Intiperistiwa.com — Ikan menjadi salah satu sumber protein yang baik untuk menu harian. Selain protein, manfaat ikan untuk kesehatan juga berasal dari lemak bermanfaat, vitamin, dan mineral. Banyak orang memilih daging sapi atau ayam sebagai lauk utama. Namun, ikan dapat menjadi pilihan lain yang mendukung kebutuhan gizi tubuh.
Ahli gizi Julia Zumpano, RD, LD, menyebut ikan sebagai salah satu makanan yang menyehatkan. Profil gizi tiap jenis ikan memang berbeda. Namun, ikan umumnya menyediakan protein, lemak bermanfaat, vitamin, dan mineral. Para ahli menyarankan konsumsi dua porsi ikan atau sekitar 113 gram per minggu.
Manfaat Ikan untuk Kesehatan dari Kandungan Omega-3
Ikan berlemak, seperti sarden, salmon, dan makarel, mengandung asam lemak omega-3. Nutrisi tersebut termasuk lemak tak jenuh yang bermanfaat bagi kesehatan jantung. Selain itu, omega-3 dapat membantu menurunkan trigliserida dalam darah. Kadar trigliserida yang tinggi dapat meningkatkan risiko sejumlah penyakit.
Omega-3 juga dapat membantu menurunkan tekanan darah. Nutrisi ini dapat mengurangi kemungkinan trombosit saling menempel dan membentuk bekuan darah. Selain itu, omega-3 mendukung kesehatan otak serta fungsi kognitif. Karena itu, ikan kaya omega-3 dapat melengkapi pola makan seimbang.
Ikan Menyediakan Protein Berkualitas
Ikan menyediakan protein yang tubuh perlukan untuk tumbuh dan memelihara jaringan. Protein juga membantu tubuh memperbaiki jaringan. Selain itu, protein ikan mengandung seluruh asam amino esensial. Tubuh tidak menghasilkan sendiri asam amino esensial tersebut.
“Ikan rendah lemak, bergizi, dan kaya akan nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh agar tetap kuat dan sehat,” ujar Julia.
Serat protein ikan lebih lunak daripada serat daging merah atau unggas. Karena itu, sistem pencernaan dapat menyerap protein ikan lebih cepat. Ikan juga menjadi pilihan sumber protein yang rendah lemak. Namun, cara pengolahan tetap menentukan nilai gizi menu ikan.
Lemak Jenuh Lebih Rendah dan Kaya Vitamin D
Banyak jenis ikan mengandung lemak jenuh lebih rendah daripada daging sapi atau daging babi. Lemak jenuh dapat meningkatkan kadar kolesterol dan risiko penyakit jantung. Sementara itu, ikan berlemak tetap mengandung omega-3 yang bermanfaat bagi jantung. Kondisi tersebut menjadikan ikan sebagai sumber protein yang patut dipertimbangkan.
Ikan juga dapat menyediakan vitamin D yang jarang terdapat dalam banyak jenis makanan. Vitamin D membantu menjaga kekuatan tulang dan mendukung fungsi sistem kekebalan tubuh. Selain itu, vitamin ini berperan bagi kesehatan tubuh secara keseluruhan. Menambahkan ikan dalam menu dapat membantu meningkatkan asupan vitamin D.
Perhatikan Merkuri dan Cara Mengolah Ikan
Konsumsi ikan tetap memerlukan pilihan yang bijak karena beberapa jenis dapat mengandung merkuri dan kontaminan lain. Anak-anak, ibu hamil, dan ibu menyusui perlu memberi perhatian lebih pada pilihan ikan. Namun, kondisi tersebut tidak berarti masyarakat harus menghindari ikan sama sekali. Julia menilai manfaat ikan lebih besar daripada risikonya jika masyarakat memilih ikan dengan tepat.
Ikan berukuran kecil, seperti kod, herring, dan salmon, cenderung memiliki kadar merkuri lebih rendah. Sebaliknya, ikan predator besar, seperti hiu dan ikan todak, cenderung mengandung merkuri lebih tinggi. Ikan besar menyerap lebih banyak merkuri karena memakan ikan yang lebih kecil. Karena itu, masyarakat dapat memprioritaskan ikan kaya omega-3 serta memilih cara pengolahan yang tepat. (iD/*)
FAQ
1. Apa manfaat ikan untuk kesehatan?
Manfaat ikan untuk kesehatan mencakup asupan protein, asam lemak omega-3, vitamin D, dan mineral. Omega-3 membantu mendukung kesehatan jantung serta fungsi otak. Selain itu, protein ikan membantu tubuh tumbuh dan memelihara jaringan. Ikan juga dapat menjadi pilihan protein dengan lemak jenuh lebih rendah.
2. Ikan apa yang kaya omega-3?
Sarden, salmon, dan makarel termasuk ikan yang kaya omega-3. Asam lemak ini merupakan lemak tak jenuh yang bermanfaat bagi kesehatan jantung. Selain itu, omega-3 dapat membantu menurunkan trigliserida dan tekanan darah. Masyarakat dapat memilih ikan tersebut sebagai bagian dari menu seimbang.
3. Apakah ikan aman untuk ibu hamil dan anak-anak?
Ibu hamil, ibu menyusui, dan anak-anak perlu memperhatikan jenis ikan yang mereka konsumsi. Beberapa ikan dapat mengandung merkuri dan kontaminan lain dalam jumlah tinggi. Namun, mereka tidak perlu menghindari ikan sepenuhnya. Mereka dapat memilih ikan dengan kadar merkuri yang lebih rendah.
4. Mengapa ikan predator besar mengandung merkuri lebih tinggi?
Ikan predator besar memakan ikan yang lebih kecil. Melalui proses tersebut, ikan besar dapat menyerap lebih banyak merkuri. Hiu dan ikan todak termasuk contoh ikan predator besar. Karena itu, masyarakat perlu lebih bijak saat memilih jenis ikan.











Komentar