Benjolan di Leher Jangan Diabaikan, Bisa Jadi Tanda Kanker Tiroid

Suara serak dan sulit menelan dapat menjadi gejala kanker tiroid yang sering luput disadari.

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 18 Juni 2026 - 22:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Benjolan di Leher Jangan Diabaikan, Bisa Jadi Tanda Kanker Tiroid. (Foto: tribunnews/infolabmed)

Benjolan di Leher Jangan Diabaikan, Bisa Jadi Tanda Kanker Tiroid. (Foto: tribunnews/infolabmed)

Intiperistiwa.com – Banyak orang baru merasa khawatir ketika benjolan di leher menimbulkan rasa sakit. Padahal, benjolan tanpa nyeri juga perlu mendapat perhatian serius.

Kondisi tersebut dapat menandakan gangguan pada kelenjar tiroid. Bahkan, dalam beberapa kasus, benjolan itu berkaitan dengan kanker tiroid.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Hematologi-Onkologi Medik Mayapada Hospital Jakarta Selatan, dr Martha Iskandar, Sp.PD, KHOM, menjelaskan bahwa tidak semua benjolan bersifat ganas. Meski demikian, masyarakat tetap perlu memeriksakan setiap benjolan di leher.

“Pada gangguan kelenjar tiroid, keluhan dapat berupa jantung berdebar, mudah berkeringat, berat badan turun, gelisah, mudah mengantuk, berat badan naik, kulit kering, hingga tubuh terasa lemas,” ujar dr Martha, Rabu, 10 Juni 2026.

Menurutnya, gejala gangguan tiroid dapat berbeda pada setiap orang. Karena itu, pemeriksaan medis menjadi langkah penting untuk memastikan diagnosis.

Suara Serak Bisa Menjadi Peringatan

dr Martha mengatakan kanker tiroid pada tahap awal sering tidak menunjukkan gejala yang khas. Akibatnya, banyak pasien datang ketika penyakit sudah berkembang.

Ia meminta masyarakat lebih peka terhadap perubahan yang terjadi pada leher. Terutama jika benjolan mengalami perubahan ukuran.

“Benjolan yang semakin membesar, terasa lebih keras, di sertai suara serak, sulit menelan, atau pembesaran kelenjar getah bening perlu mendapat perhatian,” jelasnya.

Selain itu, suara serak berkepanjangan juga perlu di waspadai. Kesulitan menelan pun dapat menjadi tanda yang tidak boleh di abaikan.

Baca Juga :  Ternyata Kencur Tak Hanya untuk Jamu, Khasiatnya Bisa Bantu Turunkan Kolesterol dan Jaga Pencernaan

Sayangnya, masih banyak orang menunda pemeriksaan. Mereka sering menganggap benjolan di leher bukan masalah serius.

Padahal, deteksi dini membantu dokter menentukan terapi lebih cepat. Dengan demikian, peluang keberhasilan penanganan dapat meningkat.

Pemeriksaan untuk Menentukan Diagnosis

Dokter dapat melakukan sejumlah pemeriksaan guna mengetahui penyebab benjolan. Langkah ini membantu memastikan kondisi pasien secara menyeluruh.

Tes darah dapat menilai fungsi kelenjar tiroid. Selain itu, dokter juga dapat menyarankan pemeriksaan USG tiroid.

Jika di perlukan, dokter dapat melakukan fine needle aspiration biopsy (FNAB). Pemeriksaan ini membantu mengidentifikasi kemungkinan sel ganas.

“Melalui pemeriksaan tersebut, dokter dapat mengetahui penyebab benjolan dan menentukan langkah penanganan yang paling tepat,” tutur dr Martha.

Penanganan Kanker Tiroid Kian Presisi

Jika hasil pemeriksaan menunjukkan kanker tiroid, dokter akan menentukan terapi sesuai kondisi pasien. Salah satu pilihan utamanya berupa operasi pengangkatan kelenjar tiroid atau thyroidectomy.

Setelah operasi, pasien dapat menjalani terapi radioaktif iodin. Terapi ini bertujuan menghancurkan sisa sel kanker yang masih tertinggal.

Dokter Spesialis Kedokteran Nuklir Mayapada Hospital Jakarta Selatan, dr Lim Andreas, SpKN, menyebut terapi tersebut bersifat minimal invasif. Karena itu, pasien tidak memerlukan tindakan bedah tambahan.

