OpenAI Hadirkan Mode Belajar di ChatGPT

Fitur baru ini mengajak siswa berpikir kritis, memahami konsep bertahap, dan belajar lebih aktif.

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 14 Juni 2026 - 22:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

OpenAI Hadirkan Mode Belajar di ChatGPT. (Foto: Shutterstock/tempo)

OpenAI Hadirkan Mode Belajar di ChatGPT. (Foto: Shutterstock/tempo)

Intiperistiwa.com – OpenAI memperkenalkan fitur baru bernama Mode Belajar di ChatGPT untuk mendukung proses belajar yang lebih interaktif. Fitur ini tidak sekadar menyajikan jawaban cepat. Sebaliknya, ChatGPT mengajak pengguna memahami konsep melalui tahapan yang runtut dan reflektif.

Kehadiran fitur tersebut menjadi langkah baru dalam memanfaatkan kecerdasan buatan di dunia pendidikan. OpenAI ingin mengubah cara siswa dan mahasiswa menggunakan ChatGPT. Mereka tidak hanya mencari jawaban akhir, tetapi juga memahami proses berpikir di baliknya.

Hadir untuk Berbagai Jenis Pengguna

Saat ini, Mode Belajar sudah tersedia bagi pengguna Free, Plus, Pro, dan Team. Dalam beberapa pekan mendatang, OpenAI juga akan menghadirkannya untuk pengguna ChatGPT Edu.

Langkah tersebut menjawab berbagai kekhawatiran terkait penggunaan AI di lingkungan akademik. Sebagian kalangan menilai ChatGPT hanya berperan sebagai mesin pencari jawaban instan. Karena itu, OpenAI mencoba menghadirkan pendekatan yang lebih edukatif dan bertanggung jawab.

Mengajak Pengguna Berpikir Kritis

Mode Belajar menerapkan metode tanya jawab bergaya Socrates. Melalui pendekatan ini, ChatGPT mendorong pengguna untuk menganalisis persoalan sebelum mengambil kesimpulan.

Baca Juga :  MrBeast Ukir Rekor Baru, YouTuber Pertama dengan 500 Juta Subscriber

Selain itu, sistem menyajikan jawaban secara bertahap. Pengguna dapat mengikuti alur penjelasan dari konsep dasar hingga materi yang lebih kompleks. Dengan cara tersebut, siswa lebih mudah memahami topik yang sebelumnya terasa sulit.

Tidak hanya itu, pengguna juga dapat menyesuaikan tingkat kesulitan materi. Penyesuaian tersebut membuat pengalaman belajar terasa lebih personal. Materi pun menjadi lebih relevan dengan kemampuan dan kebutuhan masing-masing pengguna.

Layaknya Tutor yang Sabar

Sejumlah mahasiswa yang telah mencoba fitur ini memberikan tanggapan positif. Mereka menggambarkan Mode Belajar sebagai tutor yang sabar dan mudah diajak berdiskusi.

Fitur tersebut membantu mereka memahami materi yang rumit melalui penjelasan yang jelas dan sistematis. Ketika menghadapi topik yang membingungkan, pengguna dapat meminta penjabaran tambahan tanpa merasa tertekan.

Di sisi lain, Mode Belajar menyediakan kuis untuk mengukur pemahaman pengguna. ChatGPT juga memberikan umpan balik secara langsung setelah pengguna menjawab pertanyaan. Dengan demikian, proses belajar berlangsung lebih aktif, terarah, dan melibatkan partisipasi pengguna.

Baca Juga :  Negara Tetangga Indonesia Siaga Penuh, Ancaman Siber Berbasis AI Kian Mengkhawatirkan

OpenAI Siapkan Pengembangan Berikutnya

OpenAI berencana memperluas kemampuan Mode Belajar pada masa mendatang. Perusahaan itu akan menambahkan fitur visualisasi untuk membantu pengguna memahami konsep yang kompleks.

Selain itu, OpenAI juga menyiapkan pelacakan tujuan belajar dan sistem personalisasi yang lebih mendalam. Pengembangan tersebut diharapkan mampu menciptakan pengalaman belajar yang semakin efektif.

Untuk memastikan manfaatnya, OpenAI bekerja sama dengan mitra riset seperti Stanford SCALE Initiative. Kolaborasi itu bertujuan menilai dampak penggunaan kecerdasan buatan terhadap hasil pembelajaran di berbagai jenjang pendidikan.

Melalui inovasi ini, OpenAI menunjukkan bahwa AI tidak harus menggantikan proses belajar. Sebaliknya, teknologi dapat berperan sebagai pendamping yang membantu siswa berpikir lebih kritis, memahami konsep lebih utuh, dan membangun kebiasaan belajar yang lebih baik.(id/*)

Berita Terkait

Bola Resmi Piala Dunia 2026 Ternyata Harus Dicas Sebelum Kick-off, Ini Penjelasannya
Android dan iPhone Bisa Deteksi Alat Pelacak Tersembunyi, Ini Caranya
Rekomendasi 6 Tablet Rp2 Jutaan Terbaik 2026, Cocok Untuk Kerja Dan Kuliah
Instagram Plus Resmi Meluncur, Kini Bisa Intip Siapa yang Sering ‘Rewatch’ IG Story Kamu
Samsung Galaxy S26 Ultra Hadirkan Zoom 100x, Foto Jarak Jauh Kini Lebih Detail
One UI 9 Segera Meluncur, Cek Daftar HP Samsung yang Berpeluang Kebagian Android 17
Negara Tetangga Indonesia Siaga Penuh, Ancaman Siber Berbasis AI Kian Mengkhawatirkan
iOS 27 Hadir dengan Lompatan Besar, Ini 25 Fitur yang Wajib Dicoba Pengguna iPhone
Berita ini 1 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 15:00 WIB

Bola Resmi Piala Dunia 2026 Ternyata Harus Dicas Sebelum Kick-off, Ini Penjelasannya

Selasa, 16 Juni 2026 - 07:00 WIB

Android dan iPhone Bisa Deteksi Alat Pelacak Tersembunyi, Ini Caranya

Senin, 15 Juni 2026 - 17:00 WIB

Rekomendasi 6 Tablet Rp2 Jutaan Terbaik 2026, Cocok Untuk Kerja Dan Kuliah

Minggu, 14 Juni 2026 - 22:00 WIB

OpenAI Hadirkan Mode Belajar di ChatGPT

Sabtu, 13 Juni 2026 - 23:00 WIB

Instagram Plus Resmi Meluncur, Kini Bisa Intip Siapa yang Sering ‘Rewatch’ IG Story Kamu

Berita Terbaru

Rupiah Menguat, Simak Kurs Dolar AS di Empat Bank Besar. (Foto: B-Universe Photo/Joanito De Saojoao/investor)

Ekonomi

Rupiah Menguat, Simak Kurs Dolar AS di Empat Bank Besar

Rabu, 17 Jun 2026 - 19:00 WIB