Intiperistiwa.com – Hujan selama dua hari telah memadamkan api di tujuh titik kebakaran Taman Nasional Berbak dan Sembilang. Namun, personel gabungan masih mendinginkan sisa gambut yang terbakar di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi.
Kepala Balai Taman Nasional Berbak dan Sembilang, Yunaidi, menyampaikan perkembangan tersebut pada Senin (26/10/2026). Ia mengatakan hujan membantu memadamkan api, tetapi petugas masih perlu menangani sisa kebakaran di sejumlah lokasi.
“Alhamdulillah, hujan selama dua hari sudah memadamkan tujuh lokasi kawasan TN yang terbakar,” kata Yunaidi.
Sebelumnya, pada Minggu (25/10/2026), asap putih masih terlihat dari lahan gambut di Desa Simpang Datuk, Kecamatan Nipah Panjang. Kondisi serupa juga terjadi di Desa Labuhan Pering, Kecamatan Sadu. Saat itu, hujan ringan belum menghentikan keluarnya asap dari tanah yang terbakar.
Selain menghadapi sisa kebakaran, petugas juga kesulitan mencapai lokasi. Jalan tanah yang licin menyulitkan kendaraan roda dua melintasi kawasan tersebut.
Petugas Lanjutkan Pendinginan di Sejumlah Lokasi
Kepala Manggala Agni Daops Bukit Tempurung, Sandy Prabowo, mengatakan timnya tetap menangani titik yang masih mengeluarkan asap pada Minggu sore.
“Tadi sore masih gerimis, tapi yang berasap tetap kawan-kawan laksanakan pemadaman,” kata Sandy, Minggu (25/10/2026).
Ia juga menjelaskan bahwa beberapa lokasi masih menunjukkan kepulan asap dari tepi hutan.
“Visual dari pinggir hutan masih ada beberapa titik yang berasap,” ujarnya.
Berdasarkan perkembangan terbaru, personel Manggala Agni, Polisi Kehutanan, TNI, dan Polri masih melakukan pendinginan. Tim gabungan menangani sejumlah lokasi, termasuk Desa Rantau Rasau di Kecamatan Berbak serta Labuhan Pering, Sungai Sayang, Sungai Cemara, dan Air Hitam Dalam di Kecamatan Sadu.
Balai Taman Nasional Berbak dan Sembilang belum dapat memastikan luas akhir lahan terbakar di kawasan taman nasional. Petugas masih menyelesaikan proses pendinginan di lapangan.
Hujan Turun di Sejumlah Kawasan Terdampak Karhutla
Laporan petugas mencatat hujan dengan intensitas sedang turun di wilayah Posko Sungai Rambut, Kecamatan Berbak, pada Minggu (25/10/2026). Hujan berlangsung mulai pukul 02.30 hingga 03.30 WIB.
Sementara itu, Posko Sungai Cemara mencatat hujan berintensitas tinggi yang disertai angin. Hujan juga membasahi Desa Sungai Benuh, Kecamatan Sadu.
Di Kabupaten Muaro Jambi, hujan turut mengguyur lahan gambut yang terbakar di Tahura Orang Kayo Hitam (OKH), Desa Tanjung, Kecamatan Kumpeh. Meski demikian, turunnya hujan tidak serta-merta memastikan seluruh bagian gambut telah padam.
Data Satgas Karhutla yang dikutip ANTARA pada Minggu mencatat 11,5 hektare lahan di kawasan TN Berbak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, masih dalam tahap pemadaman. Selain itu, petugas menangani 2,2 hektare lahan dalam tahap pendinginan.
Di Kabupaten Muaro Jambi, satu hektare lahan masih dalam tahap pemadaman dan dua hektare memasuki tahap pendinginan. Sementara itu, tiga hektare lahan di Kabupaten Batang Hari dan Sarolangun masuk tahap pendinginan. Data tersebut menggambarkan kondisi penanganan pada Minggu, sebelum pembaruan mengenai tujuh lokasi yang apinya telah padam.
Sumber Air Terbatas dan Akses Sulit Hambat Pemadaman
Sebelum hujan membantu meredakan kebakaran, tim gabungan menghadapi beberapa kendala di TN Berbak dan Sembilang. Sumber air di sejumlah lokasi mengering sehingga petugas kesulitan memenuhi kebutuhan pemadaman.
Selain itu, angin kencang membuat api lebih cepat merambat. Petugas juga harus melewati jalan tanah dan semak belukar yang rapat untuk mencapai titik kebakaran.
Kondisi tersebut membuat petugas mengandalkan kendaraan roda dua dan perjalanan kaki. Mereka harus membawa peralatan pemadaman secara bertahap menuju lokasi.
Luas Kebakaran di Jambi Hampir 5.000 Hektare
Rekapitulasi Satgas Karhutla Jambi mencatat total luas lahan terbakar mencapai 4.954,90 hektare hingga Jumat (23/10/2026). Angka tersebut mencakup kebakaran di sejumlah kabupaten dan kota.
Berikut rincian luas lahan terbakar yang tercantum dalam laporan tersebut:
-
Kabupaten Batang Hari: 1.470 hektare.
-
Kabupaten Muaro Jambi: 635 hektare.
-
Kabupaten Tebo: 403 hektare.
-
Kabupaten Bungo: 86 hektare.
-
Kabupaten Sarolangun: 958 hektare.
-
Kabupaten Merangin: 56 hektare.
-
Kabupaten Tanjung Jabung Timur: 659 hektare.
-
Kabupaten Tanjung Jabung Barat: 674 hektare.
-
Kota Jambi: 10 hektare.
Data tersebut mengacu pada rekapitulasi per 23 Oktober 2026. Karena itu, angka tersebut belum menggambarkan perubahan luas kebakaran setelah hujan turun dan petugas melanjutkan pendinginan.
Hujan telah membantu memadamkan api di tujuh lokasi kawasan taman nasional. Namun, personel gabungan masih menangani sisa kebakaran untuk memastikan proses pendinginan berjalan tuntas. (iD/*)











Komentar