Intiperistiwa.com – Banyak orang berhasil menurunkan berat badan melalui program diet. Namun, tidak sedikit yang kembali mengalami kenaikan berat badan setelah program selesai.
Kondisi tersebut biasanya muncul karena kebiasaan sehat tidak berlanjut dalam kehidupan sehari-hari. Akibatnya, tubuh kembali menyimpan lemak sehingga berat badan meningkat secara bertahap.
Dokter Spesialis Gizi Klinik Bamed, dr. Maryam, Sp.GK, menjelaskan terdapat tiga faktor utama yang membantu menjaga berat badan tetap stabil. Ketiga faktor tersebut saling melengkapi dan perlu diterapkan secara konsisten.
1. Terapkan Pola Makan Seimbang
Dr. Maryam menegaskan bahwa pola makan menjadi fondasi utama dalam menjaga berat badan. Berbagai metode diet tidak akan bertahan lama tanpa pola makan yang baik.
Menurutnya, seseorang perlu memperhatikan keseimbangan asupan gizi setiap hari. Selain itu, jadwal makan yang teratur juga berperan penting.
“Mau pakai cara apa pun dalam mempertahankan berat badan, tetapi kalau pola makannya berantakan dan gizinya tidak seimbang, maka tidak efektif,” ujar dr. Maryam dalam Seminar Media Bamed Healthcare di Jakarta Selatan, Kamis (18/6/2026).
Ia menjelaskan bahwa tubuh memerlukan zat gizi dalam jumlah yang sesuai. Dengan begitu, proses metabolisme dapat berjalan secara optimal.
Karena itu, masyarakat sebaiknya tidak hanya mengurangi porsi makan. Mereka juga perlu memperhatikan kualitas makanan yang dikonsumsi.
Dr. Maryam menyarankan setiap piring makan berisi karbohidrat, protein, dan serat dengan komposisi yang seimbang. Kombinasi tersebut membantu memberikan rasa kenyang lebih lama.
Selain itu, pola makan seimbang membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil. Cara tersebut juga mengurangi risiko konsumsi kalori berlebihan.
“Utamakan makan dengan proporsi yang sesuai kebutuhan, ada karbo, protein, serat dalam satu piring. Jangan hanya karbo yang banyak dan lainnya sedikit,” katanya.
2. Biasakan Tubuh Tetap Aktif
Selain pola makan, aktivitas fisik juga memegang peranan penting dalam menjaga berat badan. Aktivitas tersebut tidak selalu harus berupa olahraga berat.
Dr. Maryam menilai aktivitas sederhana yang dilakukan secara rutin sudah memberikan manfaat bagi tubuh. Bahkan, berjalan kaki setiap hari mampu membantu pembakaran kalori.
“Sebenarnya kalau mau aktivitas fisik seperti jalan kaki yang rutin juga sudah cukup. Lakukan aktivitas sehari-hari yang bisa membuat tubuh tetap aktif dan bisa membantu bakar lemak,” ujarnya.
Berjalan kaki secara teratur meningkatkan pengeluaran energi harian. Kebiasaan tersebut juga menjaga kesehatan jantung dan mempertahankan massa otot.
Selain itu, tubuh tidak mudah menyimpan kelebihan energi dalam bentuk lemak. Karena itu, aktivitas fisik perlu menjadi bagian dari rutinitas harian.
Dr. Maryam mengingatkan bahwa penyintas obesitas memerlukan disiplin lebih tinggi. Tubuh mereka cenderung lebih mudah mengalami kenaikan berat badan.
“Seseorang yang dulunya obesitas itu sel-sel lemaknya akan memiliki memori yang berpotensi bertambah beratnya lebih mudah,” jelasnya.
3. Tidur Cukup dan Berkualitas
Kualitas tidur sering kali luput dari perhatian. Padahal, tidur memiliki peran penting dalam menjaga berat badan.
Saat tidur, tubuh mengatur hormon yang memengaruhi rasa lapar dan metabolisme. Selain itu, tubuh juga menjalankan proses pemulihan dan pembentukan massa otot.
Menurut dr. Maryam, waktu tidur ideal berkisar enam hingga delapan jam setiap hari. Tidur yang berkualitas membantu tubuh memulihkan energi secara optimal.
“Tidur berkualitas dan deep sleep itu paling tidak 6 sampai 8 jam setiap hari. Ini membantu tubuh recharge energi dan membantu proses penurunan berat badan, metabolisme, serta pembentukan massa otot,” tuturnya.
Sebaliknya, kurang tidur dapat mengganggu metabolisme tubuh. Kondisi tersebut juga meningkatkan keinginan mengonsumsi makanan tinggi gula dan lemak.
Karena itu, menjaga pola makan, rutin bergerak, dan tidur berkualitas perlu dilakukan secara bersamaan. Kombinasi ketiganya membantu mempertahankan berat badan ideal dalam jangka panjang. (id/*)










Komentar