Wanita dari Taiwan Alami Sembelit Selama 23 Tahun, Hasil Rontgen Ungkap Kondisi Usus yang Tidak Biasa

Keluhan Sembelit Sudah Dialami Sejak Masa Kanak-Kanak

- Jurnalis

Selasa, 2 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Wanita dari Taiwan Alami Sembelit Selama 23 Tahun, Hasil Rontgen Ungkap Kondisi Usus yang Tidak Biasa. (Foto: doktersehat)

Wanita dari Taiwan Alami Sembelit Selama 23 Tahun, Hasil Rontgen Ungkap Kondisi Usus yang Tidak Biasa. (Foto: doktersehat)

Intiperistiwa.com. Sebuah kisah kesehatan dari Taiwan menarik perhatian publik setelah seorang wanita membagikan pengalamannya menghadapi sembelit kronis selama puluhan tahun.

Wanita yang di ketahui berinisial J itu mengaku mengalami gangguan buang air besar sejak kecil. Selama 23 tahun, ia harus berjuang menghadapi sembelit yang terus berulang dan kerap menimbulkan rasa tidak nyaman.

Menurut pengakuannya, saat masih anak-anak ia membutuhkan waktu sangat lama hanya untuk buang air besar.

“Saya hanya bisa buang air besar setelah duduk di toilet selama satu hingga dua jam,” ujarnya.

Di kutip dari Mothership Singapore, kondisi tersebut sempat mencapai titik yang cukup mengkhawatirkan. J pernah mengalami periode terlama tanpa buang air besar selama 17 hari.

Ketika akhirnya bisa buang air besar, feses yang keluar hanya berupa butiran kecil menyerupai kotoran domba, salah satu tanda yang sering di kaitkan dengan sembelit berat.

Berbagai Cara Sudah Di coba, Hasilnya Belum Maksimal

Selama bertahun-tahun, J berupaya mengatasi keluhannya dengan berbagai cara. Ia memperbanyak konsumsi air putih dan meningkatkan asupan sayuran dalam menu harian.

Namun, perubahan pola makan tersebut belum memberikan hasil yang signifikan.

Di balik penampilannya yang terlihat sehat dan ceria, J mengaku sering menahan rasa sakit yang tidak di ketahui banyak orang.

“Dari luar saya terlihat normal dan ceria, tetapi saya sering merasakan sakit yang sangat hebat,” katanya.

Baca Juga :  Operasi Tulang Kaki di Turki demi Menambah dan Mengurangi Tinggi Badan Kian Diminati, Ketahui Prosedur dan Risikonya

Ia menambahkan bahwa sebagian besar orang di sekitarnya tidak mengetahui kondisi yang selama ini di alaminya.

Pemeriksaan Rontgen Ungkap Kondisi Usus yang Tidak Lazim

Karena keluhan tidak kunjung membaik, J akhirnya memutuskan menjalani pemeriksaan rontgen untuk mencari penyebab pasti gangguan yang di alaminya.

Hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi usus besar yang berbeda dari umumnya. Pada citra rontgen, usus besar tampak lebih panjang dan memanjang hingga ke bagian atas rongga perut.

Dokter juga menemukan bahwa struktur usus besar terlihat relatif halus dengan sedikit lipatan, yang di duga berkaitan dengan penumpukan feses dalam waktu lama.

“Usus besar saya sangat panjang dan memanjang hingga ke bagian atas,” ujar J.

Kondisi tersebut membuatnya mempertimbangkan tindakan operasi pengangkatan usus besar. Namun, ia mengaku masih merasa takut menghadapi kemungkinan risiko dan komplikasi pascaoperasi.

Ahli Menilai Usus Mengalami Pergeseran Signifikan

Meski hasil rontgen terlihat mencolok, seorang konsultan dari National Yang-Ming University di Taipei menjelaskan bahwa posisi usus besar J tidak sampai mencapai area jantung seperti yang sempat ramai di perbincangkan.

Namun, ahli tersebut menilai usus besar J memang mengalami pergeseran yang cukup signifikan dari posisi normal.

Dalam pembaruan terakhir yang di bagikan pada 27 Desember 2020, J masih mempertimbangkan keputusan untuk menjalani operasi pada tahun berikutnya.

Ia bahkan sempat bercanda mengenai ukuran usus besarnya yang menurutnya jauh lebih besar di bandingkan ukuran normal.

