersebut memperlihatkan tingginya minat wisatawan asing terhadap keindahan alam Indonesia. Selain itu, kekayaan budaya lokal juga menjadi daya tarik utama yang sulit di temukan di destinasi perkotaan.

Sejalan dengan tren di kawasan Asia Pasifik, wisatawan umumnya memilih daerah alternatif untuk menikmati pemandangan alam yang lebih asri. Di sisi lain, mereka juga mencari suasana yang lebih tenang dan jauh dari keramaian.

Wisatawan Kini Lebih Peduli pada Masyarakat Lokal

Survei Airbnb menunjukkan kesadaran wisatawan terhadap dampak sosial perjalanan semakin meningkat. Karena itu, banyak pelancong mulai mempertimbangkan manfaat yang di terima masyarakat setempat.

Sebanyak 95 persen wisatawan Indonesia mengaku lebih tertarik mengunjungi destinasi yang mendukung ekonomi lokal. Selain itu, 85 persen responden menyatakan minat mengunjungi daerah di luar kota besar jika tersedia pilihan akomodasi yang memadai.

Menariknya, seluruh responden dalam survei tersebut mengaku rekomendasi dari tuan rumah berpengaruh terhadap pengeluaran selama berwisata. Hal ini menunjukkan peran masyarakat lokal semakin penting dalam pengalaman perjalanan wisatawan.

Ekonomi Daerah Ikut Tumbuh

Dampak tren ini mulai terlihat di berbagai daerah. Wisatawan tidak hanya menginap, tetapi juga membelanjakan uang mereka di lingkungan sekitar.

Baca Juga :  Gunung Kerinci Kian Ramai, Ratusan Pendaki Padati Atap Sumatera Sepanjang Mei 2026

Mereka mengunjungi restoran lokal, berbelanja di pasar tradisional, dan menikmati wisata alam yang di kelola masyarakat. Dengan demikian, manfaat ekonomi tidak hanya terpusat pada pelaku usaha besar.

Selain itu, kehadiran akomodasi alternatif turut mempercepat pertumbuhan destinasi baru. Banyak daerah yang sebelumnya minim hotel kini mampu menerima lebih banyak wisatawan.

Melalui platform penginapan berbasis komunitas, masyarakat setempat memperoleh peluang untuk terlibat langsung dalam industri pariwisata. Karena itu, distribusi manfaat ekonomi menjadi lebih merata.

Akomodasi Alternatif Jadi Faktor Penting

Ketersediaan tempat menginap menjadi salah satu faktor utama yang mendorong pertumbuhan destinasi alternatif. Tanpa dukungan akomodasi, banyak daerah berpotensi kesulitan menarik wisatawan.

Data Airbnb menunjukkan satu dari empat wisatawan Asia Pasifik tidak akan mengunjungi destinasi di luar kota besar tanpa platform akomodasi alternatif. Temuan tersebut memperlihatkan pentingnya akses penginapan dalam membuka pasar wisata baru.

Selain itu, sebanyak 92 persen wisatawan Indonesia tercatat pernah mengunjungi destinasi di luar kota besar dalam satu tahun terakhir. Angka tersebut menunjukkan pemerataan pariwisata mulai berjalan lebih nyata.

Country Head Airbnb untuk Asia Tenggara dan India, Amanpreet Bajaj, menilai perubahan pola perjalanan ini membawa dampak positif. Menurutnya, wisatawan kini lebih tertarik pada pengalaman yang personal, autentik, dan dekat dengan kehidupan lokal.

Ia juga menegaskan bahwa tren tersebut membantu memperluas manfaat ekonomi pariwisata ke berbagai daerah. Dengan demikian, masyarakat lokal memperoleh peluang yang lebih besar untuk berkembang bersama sektor wisata.(id/*)

Berita Terkait

Jakarta Fair 2026 Resmi Dibuka, Cek Harga Tiket dan Fasilitas Gratisnya
Mulai Juli 2026, Liburan ke Vietnam Tak Bisa Sembarangan, Ada Syarat Baru untuk Wisatawan
Gunung Kerinci Kian Ramai, Ratusan Pendaki Padati Atap Sumatera Sepanjang Mei 2026
5 Tempat Sunset Terbaik di Dunia yang Wajib Dikunjungi
Puluhan Wisatawan Mancanegara Kunjungi Simeulue, Pariwisata Daerah Kian Dilirik Dunia
BPS: Perjalanan Warga RI ke Luar Negeri Anjlok, Wisata Domestik Juga Melambat
Puncak Dunu Jadi Magnet Wisata Baru di Gorontalo Utara, Paralayang Kian Diminati
Berita ini 13 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 11:00 WIB

Jakarta Fair 2026 Resmi Dibuka, Cek Harga Tiket dan Fasilitas Gratisnya

Selasa, 9 Juni 2026 - 23:00 WIB

Wisatawan Mulai Tinggalkan Kota Besar, Hidden Gems Indonesia Justru Jadi Rebutan Turis Asing

Sabtu, 6 Juni 2026 - 23:00 WIB

Mulai Juli 2026, Liburan ke Vietnam Tak Bisa Sembarangan, Ada Syarat Baru untuk Wisatawan

Jumat, 5 Juni 2026 - 18:00 WIB

Gunung Kerinci Kian Ramai, Ratusan Pendaki Padati Atap Sumatera Sepanjang Mei 2026

Kamis, 4 Juni 2026 - 23:00 WIB

5 Tempat Sunset Terbaik di Dunia yang Wajib Dikunjungi

Berita Terbaru

Rapat Koordinasi terkait perbaikan implementasi tata kelola penyelenggaraan Program MBG. (Foto: catatanjurnalist)

Nasional

Optimalkan Program MBG, Pemerintah Perkuat Tata Kelola BGN

Jumat, 12 Jun 2026 - 20:00 WIB