Intiperistiwa.com – Otoritas keamanan pangan dan kesehatan Eropa melaporkan wabah infeksi Salmonella yang diduga berkaitan dengan produk mie instan rasa ayam. Kasus tersebut menyebar ke sekitar 14 negara di kawasan Eropa. Selain itu, penyelidikan masih terus berlangsung untuk memastikan sumber penyebaran.
Badan Keamanan Pangan Eropa (EFSA) dan Pusat Pencegahan serta Pengendalian Penyakit Eropa (ECDC) mengonfirmasi 106 kasus. Data tersebut mencakup periode November 2025 hingga Juni 2026. Sementara itu, sebanyak 49 pasien menjalani perawatan di rumah sakit.
Sebagian besar pasien berasal dari kelompok anak-anak dan remaja. Karena itu, otoritas kesehatan meminta masyarakat lebih berhati-hati saat mengonsumsi produk yang masuk dalam penyelidikan. Kedua lembaga juga menyebut produk mie instan sebagai sumber penularan yang paling mungkin.
Penyelidik Telusuri Produk Mie Instan Asal Ukraina
Penyelidik mengarahkan investigasi kepada produk mie instan dari produsen di Ukraina. Namun, laporan tidak menyebutkan nama produsen tersebut. Produk itu hadir dalam berbagai varian rasa, termasuk ayam, ayam pedas, daging sapi, bebek, udang, kari, dan sayuran.
Distributor grosir di Polandia menyalurkan produk tersebut sejak Januari 2026. Selanjutnya, produk beredar di Jerman, Lithuania, Denmark, Republik Ceko, Inggris, dan sejumlah negara lainnya. Karena itu, penyebaran produk berlangsung cukup luas.
Pengujian laboratorium menemukan strain Salmonella pada produk rasa ayam dan ayam pedas. Peneliti menemukan sampel tersebut di Jerman dan Lithuania. Selain itu, sejumlah pasien di Denmark, Estonia, Jerman, Latvia, dan Lithuania mengaku mengonsumsi merek yang sama.
EFSA dan ECDC menyatakan hasil penyelidikan mengarah pada satu produsen di Ukraina. Oleh sebab itu, kedua lembaga terus memantau distribusi produk di berbagai negara.
Reeva Foods Tarik Produk dari Peredaran
Reeva Foods, merek mie instan produksi Euro Food Service di Ukraina, memberikan tanggapan resmi. Perusahaan mengakui dugaan kontaminasi Salmonella Stanley berkaitan dengan beberapa produk Reeva. Dugaan tersebut terutama menyasar varian Chicken Flavour dan Hot Chicken Flavour.
Perusahaan langsung melakukan penyelidikan internal. Selain itu, Reeva menarik sejumlah produk dari peredaran sebagai langkah pencegahan. Perusahaan juga menjalankan pengujian laboratorium, audit regulasi, dan pemantauan lingkungan.
Di samping itu, Reeva bekerja sama dengan otoritas terkait selama proses investigasi. Perusahaan menegaskan keselamatan konsumen tetap menjadi prioritas utama.
Kasus Tersebar di 14 Negara Eropa
Otoritas Eropa mencatat penyebaran kasus di berbagai negara. Selain itu, penyelidik masih mengumpulkan bukti tambahan untuk mendukung proses investigasi.
Negara yang melaporkan kasus meliputi:
- Austria
- Inggris
- Republik Ceko
- Denmark
- Estonia
- Prancis
- Jerman
- Hungaria
- Latvia
- Lithuania
- Belanda
- Norwegia
- Polandia
- Swedia
Bukti mikrobiologis menunjukkan kesamaan strain Salmonella pada produk yang diperiksa. Karena itu, otoritas membuka peluang penyelidikan lanjutan apabila menemukan bukti baru.
Kenali Gejala Infeksi Salmonella
Infeksi Salmonella dapat menimbulkan berbagai keluhan kesehatan. Karena itu, masyarakat perlu mengenali gejalanya sejak dini.
Gejala yang umum meliputi:
- Diare.
- Demam.
- Muntah hebat.
- Dehidrasi.
- Kram perut.
Sebagian besar penderita dapat pulih dalam waktu sekitar satu minggu. Namun, infeksi dapat berkembang lebih serius pada anak kecil, lansia, dan orang dengan daya tahan tubuh lemah. Oleh sebab itu, siapa pun yang mengalami gejala berat sebaiknya segera mencari pertolongan medis. (iD/*)











Komentar