Harga GPU Nvidia Meroket, RTX Pro 6000 Kini Tembus Rp285 Juta

Harga GPU Nvidia melonjak tajam di tengah krisis pasokan memori dan tingginya kebutuhan komputasi AI.

- Jurnalis

Jumat, 21 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Harga GPU Nvidia Meroket, RTX Pro 6000 Kini Tembus Rp285 Juta. (Foto: Nvidia/kompas)

Harga GPU Nvidia Meroket, RTX Pro 6000 Kini Tembus Rp285 Juta. (Foto: Nvidia/kompas)

Intiperistiwa.com – Harga GPU Nvidia kembali melonjak dan membawa kabar buruk bagi perakit PC serta profesional grafis. Nvidia kini mematok RTX Pro 6000 96GB Blackwell sekitar USD 16 ribu atau Rp285 juta. Angka tersebut melonjak sekitar 110 persen dibandingkan harga pre-order awal sebesar USD 7.600. Bahkan, kenaikan tersebut membuat harga GPU workstation itu lebih dari dua kali lipat.

Lonjakan harga ternyata tidak hanya menyasar kartu grafis kelas workstation. Selama beberapa bulan terakhir, Nvidia juga menaikkan harga sejumlah GPU konsumen hingga 150 persen. Produk kelas atas seperti RTX 5090 dan RTX 5080 mengalami kenaikan paling tajam. Sementara itu, GPU kelas menengah dan entry-level turut mengalami kenaikan harga.

Harga RTX Pro 6000 Naik Lebih dari Dua Kali Lipat

Sejak peluncurannya, RTX Pro 6000 mengalami beberapa kali perubahan harga. Krisis pasokan memori serta tingginya permintaan komputasi kecerdasan buatan ikut mendorong kenaikan tersebut. Pada awal 2025, Nvidia menawarkan GPU ini melalui pre-order dengan harga sedikit di atas USD 7.600. Kemudian, harga daringnya mencapai sekitar USD 8.500 pada bulan berikutnya.

Memasuki Juni 2026, harga RTX Pro 6000 sudah mencapai USD 13.000. Kini, harga kartu grafis kelas enterprise tersebut menyentuh USD 16 ribu. Dengan demikian, harganya sudah meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan harga awal. Kondisi tersebut juga memperlihatkan besarnya kenaikan harga GPU Nvidia dalam waktu relatif singkat.

Baca Juga :  BSI Scholarship Afirmasi 2026 Resmi Dibuka, Mahasiswa D3-S1 Bisa Dapat UKT Rp3 Juta

GPU konsumen kelas atas juga menghadapi kenaikan harga serupa. Hingga Agustus 2026, RTX 5090 sudah menembus harga USD 4.000. Padahal, Nvidia mematok harga peluncuran kartu grafis tersebut sebesar USD 2.000 pada awal tahun. Artinya, harga RTX 5090 kini mencapai sekitar dua kali harga peluncurannya.

Kenaikan juga menyentuh GPU kelas menengah seperti RTX 5070. Platform Newegg dan Amazon menawarkan kartu grafis tersebut sekitar USD 900. Angka itu meningkat hampir 65 persen dari harga rilis sebesar USD 549. Sementara itu, RTX 5050 kini memiliki harga lebih dari USD 300.

Pada awalnya, Nvidia menetapkan harga eceran resmi RTX 5050 sebesar USD 249. Namun, kondisi pasar membuat harga jual kartu grafis tersebut ikut meningkat. Dengan demikian, lonjakan harga tidak hanya memengaruhi pengguna GPU kelas premium. Konsumen yang mengincar kartu grafis entry-level juga menghadapi kenaikan biaya.

Krisis Pasokan Memori Dorong Harga GPU Nvidia

Krisis pasokan memori menjadi salah satu faktor utama yang mendorong kenaikan harga tersebut. Selain itu, permintaan komponen untuk kebutuhan komputasi AI terus meningkat. Sejumlah pengamat industri memperkirakan masalah pasokan masih akan berlangsung selama beberapa tahun. Kondisi tersebut berpotensi membuat permintaan terus melampaui ketersediaan komponen.

Baca Juga :  Jangan Asal Download! Bug Rokarolla Intai Pengguna Android, Rekening dan PIN M-Banking Bisa Dibobol

CEO SK Hynix Kwak Noh-Jung memberikan peringatan mengenai kondisi industri memori pada bulan lalu. Menurutnya, tahun 2027 berpotensi menjadi periode terburuk bagi industri memori. Permintaan juga berpotensi terus melampaui pasokan hingga melewati 2030. Situasi tersebut menjadi tantangan bagi industri yang membutuhkan komponen memori dalam jumlah besar.

Pada awal bulan ini, Daniel Lemire juga menyoroti lonjakan harga memori. Pakar performa perangkat lunak tersebut menyebut kondisi ini sebagai sebuah “anomali sejarah”. Menurutnya, kenaikan harga telah menghapus tren penurunan biaya komponen eksponensial selama puluhan tahun. Tren penurunan tersebut sebelumnya berjalan relatif stabil dalam industri teknologi.

Krisis pasokan memori akhirnya menciptakan efek domino bagi konsumen. Dampaknya tidak hanya menyentuh kartu grafis untuk PC dan workstation. Selain itu, kenaikan biaya komponen mulai menjalar ke berbagai sektor elektronik konsumen. Laptop, desktop, smartphone, konsol gim, dan berbagai perangkat teknologi turut menghadapi tekanan harga.

TechSpot melaporkan perkembangan tersebut, seperti dikutip detikINET pada Minggu (16/8/2026). Tingginya permintaan komputasi AI terus memberi tekanan terhadap ketersediaan komponen memori. Sementara itu, konsumen menghadapi kenaikan harga pada berbagai perangkat yang membutuhkan komponen tersebut. Kondisi ini turut mendorong harga GPU Nvidia meroket sepanjang periode tersebut. (iD/*)

Berita Terkait

Sinyal 5G Hilang Saat Masuk Rumah atau Gedung? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
Huawei Pura X View Resmi Meluncur dengan Desain Unik, Usung Layar Lebar Pertama di Dunia
Qualcomm Siapkan Snapdragon C untuk Laptop Murah, Performa Diklaim Lampaui Intel N250
Robot Superman Buatan China Makin Canggih, Bisa Lari 45,6 Km/Jam dan Lompat 2 Meter
Komdigi Minta Apple dan Google Hapus Aplikasi Hornet dari Indonesia, Ini Alasannya
Ilmuwan Temukan Dua Gunung Raksasa Tersembunyi di Dalam Bumi, Lebih Tinggi dari Everest
Daftar HP dengan Radiasi Tertinggi, Apakah Ponsel Anda Termasuk?
Pengguna Mac Wajib Waspada, Celah Screen Sharing Mulai Dimanfaatkan Hacker
Berita ini 6 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 23:00 WIB

Sinyal 5G Hilang Saat Masuk Rumah atau Gedung? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 13:00 WIB

Huawei Pura X View Resmi Meluncur dengan Desain Unik, Usung Layar Lebar Pertama di Dunia

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:00 WIB

Qualcomm Siapkan Snapdragon C untuk Laptop Murah, Performa Diklaim Lampaui Intel N250

Jumat, 21 Agustus 2026 - 17:00 WIB

Robot Superman Buatan China Makin Canggih, Bisa Lari 45,6 Km/Jam dan Lompat 2 Meter

Jumat, 21 Agustus 2026 - 15:00 WIB

Harga GPU Nvidia Meroket, RTX Pro 6000 Kini Tembus Rp285 Juta

Berita Terbaru