Intiperistiwa.com – Penglihatan yang mulai buram pada usia produktif sering membuat seseorang mengira ukuran kacamata berubah. Padahal, perubahan penglihatan dapat muncul akibat beragam kondisi mata. Karena itu, seseorang sebaiknya tidak langsung menyimpulkan bahwa pandangan kabur hanya berasal dari mata minus, plus, atau silinder. Pemeriksaan mata membantu dokter menemukan penyebab keluhan sekaligus menentukan penanganan yang sesuai.
Katarak memang lebih umum terjadi seiring bertambahnya usia, tetapi kondisi ini juga dapat menyerang anak-anak, remaja, dan orang dewasa muda. National Eye Institute menjelaskan bahwa cedera mata, diabetes, penggunaan obat steroid, serta riwayat keluarga termasuk faktor yang dapat meningkatkan risiko katarak. Selain itu, penyakit atau peradangan tertentu pada mata juga dapat memicu kekeruhan lensa. Dengan memahami faktor risiko dan gejalanya, masyarakat dapat mengenali perubahan penglihatan lebih dini tanpa terburu-buru mendiagnosis diri sendiri.
Apa Itu Katarak dan Apakah Bisa Terjadi pada Usia Muda?
Katarak merupakan kondisi ketika lensa alami mata mengalami kekeruhan. Akibatnya, cahaya tidak dapat melewati lensa dengan baik sehingga penglihatan tampak buram, berkabut, atau kurang jelas. Pada sebagian orang, warna juga terlihat lebih pudar.
Menurut National Eye Institute, proses penuaan menjadi penyebab utama katarak. Namun, kondisi tersebut juga dapat muncul pada usia yang lebih muda akibat faktor kesehatan, cedera, atau faktor genetik.
Pada tahap awal, katarak mungkin tidak menimbulkan gangguan berarti. Akan tetapi, seiring perkembangan kekeruhan lensa, penglihatan dapat semakin menurun dan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari.
Penyebab dan Gejala Katarak di Usia Muda
Sejumlah faktor dapat meningkatkan risiko katarak pada usia muda. Meski demikian, setiap orang memiliki kondisi berbeda sehingga dokter perlu memeriksa riwayat kesehatan dan keadaan matanya untuk menilai penyebabnya.
Berikut beberapa faktor yang perlu dikenali:
- Cedera mata. Benturan, kecelakaan, atau benda asing yang melukai mata dapat merusak lensa dan memicu katarak.
- Diabetes. Kadar gula darah yang tinggi dalam jangka panjang dapat memengaruhi struktur lensa. Karena itu, penderita diabetes memiliki risiko lebih besar mengalami katarak.
- Penggunaan obat steroid. Penggunaan obat steroid dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko katarak pada sebagian orang. Oleh sebab itu, gunakan obat sesuai petunjuk dan pengawasan dokter.
- Faktor genetik. Beberapa jenis katarak muncul sejak lahir atau pada usia dini karena faktor keturunan. Riwayat katarak dalam keluarga dapat menjadi salah satu petunjuk bagi dokter.
- Penyakit atau peradangan mata. Kondisi tertentu, termasuk peradangan di dalam mata, dapat meningkatkan risiko terbentuknya katarak.
- Faktor lainnya. Riwayat operasi mata, paparan radiasi tertentu, dan beberapa kondisi kesehatan juga dapat berkaitan dengan katarak. Namun, dokter tidak selalu menemukan satu penyebab yang jelas pada setiap pasien.
Gejala Katarak yang Perlu Diwaspadai
Katarak pada usia muda dapat menimbulkan keluhan yang serupa dengan katarak pada orang lanjut usia. Gejala yang muncul antara lain:
- Penglihatan menjadi buram atau berkabut.
- Mata terasa lebih silau ketika melihat cahaya terang.
- Penglihatan menurun saat malam hari.
- Warna tampak lebih pudar.
- Pandangan semakin tidak jelas.
- Resep kacamata perlu berubah lebih sering.
Pada banyak kasus, gejala berkembang secara bertahap. Namun, tingkat gangguan dapat berbeda antara satu orang dan orang lainnya.
Penglihatan buram juga tidak selalu menandakan katarak. Kelainan refraksi seperti mata minus, plus, dan silinder dapat menimbulkan keluhan serupa. Oleh karena itu, periksakan mata apabila gangguan terus memburuk atau tidak membaik dengan kacamata.
Bagaimana Dokter Memeriksa dan Menangani Katarak?
