Intiperistiwa.com – Radiasi ponsel sering memunculkan kekhawatiran di kalangan pengguna smartphone. Karena itu, industri teknologi menggunakan Specific Absorption Rate atau SAR sebagai acuan pengukuran. Indeks tersebut mengukur jumlah energi elektromagnetik dari ponsel yang tubuh manusia serap. Melalui nilai SAR, pengguna dapat mengetahui tingkat paparan perangkat dalam kondisi pengujian tertentu.
Ponsel memancarkan radiasi yang masuk dalam kelompok non-ionisasi pada spektrum elektromagnetik. Sementara itu, sinar-X dan gamma termasuk radiasi ionisasi yang dapat merusak DNA secara langsung. Radiasi ponsel tidak mempunyai energi cukup untuk memecah ikatan molekul seperti radiasi ionisasi. Meski demikian, regulator tetap mengawasi paparan energi termal dari perangkat seluler.
Batas Tingkat Radiasi SAR pada Ponsel
Industri menggunakan satuan Watt per kilogram atau W/kg untuk menyatakan nilai SAR. Angka tersebut menunjukkan rata-rata daya yang jaringan tubuh serap dalam massa dan volume tertentu. Selain itu, berbagai lembaga regulasi menetapkan batas maksimum untuk perangkat yang beredar. Aturan tersebut menjadi acuan dalam pengujian tingkat paparan ponsel.
Regulasi Eropa menetapkan batas maksimum SAR sebesar 2 W/kg untuk bagian kepala. Sementara itu, batas paparan untuk seluruh tubuh mencapai 0,08 W/kg. Regulator menetapkan batas tersebut jauh di bawah tingkat yang dapat menimbulkan efek panas berbahaya. Dengan demikian, pengujian SAR membantu memastikan perangkat memenuhi ketentuan paparan yang berlaku.
Produsen mencantumkan nilai SAR berdasarkan hasil pengujian perangkat dalam kondisi tertentu. Dalam pengujian tersebut, ponsel dapat memancarkan sinyal menggunakan kekuatan penuh. Namun, penggunaan sehari-hari tidak selalu membuat perangkat bekerja pada kondisi tersebut. Oleh karena itu, paparan aktual dapat berbeda berdasarkan jaringan dan pola penggunaan.
Daftar HP dengan Radiasi Tertinggi
Sejumlah smartphone memiliki nilai SAR lebih tinggi dibandingkan perangkat lainnya. Namun, angka tersebut menunjukkan tingkat paparan dalam kondisi pengujian tertentu. Karena itu, nilai SAR tidak menunjukkan secara langsung besarnya risiko kesehatan pengguna. Berikut daftar HP dengan radiasi tertinggi berdasarkan data dalam sumber:
- Motorola Edge – 1,79 W/kg
- ZTE Axon 11 5G – 1,59 W/kg
- OnePlus 6T – 1,55 W/kg
- Sony Xperia XA2 Plus – 1,41 W/kg
- Google Pixel 3 XL – 1,39 W/kg
- Google Pixel 4a – 1,37 W/kg
- Oppo Reno5 5G – 1,37 W/kg
- Sony Xperia XZ1 Compact – 1,36 W/kg
- Google Pixel 3 – 1,33 W/kg
- OnePlus 6 – 1,33 W/kg
Sebagian besar perangkat dalam daftar tersebut merupakan smartphone generasi lama. Selain itu, setiap wilayah dapat menggunakan metode dan batas pengujian SAR yang berbeda. Karena itu, pengguna perlu memperhatikan standar pengujian ketika membandingkan nilai antarperangkat. Nilai SAR juga tidak selalu menggambarkan paparan yang pengguna terima setiap hari.
Faktor yang Memengaruhi Paparan
Kekuatan sinyal jaringan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi daya transmisi ponsel. Ketika sinyal kuat, perangkat biasanya membutuhkan daya lebih rendah untuk berkomunikasi dengan jaringan. Sebaliknya, ponsel dapat meningkatkan daya transmisi ketika berada di wilayah dengan sinyal lemah. Kondisi tersebut kerap terjadi di basemen atau lokasi yang jauh dari jangkauan jaringan.
Jarak penggunaan juga berpengaruh terhadap besarnya paparan frekuensi radio yang mencapai tubuh. Semakin jauh posisi ponsel, semakin rendah intensitas energi yang mencapai pengguna. Karena itu, pengguna dapat menjauhkan perangkat dari kepala ketika melakukan panggilan. Speakerphone atau headset berkabel juga dapat membantu menambah jarak antara ponsel dan tubuh.
WHO memasukkan medan elektromagnetik frekuensi radio dalam kategori “kemungkinan karsinogenik bagi manusia”. Namun, klasifikasi tersebut bertumpu pada bukti yang masih terbatas. Sampai sekarang, penelitian belum menghasilkan kesimpulan pasti mengenai hubungan sebab-akibat langsung. Oleh sebab itu, penelitian mengenai kemungkinan dampaknya terhadap kesehatan masih terus berkembang.
Pengguna dapat mengambil langkah sederhana jika ingin mengurangi paparan selama menggunakan ponsel. Misalnya, gunakan speakerphone atau headset berkabel ketika melakukan panggilan. Selain itu, pengguna dapat memilih berkirim pesan ketika tidak membutuhkan percakapan melalui telepon. Cara tersebut dapat mengurangi waktu ponsel berada dekat dengan kepala.
Saat tidak menggunakannya, pengguna dapat menyimpan ponsel di dalam tas atau ransel. Dengan begitu, perangkat tidak terus menempel langsung pada tubuh. Selain itu, pengguna dapat memperhatikan kualitas sinyal ketika melakukan panggilan dalam waktu lama. Langkah sederhana tersebut dapat membantu pengguna menjaga jarak dari perangkat selama pemakaian sehari-hari. (iD/*)











Komentar