Baca Juga :  Prabowo Angkat Bicara soal Kasus Korupsi BGN

Apa yang Menyebabkan Sembelit Kronis?

Sembelit merupakan gangguan pencernaan yang terjadi ketika frekuensi buang air besar berkurang atau tinja sulit di keluarkan.

Kondisi ini umumnya muncul akibat kurangnya konsumsi serat, minim asupan cairan, kurang aktivitas fisik, atau efek samping obat-obatan tertentu.

Saat pergerakan tinja di dalam usus besar berlangsung terlalu lambat, tubuh menyerap lebih banyak air dari feses. Akibatnya, tinja menjadi lebih keras, kering, dan sulit di keluarkan.

Selain faktor gaya hidup, sejumlah kondisi medis juga dapat memicu sembelit kronis.

Penyakit yang Berkaitan dengan Sembelit Berkepanjangan

Mengacu pada informasi dari Mayo Clinic, beberapa kondisi kesehatan dapat meningkatkan risiko sembelit kronis, antara lain:

  • Sindrom iritasi usus besar (IBS)
  • Diabetes
  • Sklerosis multipel
  • Penyakit Parkinson
  • Hipertiroidisme
  • Gangguan atau kerusakan saraf
  • Kehamilan

Selain itu, penyumbatan pada usus besar atau rektum akibat perubahan jaringan maupun pertumbuhan tumor juga dapat menghambat proses pengeluaran tinja.

Meski demikian, dokter tidak selalu menemukan penyebab pasti pada setiap kasus sembelit kronis. Sebagian pasien tetap mengalami keluhan meski hasil pemeriksaan medis tidak menunjukkan gangguan tertentu.

Karena itu, siapa pun yang mengalami sembelit berkepanjangan, terutama jika di sertai nyeri hebat, perdarahan, atau perubahan pola buang air besar yang tidak biasa, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga medis untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.(id/*)

Berita Terkait

Kencing Tak Tuntas Jangan Diabaikan, Dokter Ingatkan Dampaknya terhadap Fungsi Ginjal
Waktu Tidur Ideal Tak Selalu 8 Jam, Studi Ungkap Kebutuhan Tiap Orang Berbeda-beda
BPJS Kesehatan dan Asuransi Komersial Kini Bisa Dipakai Bersamaan, Begini Mekanismenya
2 Rumah Sakit, 21 Puskesmas, dan 1 Labkesda di Kerinci Berstatus BLUD, Layanan Lebih Fleksibel
Bahaya Asap Karhutla, Kemenkes Ingatkan Risiko Gangguan Pernapasan hingga Jantung
Kasus Kanker pada Usia Muda Semakin Meningkat, 11 Jenis Ini Perlu Jadi Perhatian
Stres Bisa Bikin Berat Badan Melonjak, Dokter Ungkap Bahaya Stress Eating
10 Kebiasaan Sederhana yang Bisa Membantu Mengurangi Lemak Perut
Berita ini 4 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 07:00 WIB

Kencing Tak Tuntas Jangan Diabaikan, Dokter Ingatkan Dampaknya terhadap Fungsi Ginjal

Sabtu, 5 September 2026 - 22:00 WIB

Waktu Tidur Ideal Tak Selalu 8 Jam, Studi Ungkap Kebutuhan Tiap Orang Berbeda-beda

Sabtu, 5 September 2026 - 07:00 WIB

BPJS Kesehatan dan Asuransi Komersial Kini Bisa Dipakai Bersamaan, Begini Mekanismenya

Selasa, 1 September 2026 - 09:00 WIB

2 Rumah Sakit, 21 Puskesmas, dan 1 Labkesda di Kerinci Berstatus BLUD, Layanan Lebih Fleksibel

Minggu, 30 Agustus 2026 - 07:00 WIB

Bahaya Asap Karhutla, Kemenkes Ingatkan Risiko Gangguan Pernapasan hingga Jantung

Berita Terbaru

Air Dispenser Panas Semua? Kenali Penyebab dan Cara Memperbaikinya. (Gambar: Ilustrasi AI)

Tips & Trik

Air Dispenser Panas Semua? Kenali Penyebab dan Cara Memperbaikinya

Minggu, 6 Sep 2026 - 15:00 WIB