Apakah Jaringan 5G Bikin Kuota Cepat Habis dan Baterai Boros? Ini Faktanya

Kecepatan 5G tidak otomatis menguras kuota dan baterai. Sejumlah faktor lain justru menentukan konsumsi data dan daya.

- Jurnalis

Kamis, 6 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Apakah Jaringan 5G Bikin Kuota Cepat Habis dan Baterai Boros? Ini Faktanya. (Foto: iStockphoto/AndreyPopov/cnnindonesia)

Apakah Jaringan 5G Bikin Kuota Cepat Habis dan Baterai Boros? Ini Faktanya. (Foto: iStockphoto/AndreyPopov/cnnindonesia)

Intiperistiwa.com – Banyak pengguna smartphone menganggap jaringan 5G membuat kuota cepat habis. Selain itu, mereka juga menilai 5G membuat baterai lebih boros daripada 4G. Padahal, penggunaan data dan daya tidak hanya bergantung pada teknologi jaringan. Cara memakai perangkat, kualitas sinyal, serta efisiensi modem juga ikut menentukan konsumsi tersebut.

Menurut Android Authority, jaringan 5G memang dapat menggunakan daya lebih besar dalam kondisi tertentu. Namun, konsumsi baterai bergantung pada teknologi jaringan yang operator gunakan. Kualitas sinyal dan efisiensi modem smartphone juga memengaruhi penggunaan daya. Karena itu, pengalaman setiap pengguna bisa berbeda saat mengakses jaringan 5G.

Kuota Lebih Cepat Habis Bukan Semata karena 5G

Anggapan bahwa jaringan 5G otomatis membuat kuota lebih cepat habis masih banyak beredar. Padahal, teknologi tersebut tidak secara otomatis meningkatkan jumlah data yang perangkat gunakan. Artikel edukasi Telkomsel menjelaskan bahwa perilaku pengguna turut memengaruhi konsumsi data. Kecepatan 5G justru membuat pengguna lebih mudah menikmati berbagai konten berkualitas tinggi.

Misalnya, pengguna dapat melakukan streaming video beresolusi tinggi dengan lebih lancar. Selain itu, mereka dapat mengunduh file besar dalam waktu yang lebih singkat. Pengguna juga bisa memainkan game dengan kualitas grafis maksimal melalui koneksi cepat. Akibatnya, aktivitas digital yang semakin intensif dapat membuat kuota lebih cepat berkurang.

Android Authority menjelaskan kondisi serupa melalui pembahasan mengenai jaringan 5G. Kecepatan tinggi memungkinkan aplikasi mengunduh serta memutar konten dengan kualitas lebih tinggi. Karena itu, pengguna dapat mengonsumsi data lebih banyak tanpa menyadarinya. Jadi, aktivitas pengguna menjadi faktor penting dalam penggunaan kuota.

Mengapa Jaringan 5G Bisa Membuat Baterai Boros?

Konsumsi baterai memiliki faktor yang lebih kompleks daripada penggunaan kuota internet. Menurut Android Authority, banyak operator masih memakai teknologi 5G Non-Standalone atau NSA. Teknologi tersebut membuat smartphone tetap terhubung dengan jaringan 4G LTE untuk layanan tertentu. Pada saat bersamaan, perangkat memakai 5G untuk kebutuhan transfer data.

Kondisi tersebut membuat modem bekerja menggunakan dua jaringan sekaligus. Akibatnya, perangkat dapat mengonsumsi daya lebih besar daripada ketika memakai LTE. Sebaliknya, jaringan 5G Standalone atau SA tidak lagi bergantung pada jaringan 4G. Karena itu, teknologi 5G SA cenderung menawarkan konsumsi daya yang lebih efisien.

Selain teknologi jaringan, kualitas sinyal juga memengaruhi daya tahan baterai. Ketika pengguna berada jauh dari BTS, modem harus bekerja lebih keras mencari sinyal. Kondisi serupa dapat terjadi ketika cakupan 5G belum optimal. Akibatnya, smartphone dapat menghabiskan daya lebih cepat untuk mempertahankan koneksi.

