Intiperistiwa.com – Arah buka pintu rumah sering menjadi perhatian saat membangun atau merenovasi hunian. Sebagian pintu terbuka ke dalam, sedangkan lainnya mengarah ke luar. Meski begitu, tidak ada aturan baku yang mewajibkan salah satu arah.
Namun, feng shui memberikan pandangan berbeda mengenai posisi tersebut. Ilmu tata ruang kuno dari China itu menganggap arah buka pintu dapat memengaruhi aliran energi di dalam rumah. Karena itu, banyak pemilik rumah mempertimbangkan aspek tersebut sebelum menentukan desain pintu.
Dalam konsep feng shui, pintu utama menjadi jalur masuk energi positif atau qi. Oleh sebab itu, arah buka pintu diyakini ikut memengaruhi kenyamanan dan keberuntungan penghuni rumah. Meski demikian, penerapannya tetap dapat disesuaikan dengan kondisi bangunan.
Feng Shui Menyarankan Pintu Utama Terbuka ke Dalam
Mengacu pada Livingetc, feng shui lebih menyarankan pintu utama terbuka ke arah dalam. Posisi tersebut dinilai memberikan jalur yang lebih lapang bagi masuknya energi positif. Selain itu, arah tersebut tidak menghalangi cahaya alami memasuki rumah.
Meski demikian, rekomendasi tersebut hanya berlaku untuk pintu utama. Sementara itu, pintu kamar tidur maupun kamar mandi dapat mengikuti kebutuhan penghuni. Penyesuaian juga bergantung pada ukuran serta tata letak ruangan.
Dengan demikian, pemilik rumah tidak harus menerapkan arah yang sama pada seluruh pintu. Sebaliknya, setiap ruang dapat memiliki solusi yang berbeda. Pendekatan tersebut tetap menjaga fungsi sekaligus kenyamanan rumah.
Arsitek Utamakan Fungsi dan Keamanan
Selain mempertimbangkan feng shui, arah buka pintu juga memiliki fungsi penting dalam dunia arsitektur. Profesional kontraktor PT Gaharu Kontruksindo Utama, Panggah Nuzhul Fikri, menjelaskan setiap jenis pintu memiliki kebutuhan berbeda. Karena itu, pemilik rumah perlu menyesuaikan arah buka pintu dengan lokasinya.
Menurut Panggah, pintu utama, pintu kamar, dan pintu kamar mandi lebih cocok terbuka ke dalam. Posisi tersebut memberikan kenyamanan saat digunakan setiap hari. Selain itu, penghuni juga memperoleh rasa aman yang lebih baik.
Ia menilai rumah tinggal lebih ideal menggunakan pintu yang terbuka ke dalam. Pertimbangan tersebut mencakup aspek kenyamanan, keamanan, dan tata ruang. Di sisi lain, sebagian orang juga mengaitkan pilihan tersebut dengan prinsip feng shui.
Pintu ke Luar Cocok untuk Area Tertentu
Pintu yang terbuka ke arah luar lebih sesuai untuk pagar, pintu belakang, atau pintu samping rumah. Posisi tersebut membantu penghuni mengendalikan akses dari luar rumah. Selain itu, penghuni dapat lebih mudah menutup kembali pintu ketika menghadapi situasi yang mencurigakan.
Arah buka ke luar juga memberikan keuntungan saat terjadi keadaan darurat. Penghuni dapat segera membuka pintu ketika menghadapi gempa, kebakaran, ledakan, atau ancaman lainnya. Karena itu, proses evakuasi menjadi lebih cepat.
Alasan tersebut juga berlaku pada bangunan publik. Rumah sakit, bioskop, restoran, dan pusat perbelanjaan umumnya menggunakan pintu yang terbuka ke luar. Dengan begitu, pengunjung dapat keluar lebih cepat saat kondisi darurat terjadi.
Kesimpulan
Pemilik rumah sebaiknya mempertimbangkan fungsi, keamanan, dan kenyamanan sebelum menentukan arah buka pintu. Feng shui memang menyarankan pintu utama terbuka ke dalam. Namun, kebutuhan bangunan tetap menjadi pertimbangan utama.
Sementara itu, pintu yang terbuka ke luar lebih sesuai untuk area tertentu dan bangunan publik. Oleh karena itu, setiap arah memiliki kelebihan sesuai lokasi penggunaannya. Memilih arah yang tepat akan membuat rumah lebih aman sekaligus nyaman.(iD/*)











Komentar