Intiperistiwa.com – Robot humanoid kini tidak hanya mampu menari atau memperagakan gerakan kungfu. Unitree asal China memperkenalkan Robot Superman buatan China dengan kemampuan fisik yang semakin gesit. Perusahaan mengklaim humanoid bernama As2W itu mampu berlari hingga 45,6 kilometer per jam. Selain itu, robot tersebut sanggup melakukan lompatan berdiri hingga setinggi dua meter.
Mengutip Reuters, kecepatan lari As2W mencapai sekitar 12,66 meter per detik. Kemampuan tersebut membuat performa fisiknya mendekati atlet manusia dalam sejumlah aspek. Namun, Unitree masih menjadi pihak yang mengumumkan angka kecepatan dan lompatan tersebut. Sejauh ini, benchmark independen belum menguji klaim performa robot itu.
Menariknya, Unitree mengembangkan robot Superman tersebut dalam waktu relatif singkat. Perusahaan menyebut proses pengembangannya hanya memerlukan waktu sedikit lebih dari tiga bulan. Meski demikian, Unitree mengakui As2W masih berada dalam tahap pengembangan. Karena itu, perusahaan akan terus menyempurnakan kemampuan robot tersebut.
Robot Superman Buatan China Makin Gesit
As2W juga memperlihatkan kemampuan bergerak dalam kondisi berbeda selama demonstrasi. Robot tersebut turun dari platform lalu melintasi area dengan air dangkal. Selain itu, Unitree membekali bodi perangkat dengan tingkat perlindungan IP54. Peringkat tersebut memberikan perlindungan terhadap debu dan percikan air.
Kehadiran robot terbaru Unitree menunjukkan pesatnya perkembangan humanoid di China. Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan robotika China terus memamerkan berbagai kemampuan humanoid. Robot-robot tersebut mampu berjalan, berlari, menari, hingga memperagakan gerakan bela diri. Kini, persaingan mulai mengarah pada kemampuan fisik yang semakin ekstrem.
Sebelumnya, Unitree juga menarik perhatian melalui berbagai demonstrasi robot humanoid. Perusahaan pernah memperlihatkan robot yang melakukan kungfu dan berlari di medan terbuka. Selain itu, robot tersebut menjalankan berbagai aktivitas yang membutuhkan keseimbangan tubuh tinggi. As2W kini memperluas kemampuan fisik yang sebelumnya Unitree tampilkan melalui robot-robotnya.
Unitree mengklaim telah mengirim sekitar 18.000 robot humanoid berkaki dua hingga Juli 2026. Jumlah tersebut memperlihatkan perkembangan produksi humanoid dalam skala lebih besar. Sebelumnya, industri lebih banyak menampilkan teknologi tersebut sebagai prototipe laboratorium. Namun, perusahaan robotika kini mulai memproduksi humanoid dalam jumlah lebih banyak.
Perkembangan kecerdasan buatan atau AI turut mendorong kemajuan tersebut. Perusahaan teknologi kini berlomba mengembangkan konsep yang sering mereka sebut physical AI. Teknologi tersebut memungkinkan AI memahami lingkungan sekaligus melakukan tindakan melalui tubuh robot. Dengan demikian, sistem kecerdasan buatan tidak hanya menjalankan tugas melalui perangkat berbasis layar.
Perusahaan juga membidik robot humanoid untuk berbagai jenis pekerjaan. Target penggunaannya mencakup sektor manufaktur, pergudangan, serta berbagai aktivitas fisik lainnya. Selain itu, robot dapat menjalankan pekerjaan yang terlalu berat atau berbahaya bagi manusia. Karena itu, kemampuan bergerak menjadi bagian penting dalam pengembangan humanoid.
Unitree Bersiap Melantai di Bursa Shanghai
Unitree memamerkan kemampuan robot Superman menjelang langkah besarnya di pasar modal. Perusahaan menjadwalkan perdagangan saham di Bursa Shanghai mulai 19 Agustus 2026. Sebelumnya, Unitree menggelar penawaran saham perdana atau IPO senilai USD 905 juta. Langkah tersebut berlangsung ketika industri robot humanoid China terus berkembang.
Antusiasme investor terhadap perusahaan robotika tersebut juga terbilang tinggi. Permintaan investor ritel kabarnya mencapai lebih dari 8.000 kali jumlah saham untuk kelompok tersebut. Tingginya permintaan muncul menjelang perdagangan saham Unitree di Bursa Shanghai. Sementara itu, perusahaan terus memperkenalkan perkembangan terbaru dari teknologi robot humanoidnya.
As2W menjadi salah satu robot terbaru yang menunjukkan perkembangan kemampuan fisik humanoid Unitree. Meski begitu, perusahaan masih terus menyempurnakan robot karena proses pengembangannya belum selesai. Selain itu, benchmark independen belum menguji klaim kecepatan dan kemampuan lompat tersebut. Unitree sendiri masih menjadi sumber angka performa Robot Superman buatan China itu. (iD/*)











Komentar