Kecerdasan Anak Lebih Diwarisi dari Ibu atau Ayah? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Sejumlah penelitian mengungkap peran genetik ibu, namun lingkungan tetap memengaruhi kecerdasan anak.

- Jurnalis

Senin, 6 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kecerdasan Anak Lebih Diwarisi dari Ibu atau Ayah? Ini Penjelasan Ilmiahnya. (Foto: hellosehat)

Kecerdasan Anak Lebih Diwarisi dari Ibu atau Ayah? Ini Penjelasan Ilmiahnya. (Foto: hellosehat)

Intiperistiwa.com – Banyak orang tua sering bertanya apakah anak lebih mewarisi kepintaran dari ayah atau ibu. Pertanyaan itu sudah lama menjadi bahan penelitian para ilmuwan. Hingga kini, berbagai studi menunjukkan bahwa faktor genetik memang memengaruhi kecerdasan, meski bukan menjadi satu-satunya penentu.

Mengutip Psychology Spot melalui detikINET, sekitar 40 hingga 60 persen kecerdasan anak berasal dari faktor keturunan. Sementara itu, sisanya dipengaruhi lingkungan, pendidikan, pola asuh, stimulasi, serta karakter masing-masing anak. Karena itu, perkembangan intelektual tidak hanya bergantung pada faktor genetik.

Peran Kromosom X dalam Kecerdasan

Ilmuwan Robert Lehrke melalui bukunya Sex Linkage of Intelligence menjelaskan bahwa sebagian besar gen yang berkaitan dengan kecerdasan berada pada kromosom X. Temuan tersebut kemudian memunculkan dugaan bahwa ibu memiliki peran genetik yang lebih besar dalam mewariskan kemampuan intelektual kepada anak.

Perempuan memiliki dua kromosom X, sedangkan laki-laki memiliki satu kromosom X dan satu kromosom Y. Anak laki-laki memperoleh kromosom X dari ibu dan kromosom Y dari ayah. Sementara itu, anak perempuan menerima satu kromosom X dari masing-masing orang tua.

Baca Juga :  Dokter Harvard Beberkan 6 Makanan yang Berpotensi Meningkatkan Risiko Kanker, Apa Saja?

Penelitian dari Universitas Ulm, Jerman, juga menemukan banyak gen yang berhubungan dengan fungsi otak berada pada kromosom X. Gen tersebut berkaitan dengan kemampuan kognitif yang mendukung proses berpikir. Temuan itu memperkuat dugaan tentang peran penting kromosom X terhadap kecerdasan.

IQ Ibu Menjadi Salah Satu Prediktor

Penelitian Medical Research Council Social and Public Health Sciences di Glasgow, Skotlandia, melibatkan 12.686 responden berusia 12 hingga 22 tahun. Hasil penelitian menunjukkan IQ ibu menjadi salah satu prediktor yang kuat terhadap kecerdasan anak. Meski demikian, penelitian tersebut tidak menyimpulkan bahwa faktor ayah tidak memiliki pengaruh.

Studi lain dari Universitas Cambridge pada 1984 juga memberikan hasil serupa. Peneliti menemukan bahwa gen dari ibu berperan besar dalam perkembangan pusat-pusat pemikiran di otak. Hasil tersebut kemudian menjadi salah satu rujukan dalam penelitian lanjutan mengenai faktor genetik dan kecerdasan.

Baca Juga :  Harga Emas Perhiasan Hari Ini 12 Juni 2026 Stabil, Simak Daftar Lengkap dari Tiga Gerai Besar

Lingkungan Tetap Menentukan Perkembangan Anak

Berbagai penelitian memang menunjukkan ibu memiliki kontribusi genetik yang besar terhadap kecerdasan anak. Namun, para peneliti juga menegaskan bahwa kepintaran tidak hanya bergantung pada faktor keturunan. Setiap anak tetap memiliki peluang berkembang melalui proses belajar dan pengalaman hidup.

Selain faktor genetik, ayah juga memberikan kontribusi penting terhadap perkembangan anak, termasuk aspek emosi, karakter, dan kemampuan sosial. Di sisi lain, pendidikan, nutrisi, pola pengasuhan, serta lingkungan belajar ikut membentuk kemampuan berpikir anak sejak usia dini. Karena itu, kolaborasi kedua orang tua tetap menjadi kunci dalam mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. (iD/*)

Berita Terkait

Kulit Telur Rebus Susah Dikupas? Coba Metode 10-5-10 yang Sedang Viral
Anak Terlambat Bicara? Kenali Tanda Speech Delay dan Cara Tepat Mengatasinya
MPLS Ramah 2026 Segera Dimulai, Begini Cara Daftar Cek Kesehatan Gratis untuk Siswa Baru
Riset Terbaru Ungkap Durasi Jalan Kaki yang Efektif, Risiko Penyakit Jantung Bisa Turun Drastis
Program MBG Kembali Disalurkan Mulai 13 Juli 2026, BGN Pastikan Distribusi Berjalan Lancar
Masih Sering Masukkan Makanan Panas ke Kulkas? Ketahui Risikonya Sebelum Terlambat
Banyak yang Tidak Tahu! Ternyata Makan Labu Siam Terlalu Banyak Bisa Memicu Efek Samping
Waspada! Wabah Salmonella di 14 Negara Eropa Diduga Berasal dari Mie Instan Rasa Ayam

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:00 WIB

Kulit Telur Rebus Susah Dikupas? Coba Metode 10-5-10 yang Sedang Viral

Rabu, 15 Juli 2026 - 11:00 WIB

Anak Terlambat Bicara? Kenali Tanda Speech Delay dan Cara Tepat Mengatasinya

Selasa, 14 Juli 2026 - 11:00 WIB

MPLS Ramah 2026 Segera Dimulai, Begini Cara Daftar Cek Kesehatan Gratis untuk Siswa Baru

Senin, 13 Juli 2026 - 23:00 WIB

Riset Terbaru Ungkap Durasi Jalan Kaki yang Efektif, Risiko Penyakit Jantung Bisa Turun Drastis

Senin, 13 Juli 2026 - 20:00 WIB

Program MBG Kembali Disalurkan Mulai 13 Juli 2026, BGN Pastikan Distribusi Berjalan Lancar

Berita Terbaru