“Terapi ini menggunakan radioaktif iodin yang di serap sel tiroid untuk menghancurkan sisa sel kanker secara spesifik,” kata dr Lim.

Menurutnya, terapi radioaktif iodin dapat meningkatkan efektivitas pengobatan. Selain itu, terapi tersebut mampu menurunkan risiko kekambuhan pada beberapa jenis kanker tiroid.

Baca Juga :  Kolesterol Tinggi Sering Tidak Disadari, Hati-hati Berujung Stroke-Jantung

Teknologi Modern Dukung Evaluasi Kanker

Pasien kanker tiroid juga memerlukan pemantauan berkala. Evaluasi ini membantu dokter melihat perkembangan penyakit dan respons pengobatan.

Mayapada Hospital Jakarta Selatan menyediakan layanan Nuclear Medicine & Molecular Theranostic Center. Layanan tersebut di lengkapi teknologi PET-CT Scan dan SPECT-CT Scan.

Teknologi itu menghadirkan pencitraan seluruh tubuh dengan hasil lebih tajam. Selain itu, proses pemeriksaan berlangsung lebih cepat.

Paparan radiasi yang di hasilkan juga lebih rendah di banding teknologi serupa. Keunggulan tersebut penting bagi pasien yang memerlukan evaluasi berulang.

Saat ini, kurang dari 10 rumah sakit di Indonesia memiliki layanan serupa. Karena itu, fasilitas tersebut menjadi salah satu dukungan penting dalam penanganan kanker.

Layanan PET-CT Scan dan SPECT-CT Scan terintegrasi dengan Oncology Center Mayapada Hospital Jakarta Selatan. Tim multidisiplin kemudian menyusun rencana perawatan sesuai kebutuhan pasien.

Tim tersebut melibatkan Tumor Board dan Patient Navigator. Dengan demikian, pasien dan keluarga memperoleh pendampingan selama menjalani terapi.

Pasien dapat menjadwalkan konsultasi melalui call center 150770 atau aplikasi MyCare. Sementara itu, layanan darurat tersedia melalui call center 150990 dan fitur emergency call pada aplikasi tersebut.

Selain itu, masyarakat dapat mengakses informasi kesehatan melalui fitur Health Articles & Tips. Pengguna MyCare juga dapat memantau kebugaran melalui fitur Personal Health.(id/*)

Berita Terkait

7 Kebiasaan Sepele yang Diam-Diam Merusak Jantung, Nomor 7 Sering Dilakukan Banyak Orang
Jangan Diabaikan, Perubahan Warna Urine Bisa Menandakan Kerusakan Ginjal
Kabar Baik Peserta JKN! Tunggakan BPJS Kesehatan Rp14 Triliun Berpotensi Dihapus
Rekrutmen BPJS Kesehatan 2026 Resmi Dibuka, Lulusan D3 dan S1 Bisa Daftar
BPJS Kesehatan Pastikan Pasien Darurat Tetap Dilayani Tanpa Menunggu Jadwal Kontrol
Jadwal Kontrol BPJS Terlewat? Begini Cara Tetap Mendapatkan Layanan Kesehatan
BPJS Kesehatan 2026 Tanggung 144 Penyakit, Cek Daftar Lengkap dan Layanan Gratisnya
BLT Kesra Rp900 Ribu Mulai Cair Juni 2026, Ini Jadwal, Syarat Penerima, dan Cara Cek Statusnya
Berita ini 6 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 18:00 WIB

7 Kebiasaan Sepele yang Diam-Diam Merusak Jantung, Nomor 7 Sering Dilakukan Banyak Orang

Kamis, 18 Juni 2026 - 22:00 WIB

Benjolan di Leher Jangan Diabaikan, Bisa Jadi Tanda Kanker Tiroid

Senin, 15 Juni 2026 - 18:00 WIB

Jangan Diabaikan, Perubahan Warna Urine Bisa Menandakan Kerusakan Ginjal

Jumat, 12 Juni 2026 - 13:00 WIB

Kabar Baik Peserta JKN! Tunggakan BPJS Kesehatan Rp14 Triliun Berpotensi Dihapus

Jumat, 12 Juni 2026 - 08:00 WIB

Rekrutmen BPJS Kesehatan 2026 Resmi Dibuka, Lulusan D3 dan S1 Bisa Daftar

Berita Terbaru