Dokter mata menggunakan pemeriksaan untuk membedakan katarak dari penyebab gangguan penglihatan lainnya. Pemeriksaan tersebut dapat mencakup:
- Tes ketajaman penglihatan untuk menilai kemampuan melihat.
- Pemeriksaan refraksi untuk mengetahui kelainan ukuran kacamata.
- Pemeriksaan bagian depan mata untuk melihat kondisi struktur mata.
- Pemeriksaan lensa untuk mencari tanda kekeruhan.
- Pemeriksaan retina dan bagian dalam mata untuk mengevaluasi kondisi lainnya.
- Pemeriksaan tambahan sesuai kebutuhan dan temuan dokter.
Setelah mengetahui kondisi mata, dokter dapat menentukan penanganan yang sesuai. Katarak yang masih ringan tidak selalu membutuhkan operasi segera. Sebaliknya, dokter dapat menyarankan pemantauan berkala jika kekeruhan belum banyak mengganggu penglihatan.
Operasi menjadi pilihan ketika katarak menurunkan penglihatan hingga mengganggu aktivitas sehari-hari atau kualitas hidup. Melalui prosedur tersebut, dokter mengangkat lensa yang keruh dan menggantinya dengan lensa buatan. Namun, keputusan operasi tetap perlu mempertimbangkan kondisi setiap pasien.
National Eye Institute menjelaskan bahwa dokter dapat mempertimbangkan operasi ketika gangguan penglihatan mulai menghambat aktivitas seperti membaca, mengemudi, atau menonton televisi. Informasi lebih lanjut tersedia dalam panduan operasi katarak.
Cara Mengurangi Risiko dan Waktu yang Tepat untuk Memeriksakan Mata
Tidak semua kasus katarak dapat dicegah. Meski begitu, seseorang dapat mengurangi sejumlah faktor risiko melalui kebiasaan yang lebih aman dan pengelolaan kesehatan yang baik.
Berikut beberapa langkah yang dapat diterapkan:
- Lindungi mata dari cedera. Gunakan pelindung mata ketika bekerja atau melakukan aktivitas yang berisiko menimbulkan benturan.
- Kendalikan diabetes. Jaga kadar gula darah sesuai anjuran tenaga kesehatan untuk membantu mengurangi risiko komplikasi mata.
- Gunakan steroid sesuai petunjuk dokter. Jangan mengubah atau menghentikan pengobatan tanpa berkonsultasi dengan tenaga medis.
- Lakukan pemeriksaan mata. Periksakan penglihatan apabila muncul perubahan atau keluhan yang terus berulang.
- Perhatikan faktor risiko. Riwayat keluarga, cedera mata, serta penyakit tertentu perlu disampaikan kepada dokter saat pemeriksaan.
Seseorang sebaiknya memeriksakan mata ketika penglihatan terus memburuk, silau semakin mengganggu, sulit melihat pada malam hari, atau warna tampak lebih pudar. Selain itu, perubahan resep kacamata yang sering terjadi juga layak mendapat perhatian. Orang yang memiliki diabetes atau pernah mengalami cedera mata perlu memberi tahu dokter mengenai riwayat tersebut.
Pada akhirnya, katarak di usia muda tidak boleh langsung disimpulkan hanya dari gejala penglihatan buram. Pemeriksaan dokter mata membantu memastikan penyebabnya dan menentukan penanganan yang tepat. (iD/*)
FAQ
1. Apakah anak muda bisa mengalami katarak?
Bisa. Katarak dapat muncul pada anak-anak, remaja, maupun orang dewasa muda, antara lain akibat cedera mata, diabetes, penggunaan steroid, atau faktor genetik.
2. Apa penyebab katarak di usia muda?
Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko meliputi cedera mata, diabetes, penggunaan steroid jangka panjang, faktor genetik, peradangan mata, operasi mata, dan paparan radiasi tertentu.
3. Apakah mata buram pada usia muda pasti menandakan katarak?
Tidak. Mata buram juga dapat terjadi akibat mata minus, plus, atau silinder. Dokter perlu memeriksa mata untuk memastikan penyebabnya.
4. Apakah katarak pada usia muda harus segera dioperasi?
Tidak selalu. Dokter mempertimbangkan tingkat gangguan penglihatan dan dampaknya terhadap aktivitas sehari-hari sebelum menyarankan operasi.
5. Bagaimana cara mengurangi risiko katarak pada usia muda?
Lindungi mata dari cedera, kendalikan diabetes, gunakan steroid sesuai petunjuk dokter, dan periksakan mata ketika mengalami perubahan penglihatan.











Komentar