Intiperistiwa.com – Menguap sering kali membuat orang lain ikut menguap beberapa detik kemudian. Respons itu biasanya muncul setelah seseorang melihat orang lain membuka mulut dan menarik napas panjang. Namun, penelitian terbaru menemukan kemungkinan respons serupa selama masa kehamilan. Para peneliti menduga janin dapat mengikuti respons menguap dari ibunya.
Temuan tersebut berasal dari eksperimen laboratorium yang melibatkan sejumlah wanita hamil. Para ilmuwan dari berbagai kampus dan negara menjalankan penelitian tersebut. Kemudian, mereka mempublikasikan hasilnya dalam jurnal Current Biology pada 5 Mei 2026. Penelitian itu secara khusus mengamati hubungan antara perilaku ibu dan respons janin.
Kemampuan janin untuk menguap sebenarnya sudah dikenal dalam dunia medis. Janin dapat melakukan gerakan menguap meskipun paru-parunya belum berfungsi untuk bernapas seperti manusia setelah lahir. Akan tetapi, peneliti masih mempertanyakan penyebab perilaku tersebut. Mereka ingin mengetahui apakah janin menguap secara refleks atau merespons interaksi dari ibunya.
Penelitian Melibatkan 38 Wanita Hamil
Para peneliti merekrut 38 wanita berusia 18 hingga 45 tahun untuk mengikuti eksperimen. Seluruh peserta sudah memasuki trimester ketiga kehamilan. Selain itu, setiap peserta mengandung satu janin dan tidak mengandung bayi kembar. Seluruh peserta juga menjalani kehamilan tanpa keluhan dan komplikasi.
Selanjutnya, peneliti memperlihatkan beberapa klip video kepada setiap wanita hamil. Beberapa tayangan menampilkan seseorang yang sedang menguap. Setelah menyaksikan tayangan tersebut, sebagian peserta ikut menguap. Sementara itu, peserta lain hanya membuka dan menutup mulut atau menunjukkan wajah datar.
Pada waktu yang sama, peneliti memantau kondisi janin menggunakan USG 2D. Pemeriksaan tersebut membantu mereka melihat pergerakan hidung dan bibir janin secara real-time. Dengan cara tersebut, peneliti dapat mengamati respons janin selama ibunya menonton video. Mereka kemudian membandingkan respons janin dengan perilaku ibu selama eksperimen.
Sebanyak 53 Persen Janin Ikut Menguap
Dikutip dari Smithsonian Magazine, sebanyak 64 persen peserta menguap setidaknya sekali. Respons tersebut muncul saat mereka menyaksikan klip yang menampilkan seseorang sedang menguap. Sebaliknya, para wanita hamil tidak menunjukkan perilaku menguap saat melihat video pembanding. Tayangan tersebut tidak menampilkan orang yang sedang menguap.
Dari kelompok ibu yang menguap, sebanyak 53 persen janin turut menunjukkan respons menguap. Respons tersebut muncul ketika ibu mereka menonton klip orang yang sedang menguap. Menariknya, janin biasanya merespons sekitar satu setengah menit setelah ibunya menguap. Temuan itu menunjukkan adanya jeda antara respons ibu dan janin.
Meski begitu, para peneliti belum mengetahui penyebab pasti respons tersebut. Mereka menduga gerakan fisik ibu saat menguap mungkin memicu respons pada janin. Selain itu, hormon juga mungkin memiliki peran dalam respons tersebut. Namun, peneliti masih mendalami kemungkinan yang dapat menjelaskan temuan tersebut.
Fungsi Menguap Sebelum Lahir Masih Diteliti
Peneliti juga masih mencari tahu tujuan janin menguap sebelum kelahiran. Mereka belum mengetahui apakah perilaku tersebut memiliki fungsi khusus bagi janin. Selain itu, peneliti belum memastikan apakah menguap memberikan manfaat tertentu. Karena itu, pertanyaan tersebut masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.
Giulia D’Adamo menjadi penulis utama dalam riset tersebut. Ia merupakan ahli saraf dari Universitas Parma, Italia. Menurut D’Adamo, masa kehamilan menjadi periode persiapan untuk tahapan kehidupan berikutnya. “Selama kehamilan, semuanya adalah persiapan untuk apa yang akan terjadi selanjutnya,” kata D’Adamo, dikutip dari ScienceNews.
Dengan demikian, penelitian ini belum memastikan janin benar-benar tertular menguap dari ibunya. Namun, eksperimen menunjukkan sebagian janin ikut menguap setelah ibunya menguap. Para peneliti masih perlu mengkaji penyebab dan fungsi respons tersebut. Temuan mengenai janin ikut menguap ini pun masih membuka pertanyaan baru. (iD/*)











Komentar