BMKG Prediksi Puncak Kemarau Terjadi pada Agustus 2026

Kemarau diperkirakan mencapai puncaknya pada Agustus 2026 dengan ancaman karhutla yang meningkat.

- Jurnalis

Kamis, 11 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

BMKG Prediksi Puncak Kemarau Terjadi pada Agustus 2026. (Foto: Freepik/kamchatka/kompas)

BMKG Prediksi Puncak Kemarau Terjadi pada Agustus 2026. (Foto: Freepik/kamchatka/kompas)

Intiperistiwa.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi sebagian besar wilayah Indonesia memasuki puncak musim kemarau pada Agustus 2026. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan.

Selain itu, pengaruh fenomena El Nino di perkirakan semakin kuat pada pertengahan tahun. Situasi ini dapat membuat musim kemarau berlangsung lebih kering di bandingkan kondisi normal.

Deputi Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, menjelaskan bahwa puncak kemarau berlangsung secara bertahap. Periode tersebut di perkirakan terjadi mulai Juli hingga September 2026.

Agustus Jadi Puncak Musim Kemarau

Berdasarkan hasil pemutakhiran prediksi BMKG, Agustus menjadi periode dengan cakupan wilayah kemarau terluas. Sebanyak 369 zona musim di perkirakan mencapai puncak kemarau pada bulan tersebut.

Jumlah itu setara dengan 48,84 persen luas daratan Indonesia. Karena itu, sebagian besar daerah berpotensi mengalami penurunan curah hujan secara signifikan.

Sementara itu, BMKG memperkirakan 83 zona musim mencapai puncak kemarau pada Juli 2026. Angka tersebut mencakup sekitar 12,26 persen wilayah Indonesia.

Kemudian, sebanyak 169 zona musim di prediksi mengalami puncak kemarau pada September 2026. Jumlah tersebut setara dengan 25,41 persen wilayah Indonesia.

Baca Juga :  Seleksi Sekolah Kedinasan 2026 Buka 4.770 Formasi, Catat Jadwal dan Daftarnya

Sejumlah Wilayah Di Prediksi Lebih Kering

BMKG menyebut sebagian besar wilayah Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Maluku Utara akan memasuki puncak kemarau pada Agustus.

Selain itu, El Nino yang mulai aktif pada pertengahan tahun di perkirakan memperkuat kondisi kering. Akibatnya, beberapa daerah berpotensi mengalami kemarau lebih berat di bandingkan biasanya.

Data BMKG menunjukkan sebanyak 482 zona musim atau 56,18 persen wilayah Indonesia akan mengalami kemarau lebih kering dari kondisi normal. Angka tersebut menunjukkan dominasi wilayah yang menghadapi penurunan curah hujan cukup besar.

Di sisi lain, sebanyak 437 zona musim di perkirakan mengalami durasi kemarau lebih panjang. Kondisi itu dapat memperbesar tekanan terhadap ketersediaan air di sejumlah daerah.

Risiko Kekeringan dan Karhutla Meningkat

BMKG memperkirakan curah hujan selama musim kemarau 2026 berada pada kategori bawah normal di banyak wilayah. Karena itu, risiko kekeringan di prediksi meningkat pada berbagai sektor.

Sektor pertanian menjadi salah satu bidang yang paling terdampak. Selain itu, ketersediaan sumber daya air juga berpotensi mengalami tekanan selama musim kemarau berlangsung.

Baca Juga :  Buah Matang Lebih Manis, Tapi Benarkah Lebih Banyak Gulanya?

Tidak hanya itu, ancaman kebakaran hutan dan lahan di perkirakan meningkat saat curah hujan menurun tajam. Oleh sebab itu, pemerintah daerah perlu memperkuat langkah pencegahan sejak dini.

BMKG Minta Mitigasi Di Lakukan Lebih Awal

BMKG mengimbau seluruh pemangku kepentingan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau tahun ini. Langkah antisipasi di nilai penting untuk mengurangi dampak yang mungkin muncul.

Selain itu, BMKG menyarankan petani menyesuaikan jadwal tanam dengan kondisi cuaca terbaru. Penggunaan varietas tanaman yang lebih tahan kekeringan juga menjadi salah satu solusi yang direkomendasikan.

Di sisi lain, pemerintah daerah perlu memperkuat pengawasan kawasan rawan kebakaran. Dengan mitigasi yang tepat, risiko kerugian akibat kekeringan maupun karhutla dapat di tekan sejak awal.

Seiring mendekatnya puncak kemarau pada Agustus 2026, masyarakat di harapkan lebih waspada terhadap perubahan cuaca. Kesiapan sejak dini menjadi langkah penting untuk menghadapi musim kering yang di perkirakan lebih berat tahun ini.(id/*)

Berita Terkait

BMKG Peringatkan Potensi Karhutla hingga 31 Oktober 2026, Ini Daftar Wilayah Berisiko
Viral! Keluhan Pelayanan RSCM Ramai di Media Sosial, BPJS Kesehatan Akhirnya Buka Suara
Kapan CPNS 2027 Dibuka? Menteri PANRB Rini Widyantini Buka Suara
Viral! Video Ceramah Kontroversial Habib Alwi Assegaf Tuai Kecaman, MUI Imbau Umat Tak Lagi Mengundang
Kapolri Tetapkan 11 Korporasi sebagai Tersangka Karhutla, Tiga di Antaranya PMA
Gaji PNS Lewat Kopdes Merah Putih? Ini Penjelasan Tiga Menteri
Syarat dan Cara Pindah KK Antar-Kota 2026, Ini Prosedurnya
Danantara Siapkan Beasiswa bagi 800 Mahasiswa dan Akses Air Bersih untuk 230 Ribu Warga
Berita ini 12 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 18:03 WIB

BMKG Peringatkan Potensi Karhutla hingga 31 Oktober 2026, Ini Daftar Wilayah Berisiko

Jumat, 23 Oktober 2026 - 22:00 WIB

Viral! Keluhan Pelayanan RSCM Ramai di Media Sosial, BPJS Kesehatan Akhirnya Buka Suara

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:00 WIB

Kapan CPNS 2027 Dibuka? Menteri PANRB Rini Widyantini Buka Suara

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:00 WIB

Viral! Video Ceramah Kontroversial Habib Alwi Assegaf Tuai Kecaman, MUI Imbau Umat Tak Lagi Mengundang

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:00 WIB

Kapolri Tetapkan 11 Korporasi sebagai Tersangka Karhutla, Tiga di Antaranya PMA

Berita Terbaru