Cek Kesehatan Gratis di Lapas Dimulai, Pemerintah Targetkan Skrining TBC dan HIV

Program nasional menyasar lebih dari 272 ribu warga binaan dan hampir 49 ribu petugas pemasyarakatan.

- Jurnalis

Selasa, 30 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Cek Kesehatan Gratis di Lapas Dimulai, Pemerintah Targetkan Skrining TBC dan HIV. (Foto: Yuliono/BeritaNasional.ID)

Cek Kesehatan Gratis di Lapas Dimulai, Pemerintah Targetkan Skrining TBC dan HIV. (Foto: Yuliono/BeritaNasional.ID)

Intiperistiwa.com – Pemerintah mulai menjalankan program cek kesehatan gratis dan skrining tuberkulosis (TBC) bagi warga binaan pemasyarakatan di seluruh Indonesia. Program tersebut merupakan kolaborasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) bersama Kementerian Kesehatan. Pemerintah meluncurkan program ini di Lapas Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, Senin (29/6/2026).

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto mengatakan program ini menjadi bagian dari upaya memperluas layanan kesehatan. Selain itu, pemerintah ingin mempercepat deteksi dini berbagai penyakit menular di lingkungan lapas. Seluruh peserta dapat mengikuti pemeriksaan tanpa dipungut biaya.

Program tersebut juga mendukung target pemerintah dalam menekan angka kasus TBC di Indonesia. Pemerintah menargetkan eliminasi TBC pada 2030 sesuai Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2021. Selain itu, program ini juga sejalan dengan RPJMN 2025–2029.

Dukung Target Eliminasi TBC Nasional

Agus menjelaskan kerja sama dengan Kementerian Kesehatan menjadi langkah penting dalam memperkuat layanan kesehatan di lapas. Pemerintah juga terus meningkatkan kualitas fasilitas kesehatan bagi warga binaan. Karena itu, berbagai peralatan medis mulai disalurkan ke sejumlah lapas.

Baca Juga :  Pindah Faskes BPJS Kesehatan Tak Harus Tunggu 3 Bulan, Ini Syaratnya

Kementerian Kesehatan memberikan bantuan berupa alat monitor pasien, mesin rekam jantung, infus pompa elektronik, serta perlengkapan medis lainnya. Bantuan tersebut akan mendukung pelayanan kesehatan yang lebih optimal. Selain itu, petugas medis di lapas juga akan meningkatkan kompetensinya.

Agus menilai dukungan tersebut sangat membantu peningkatan kapasitas layanan kesehatan pemasyarakatan. Dengan demikian, warga binaan dapat memperoleh layanan kesehatan yang lebih baik. Pemerintah juga berharap kualitas pelayanan terus meningkat di seluruh Indonesia.

Tidak Hanya TBC, Pemeriksaan Juga Mencakup HIV

Program ini tidak hanya berfokus pada skrining tuberkulosis. Pemerintah juga akan melakukan pemeriksaan HIV secara komprehensif kepada warga binaan. Langkah tersebut bertujuan mempercepat deteksi dini berbagai penyakit menular.

Pemerintah menargetkan pemeriksaan terhadap sekitar 272.573 warga binaan di seluruh Indonesia. Selain itu, sebanyak 48.876 petugas pemasyarakatan juga akan mengikuti pemeriksaan kesehatan. Dengan cakupan tersebut, pemerintah berharap program berjalan secara menyeluruh.

Baca Juga :  Iuran BPJS Kesehatan 2026 Masih Tarif Lama meski Kelas 1, 2, 3 Dihapus, Ini Rinciannya

Agus menegaskan kesehatan menjadi hak setiap warga negara tanpa terkecuali. Oleh sebab itu, pemerintah tetap memberikan layanan kesehatan kepada warga binaan selama menjalani masa pembinaan. Program ini sekaligus memperkuat upaya pencegahan penyebaran penyakit di lingkungan lapas.

Nusakambangan Jadi Lokasi Perdana

Lapas Nusakambangan menjadi lokasi pertama pelaksanaan program nasional tersebut. Pemerintah menargetkan pemeriksaan terhadap 4.842 warga binaan dan 926 petugas lapas. Pelaksanaan program akan berlangsung mulai akhir Juni hingga Desember 2026.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin turut menghadiri peluncuran program tersebut. Bersama Agus Andrianto, ia meninjau langsung proses pemeriksaan kesehatan warga binaan. Keduanya juga memastikan pelaksanaan pemeriksaan berjalan sesuai rencana.

Pemerintah berharap program ini mampu meningkatkan kualitas kesehatan di lingkungan pemasyarakatan. Selain itu, langkah tersebut menunjukkan komitmen negara dalam memberikan pelayanan kesehatan secara merata. Dengan demikian, seluruh warga binaan tetap memperoleh hak atas layanan kesehatan. (iD/*)

Berita Terkait

Kencing Tak Tuntas Jangan Diabaikan, Dokter Ingatkan Dampaknya terhadap Fungsi Ginjal
Waktu Tidur Ideal Tak Selalu 8 Jam, Studi Ungkap Kebutuhan Tiap Orang Berbeda-beda
BPJS Kesehatan dan Asuransi Komersial Kini Bisa Dipakai Bersamaan, Begini Mekanismenya
2 Rumah Sakit, 21 Puskesmas, dan 1 Labkesda di Kerinci Berstatus BLUD, Layanan Lebih Fleksibel
Bahaya Asap Karhutla, Kemenkes Ingatkan Risiko Gangguan Pernapasan hingga Jantung
Kasus Kanker pada Usia Muda Semakin Meningkat, 11 Jenis Ini Perlu Jadi Perhatian
Stres Bisa Bikin Berat Badan Melonjak, Dokter Ungkap Bahaya Stress Eating
10 Kebiasaan Sederhana yang Bisa Membantu Mengurangi Lemak Perut
Berita ini 10 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 07:00 WIB

Kencing Tak Tuntas Jangan Diabaikan, Dokter Ingatkan Dampaknya terhadap Fungsi Ginjal

Sabtu, 5 September 2026 - 22:00 WIB

Waktu Tidur Ideal Tak Selalu 8 Jam, Studi Ungkap Kebutuhan Tiap Orang Berbeda-beda

Sabtu, 5 September 2026 - 07:00 WIB

BPJS Kesehatan dan Asuransi Komersial Kini Bisa Dipakai Bersamaan, Begini Mekanismenya

Selasa, 1 September 2026 - 09:00 WIB

2 Rumah Sakit, 21 Puskesmas, dan 1 Labkesda di Kerinci Berstatus BLUD, Layanan Lebih Fleksibel

Minggu, 30 Agustus 2026 - 07:00 WIB

Bahaya Asap Karhutla, Kemenkes Ingatkan Risiko Gangguan Pernapasan hingga Jantung

Berita Terbaru

Air Dispenser Panas Semua? Kenali Penyebab dan Cara Memperbaikinya. (Gambar: Ilustrasi AI)

Tips & Trik

Air Dispenser Panas Semua? Kenali Penyebab dan Cara Memperbaikinya

Minggu, 6 Sep 2026 - 15:00 WIB