Baca Juga :  Winamp Player Comeback 2027, Siapkan Aplikasi Musik Baru dengan Deezer

5G Auto Membantu Menghemat Baterai iPhone

Apple juga menjelaskan bahwa penggunaan 5G dapat memengaruhi daya tahan baterai iPhone. Perusahaan tersebut menyediakan fitur 5G Auto untuk mengatur koneksi secara otomatis. Fitur itu mengalihkan jaringan menuju LTE ketika 5G tidak memberikan peningkatan pengalaman signifikan. Dengan cara tersebut, pengguna tetap memperoleh koneksi sesuai kebutuhan sekaligus membantu menghemat baterai.

Sebaliknya, mode 5G On membuat iPhone terus menggunakan jaringan 5G ketika tersedia. Kondisi tersebut dapat mengurangi masa pakai baterai perangkat. Apple juga menyediakan mode Allow More Data on 5G untuk kebutuhan data lebih besar. Mode tersebut mendukung streaming video berkualitas tinggi, pembaruan sistem melalui jaringan seluler, dan pencadangan iCloud otomatis.

Karena itu, pengguna perlu memilih pengaturan jaringan sesuai kebutuhan sehari-hari. Pengguna yang tidak membutuhkan kecepatan 5G setiap waktu dapat memanfaatkan 5G Auto. Sementara itu, pengguna dapat memilih 5G On ketika membutuhkan koneksi 5G secara terus-menerus. Pilihan tersebut tetap bergantung pada kebutuhan dan kondisi penggunaan perangkat.

Hasil Pengujian Baterai Bisa Berbeda

Tom’s Guide juga pernah menguji daya tahan baterai iPhone 12 menggunakan LTE dan 5G. Dalam pengujian tersebut, koneksi LTE memberikan daya tahan baterai lebih lama. Namun, hasil tersebut tidak otomatis berlaku untuk semua pengguna. Kondisi jaringan dan perangkat dapat menghasilkan pengalaman yang berbeda.

Tom’s Guide menekankan bahwa lokasi pengguna turut memengaruhi performa baterai. Selain itu, kualitas jaringan operator juga memiliki peran penting. Jenis smartphone yang pengguna pakai juga dapat mengubah hasil pengujian. Oleh karena itu, pengguna perlu melihat kondisi jaringan 5G di wilayah masing-masing.

Faktor yang Menentukan Konsumsi Kuota dan Baterai

Beberapa faktor berikut memiliki pengaruh terhadap konsumsi kuota serta baterai smartphone. Pertama, kualitas sinyal menentukan seberapa keras modem mempertahankan koneksi. Kedua, operator dapat menggunakan jaringan 5G NSA atau 5G SA. Ketiga, aktivitas digital pengguna juga memengaruhi jumlah data yang perangkat konsumsi.

Pengguna yang sering melakukan streaming video 4K tentu dapat memakai data lebih besar. Begitu pula aktivitas bermain game, video conference, dan mengunduh file berukuran besar. Selain itu, pengaturan jaringan seperti 5G Auto, 5G On, atau LTE turut menentukan konsumsi daya. Efisiensi modem smartphone juga berpengaruh terhadap daya tahan baterai.

Perangkat keluaran terbaru umumnya menawarkan efisiensi daya lebih baik daripada ponsel 5G generasi awal. Namun, kualitas sinyal tetap memegang peranan penting dalam penggunaan sehari-hari. Karena itu, pengguna sebaiknya tidak hanya melihat jenis jaringan ketika menilai konsumsi baterai. Kondisi perangkat, jaringan, serta pola penggunaan perlu menjadi pertimbangan.

Baca Juga :  Rupiah Tembus Rp17.926 per Dolar AS, Harga Minyak dan Konflik Timur Tengah Jadi Pemicu

Dengan demikian, jaringan 5G bukan penyebab utama kuota cepat habis atau baterai boros. Aktivitas digital justru dapat meningkatkan penggunaan data ketika pengguna memanfaatkan kecepatan 5G. Sementara itu, kualitas sinyal, teknologi jaringan, serta efisiensi modem memengaruhi konsumsi daya. Jadi, pengguna perlu memahami faktor tersebut sebelum menyimpulkan 5G selalu lebih boros.

FAQ

1. Apakah jaringan 5G membuat kuota internet lebih cepat habis?

Tidak secara langsung, karena teknologi 5G tidak otomatis meningkatkan penggunaan data. Telkomsel dan Android Authority menjelaskan pengaruh aktivitas pengguna terhadap konsumsi kuota. Streaming video resolusi tinggi dapat meningkatkan penggunaan data secara signifikan. Begitu pula game online dan unduhan file berukuran besar dapat menguras kuota lebih cepat.

