Bahlil Usulkan Anggaran Rp815 Miliar untuk Kompor Listrik, Ini Alasannya

Pemerintah menyiapkan program kompor listrik sebagai bagian dari diversifikasi energi nasional.

- Jurnalis

Senin, 15 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bahlil Usulkan Anggaran Rp815 Miliar untuk Kompor Listrik. (Foto: ANTARA/Putu Indah Savitri/pri)

Bahlil Usulkan Anggaran Rp815 Miliar untuk Kompor Listrik. (Foto: ANTARA/Putu Indah Savitri/pri)

Intiperistiwa.com – Pemerintah kembali mendorong penggunaan kompor listrik. Langkah ini menjadi bagian dari strategi di versifikasi energi nasional.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengusulkan anggaran sekitar Rp815 miliar. Dana tersebut masuk dalam pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN).

Bahlil menyampaikan usulan itu saat rapat kerja bersama DPR RI di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (15/6/2026).

Menurutnya, pemerintah perlu mencari alternatif energi rumah tangga yang lebih berkelanjutan. Sebab, Indonesia masih bergantung pada impor LPG.

Impor LPG Masih Sangat Tinggi

Bahlil menjelaskan bahwa impor LPG saat ini mencapai sekitar 80 persen dari kebutuhan nasional.

Kondisi tersebut memberikan tekanan besar terhadap keuangan negara. Pemerintah harus mengeluarkan devisa lebih dari Rp130 triliun setiap tahun.

Selain itu, pemerintah juga menanggung beban subsidi LPG yang nilainya telah melampaui Rp80 triliun.

Baca Juga :  Kejagung Bongkar Dugaan Jual Beli Izin SPPG MBG, Eks Pimpinan BGN Terseret

“Kalau kondisi ini terus kita biarkan tanpa di versifikasi bauran energi, tentu akan menjadi persoalan,” ujar Bahlil.

Karena itu, pemerintah mulai mendorong penggunaan kompor listrik sebagai salah satu solusi.

Sasar Rumah Tangga Berdaya Rendah

Bahlil mengatakan program ini akan menyasar masyarakat pengguna listrik berdaya rendah. Pemerintah juga mempertimbangkan kebutuhan warga di tingkat kecamatan dan pedesaan.

Kementerian ESDM kini mengkaji kompor listrik yang dapat beroperasi pada daya di bawah 900 VA.

Dengan spesifikasi tersebut, masyarakat tidak perlu menambah daya listrik secara signifikan.

Namun, pemerintah belum menetapkan jumlah unit yang akan di salurkan.

Tunggu Pembahasan RAPBN

Bahlil menyebut penentuan target distribusi masih menunggu pembahasan bersama DPR.

Ia memperkirakan kepastian jumlah penerima baru akan muncul setelah pembahasan RAPBN pada Agustus mendatang.

Baca Juga :  Harga Emas Antam Hari Ini Jumat, 5 Juni 2026 Masih Bertahan

“Nanti kami tunggu pembahasan anggaran dengan DPR. Mungkin pada Agustus baru di ketahui jumlah unitnya,” katanya.

Dengan demikian, pemerintah masih membuka ruang penyesuaian terhadap skema pelaksanaan program.

Klaim Teknologi Lebih Efisien

Bahlil juga menanggapi keraguan masyarakat terhadap program kompor listrik. Sebelumnya, wacana serupa sempat memicu berbagai penolakan.

Menurutnya, teknologi kompor listrik saat ini telah berkembang lebih baik di banding generasi sebelumnya.

Pemerintah kini mengkaji perangkat yang lebih efisien dan lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Semakin ke sini, teknologinya jauh lebih baik di banding kompor listrik yang lama,” ucapnya.

Saat ini, Kementerian ESDM masih mengevaluasi efektivitas teknologi tersebut. Selain itu, kementerian juga membandingkan manfaatnya dengan model terdahulu.

Melalui kajian itu, pemerintah berharap program kompor listrik mampu mengurangi ketergantungan terhadap LPG impor sekaligus menjaga ketahanan energi nasional.(id/*)

Berita Terkait

Sebelum Memberi Nama pada Anak, Kenali Nama yang Tidak Boleh Dicantumkan dalam KK, Akta, dan KTP
Kelas Desil Terlalu Tinggi? Begini Cara Mudah Ajukan Penurunan Kelas Desil melalui HP
Mulai 15 September, Beli BBM Subsidi Tertentu Wajib Tunjukkan STNK, Begini Aturannya
Pemerintah Siapkan Skema Bansos Baru, Apa Saja yang Akan Berubah?
Daftar Harga BBM Pertamina se-Indonesia 1 September 2026, Pertamax Turbo dan Dex Series Naik
9 Ulama Terpilih Jadi Anggota AHWA Muktamar ke-35 NU, Siap Tentukan Rais ‘Aam PBNU
Apakah Sawit Bisa Menggantikan Hutan? Pakar Jelaskan Fakta dan Dampaknya
DPR Soroti Data Desil DTSEN, Ketidakakuratan Bisa Hambat KIP Kuliah
Berita ini 5 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 16:00 WIB

Sebelum Memberi Nama pada Anak, Kenali Nama yang Tidak Boleh Dicantumkan dalam KK, Akta, dan KTP

Minggu, 13 September 2026 - 13:00 WIB

Kelas Desil Terlalu Tinggi? Begini Cara Mudah Ajukan Penurunan Kelas Desil melalui HP

Sabtu, 5 September 2026 - 13:00 WIB

Mulai 15 September, Beli BBM Subsidi Tertentu Wajib Tunjukkan STNK, Begini Aturannya

Jumat, 4 September 2026 - 09:00 WIB

Pemerintah Siapkan Skema Bansos Baru, Apa Saja yang Akan Berubah?

Selasa, 1 September 2026 - 11:00 WIB

Daftar Harga BBM Pertamina se-Indonesia 1 September 2026, Pertamax Turbo dan Dex Series Naik

Berita Terbaru