Kabar Baik! Bansos Beras 10 Kg Diperpanjang, Jangkau Lebih dari 33 Juta Penerima

Pemerintah memperpanjang bantuan pangan dan menyiapkan subsidi kedelai untuk menjaga daya beli masyarakat.

- Jurnalis

Rabu, 10 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bansos Beras 10 Kg Diperpanjang, Jangkau Lebih dari 33 Juta Penerima. (Foto: umsu)

Bansos Beras 10 Kg Diperpanjang, Jangkau Lebih dari 33 Juta Penerima. (Foto: umsu)

Intiperistiwa.com – Presiden Prabowo Subianto memutuskan memperpanjang program bantuan pangan beras bagi masyarakat rentan. Kebijakan tersebut bertujuan menjaga daya beli warga di tengah potensi kenaikan harga pangan dan ketidakpastian ekonomi.

Pemerintah akan menyalurkan bantuan beras sebanyak 10 kilogram kepada jutaan penerima manfaat. Program tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas kebutuhan pokok masyarakat.

Penyaluran Di Mulai Juli 2026

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengatakan keputusan itu lahir dalam rapat koordinasi terbatas yang membahas perkembangan harga pangan nasional.

Menurutnya, Presiden Prabowo meminta pemerintah menjaga harga kebutuhan pokok agar tetap stabil. Karena itu, pemerintah memilih memperpanjang bantuan pangan selama tiga bulan.

Pemerintah mencatat sebanyak 33.244.000 warga akan menerima bantuan tersebut. Setiap penerima manfaat akan memperoleh beras 10 kilogram setiap bulan selama masa program berlangsung.

Penyaluran tahap pertama di jadwalkan mulai Juli 2026. Sementara itu, jadwal bulan berikutnya akan menyesuaikan kondisi musim paceklik dan perkembangan pasokan pangan.

Baca Juga :  Belanda Mengamuk! Swedia Tumbang 1-5 di Piala Dunia 2026

Pemerintah Siapkan Sekitar 1 Juta Ton Beras

Untuk mendukung program tersebut, pemerintah memperkirakan kebutuhan beras mencapai sekitar 1 juta ton. Selanjutnya, pemerintah akan mengambil pasokan dari cadangan beras nasional yang tersedia saat ini.

Pemerintah mencatat stok cadangan beras mencapai sekitar 5,2 juta ton. Meski berkurang setelah penyaluran bantuan, pemerintah tetap meyakini ketersediaan beras nasional berada dalam kondisi aman.

Selain itu, pemerintah ingin melindungi kelompok masyarakat rentan dari dampak perubahan nilai tukar maupun tekanan ekonomi lainnya. Karena itu, bantuan pangan kembali menjadi instrumen utama untuk menjaga daya beli.

Subsidi Kedelai Rp2.000 per Kilogram

Selain memperpanjang bantuan beras, pemerintah juga meluncurkan kebijakan baru untuk komoditas kedelai. Pemerintah akan memberikan subsidi harga sebesar Rp2.000 per kilogram.

Pada tahap awal, pemerintah mengalokasikan subsidi untuk 250 ribu ton kedelai. Kebijakan tersebut di harapkan dapat membantu pelaku usaha serta menjaga stabilitas harga produk berbahan kedelai di pasaran.

Baca Juga :  5 Drama Korea Terbaru Juni 2026 yang Wajib Masuk Daftar Tonton

Dengan demikian, pemerintah tidak hanya fokus pada beras. Pemerintah juga berupaya menjaga keterjangkauan komoditas pangan lain yang banyak di konsumsi masyarakat.

Stok Pangan Nasional Masih Aman

Sebelum mengambil keputusan tersebut, pemerintah terlebih dahulu mengevaluasi kondisi pasokan pangan nasional. Evaluasi melibatkan laporan dari Perum Bulog, Kementerian Pertanian, dan Kementerian Perdagangan.

Hasil evaluasi menunjukkan stok pangan nasional masih mencukupi kebutuhan masyarakat. Selain itu, sejumlah komoditas juga masih di perdagangkan di bawah harga acuan pemerintah.

Pemerintah bahkan mencatat penurunan harga telur ayam di beberapa daerah. Salah satu wilayah yang mengalami tren tersebut adalah Blitar.

Karena kondisi pasokan masih terkendali, pemerintah optimistis dapat menjalankan program bantuan pangan dan subsidi kedelai secara berkelanjutan. Langkah ini sekaligus menjadi upaya menjaga stabilitas ekonomi masyarakat dalam beberapa bulan ke depan.(id/*)

Berita Terkait

Mau Coba Bisnis Barang Impor? 8 Produk Ini Laku Keras di Indonesia, dari Gadget hingga Fashion
Tertarik Terjun ke Bisnis Pertanian? Ini 10 Usaha Pertanian Modern yang Menjanjikan dan Layak Dicoba
Regulasi Makin Ketat, Bitcoin Depot Tutup Jaringan ATM Bitcoin di Tiga Negara
Tak Perlu BI Checking, Kini Riwayat Utang Bisa Dicek Sendiri secara Online lewat SLIK OJK
Gen Z Sulit Dapat Kerja, Pekerjaan Dianggap Kuno Ini Ternyata Menjanjikan di Masa Depan
Daftar 10 Negara Paling Makmur di Asia 2026, Indonesia Peringkat Berapa?
Siap-Siap Pertalite Bakal Dibatasi, Cek Kelompok yang Terancam Kehilangan Subsidi
Dolar AS Melemah Pagi Ini, Rupiah Menguat 0,49 Persen
Berita ini 4 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 10:00 WIB

Mau Coba Bisnis Barang Impor? 8 Produk Ini Laku Keras di Indonesia, dari Gadget hingga Fashion

Minggu, 20 September 2026 - 07:00 WIB

Tertarik Terjun ke Bisnis Pertanian? Ini 10 Usaha Pertanian Modern yang Menjanjikan dan Layak Dicoba

Rabu, 9 September 2026 - 13:00 WIB

Regulasi Makin Ketat, Bitcoin Depot Tutup Jaringan ATM Bitcoin di Tiga Negara

Rabu, 9 September 2026 - 07:00 WIB

Tak Perlu BI Checking, Kini Riwayat Utang Bisa Dicek Sendiri secara Online lewat SLIK OJK

Senin, 17 Agustus 2026 - 09:00 WIB

Gen Z Sulit Dapat Kerja, Pekerjaan Dianggap Kuno Ini Ternyata Menjanjikan di Masa Depan

Berita Terbaru