2. Apakah jaringan 5G lebih boros baterai daripada 4G?

Jaringan 5G bisa menggunakan lebih banyak daya dalam kondisi tertentu. Android Authority menjelaskan pengaruh teknologi jaringan terhadap konsumsi baterai. Jenis jaringan NSA atau SA turut menentukan kebutuhan daya perangkat. Selain itu, kualitas sinyal dan efisiensi modem smartphone juga memberikan pengaruh.

3. Mengapa sinyal 5G lemah membuat baterai lebih cepat habis?

Sinyal lemah membuat modem smartphone bekerja lebih keras mencari koneksi. Modem juga harus mempertahankan koneksi ketika perangkat berada jauh dari BTS. Kondisi tersebut dapat meningkatkan konsumsi daya perangkat. Karena itu, jaringan 5G dengan sinyal buruk dapat membuat baterai lebih cepat berkurang.

4. Apa fungsi mode 5G Auto pada iPhone?

Apple menyediakan mode 5G Auto untuk mengatur koneksi jaringan secara otomatis. Mode tersebut dapat mengalihkan koneksi menuju LTE ketika 5G tidak memberikan manfaat signifikan. Pengaturan tersebut membantu perangkat menggunakan jaringan sesuai kebutuhan. Selain itu, Apple merancang fitur tersebut untuk membantu menghemat baterai.

5. Bagaimana cara menghemat kuota dan baterai saat menggunakan 5G?

Pengguna dapat menyesuaikan kualitas streaming dengan kebutuhan agar penggunaan data tetap terkendali. Selain itu, pengguna iPhone dapat mengaktifkan mode 5G Auto jika tersedia. Pengguna juga dapat menutup aplikasi yang tidak perlu berjalan di latar belakang. Terakhir, gunakan jaringan dengan sinyal baik agar modem tidak bekerja terlalu keras.

Pada akhirnya, jaringan 5G tidak otomatis membuat kuota cepat habis atau baterai boros. Kecepatan tinggi memang dapat mendorong pengguna mengakses konten dengan kualitas lebih tinggi. Namun, kualitas sinyal, jenis jaringan, modem, serta pola penggunaan turut menentukan konsumsi daya. Dengan demikian, pengguna dapat menyesuaikan pengaturan perangkat berdasarkan kebutuhan.  (iD/*) 

Berita Terkait

Casio A1000SP-7 Meluncur, Jam Digital Retro dengan Bodi Full-Metal
Winamp Player Comeback 2027, Siapkan Aplikasi Musik Baru dengan Deezer
Terobsesi Hidup Abadi, Bryan Johnson ‘Kloning’ Diri Lewat Eksperimen Baby Bryan
Daftar Negara dengan Internet Tercepat dan Terlambat di Dunia 2026
Tecno Pamerkan HP Tanpa Bezel di IFA 2026, Layarnya Benar-Benar Full
Samsung Galaxy S26 FE Segera Meluncur, Cek Bocoran Harga dan Spesifikasinya
Dosen Sisipkan Kata Rahasia Saat Ujian, 32 Mahasiswa Ketahuan Pakai AI
Xiaomi 18 Pro dan 18 Pro Max Segera Rilis Global, Akankah Masuk Indonesia?
Berita ini 6 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 17:00 WIB

Apakah Jaringan 5G Bikin Kuota Cepat Habis dan Baterai Boros? Ini Faktanya

Kamis, 6 Agustus 2026 - 13:00 WIB

Casio A1000SP-7 Meluncur, Jam Digital Retro dengan Bodi Full-Metal

Rabu, 5 Agustus 2026 - 21:00 WIB

Winamp Player Comeback 2027, Siapkan Aplikasi Musik Baru dengan Deezer

Rabu, 5 Agustus 2026 - 19:00 WIB

Terobsesi Hidup Abadi, Bryan Johnson ‘Kloning’ Diri Lewat Eksperimen Baby Bryan

Selasa, 4 Agustus 2026 - 17:00 WIB

Daftar Negara dengan Internet Tercepat dan Terlambat di Dunia 2026

Berita Terbaru